Duta besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengatakan bahwa Israel berhak mengklaim atas sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Huckabee menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang ditayangkan pada Jumat lalu, 20 Februari 2026.
Saat itu, Carlson mengatakan bahwa menurut Alkitab, keturunan Abraham akan menerima tanah yang saat ini pada dasarnya mencakup seluruh Timur Tengah, dan bertanya kepada Huckabee apakah Israel berhak atas tanah tersebut.
Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,”
jawab Huckabee.
Meski demikian, Huckabee menambahkan bahwa Israel tidak berniat memperluas wilayahnya dan memiliki hak atas keamanan di tanah yang secara sah mereka kuasai.
Komentar tersebut pun segera memicu reaksi keras dari negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Liga Arab.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menggambarkan komentar Huckabee sebagai “retorika ekstremis” dan tidak dapat diterima, serta meminta Departemen Luar Negeri untuk mengklarifikasi posisinya.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut komentar Dubes AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya,”
kata Kemlu Mesir, dikutip dari Politico, Senin 23 Februari 2026.
Pernyataan seperti ini ekstremis dan tanpa dasar yang kuat, hanya akan memicu sentimen dan membangkitkan emosi keagamaan dan nasional,”
tulis Liga Arab.
Sementara itu, tidak ada komentar langsung dari Israel atau Amerika Serikat.
Diketahui, sejak didirikan pada tahun 1948, Israel tidak memiliki perbatasan yang sepenuhnya diakui. Perbatasannya dengan negara-negara Arab tetangga telah bergeser akibat perang, aneksasi, gencatan senjata, dan perjanjian damai.
Selama perang Timur Tengah enam hari tahun 1967, Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania, Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah.
Israel menarik diri dari Semenanjung Sinai sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Mesir setelah perang Timur Tengah tahun 1973. Israel juga secara sepihak menarik diri dari Gaza pada tahun 2005.
Israel telah berupaya memperdalam kendali atas Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa bulan terakhir.
Mereka telah memperluas pembangunan di pemukiman Yahudi, melegalkan pos-pos terdepan, dan melakukan perubahan birokrasi yang signifikan terhadap kebijakan mereka di wilayah tersebut.
Blokade AS
Presiden AS Donald Trump mengatakan, bahwa ia tidak akan mengizinkan Israel untuk mencaplok Tepi Barat dan telah memberikan jaminan kuat bahwa ia akan memblokir setiap upaya untuk melakukannya.
Selama beberapa dekade, warga Palestina telah menyerukan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sebuah tuntutan yang didukung oleh sebagian besar komunitas internasional.
Huckabee pun telah lama menentang gagasan solusi dua negara untuk Israel dan rakyat Palestina. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, ia mengatakan bahwa ia tidak percaya menyebut keturunan Arab dari orang-orang yang pernah tinggal di Palestina yang dikuasai Inggris sebagai “Palestina.”
Dalam wawancara terbaru, Carlson juga bertanya pada Huckabee tentang interpretasinya terhadap ayat-ayat Alkitab dari Kitab Kejadian, di mana ia mengatakan Tuhan menjanjikan Abraham dan keturunannya tanah dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.
Itu akan menjadi Levant, jadi itu akan mencakup Israel, Yordania, Suriah, Lebanon. Itu juga akan mencakup sebagian besar Arab Saudi dan Irak,”
kata Carlson.
Huckabee menjawab:
Saya tidak yakin kita akan sampai sejauh itu. Maksud saya, itu akan menjadi wilayah yang sangat luas.”
Israel telah menguasai lebih banyak wilayah sejak dimulainya perang dengan Hamas di Gaza.
Di bawah gencatan senjata saat ini, Israel menarik pasukannya ke zona penyangga tetapi masih menguasai lebih dari setengah wilayah tersebut. Pasukan Israel seharusnya mundur lebih jauh, meskipun kesepakatan gencatan senjata tidak memberikan jangka waktu.
Setelah Presiden Suriah Bashar Assad digulingkan pada akhir tahun 2024, militer Israel merebut kendali atas zona penyangga yang didemiliterisasi di Suriah yang dibuat sebagai bagian dari gencatan senjata tahun 1974 antara kedua negara.
Israel mengatakan, langkah itu bersifat sementara dan bertujuan untuk mengamankan perbatasannya. Israel masih menduduki lima pos di puncak bukit di wilayah Lebanon setelah perang singkatnya dengan Hizbullah pada tahun 2024.



