PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) tetap berjalan optimal selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. Melalui pembentukan Satgas RAFI (Ramadan dan Idul Fitri), Subholding Upstream Pertamina menjamin pasokan energi nasional tetap aman di tengah peningkatan aktivitas masyarakat.
Sebagai pengelola lebih dari 80 persen aktivitas hulu migas nasional, PHE memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan energi. Selain memastikan produksi stabil, distribusi migas juga dijaga melalui pengiriman kapal kargo dan jaringan pipa di berbagai wilayah operasi.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk memastikan kelancaran operasional.
Kami memastikan kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan optimal selama Ramadan dan Idul Fitri. Produksi dan distribusi energi nasional harus tetap terjaga,”
ujar Hermansyah dalam keterangan persnya, dikutip, Rabu 4 Maret 2026.
Operasi Tetap Agresif
Ia menuturkan, selama periode siaga, aktivitas pengeboran dan perawatan sumur tetap berjalan intensif. Di mana ada 113 sumur pengembangan tengah dibor dengan dukungan 73 unit drilling rig. Lalu, 5.310 pekerjaan workover dan well services dilaksanakan menggunakan 157 unit rig WOWS.
Di sisi eksplorasi, pengeboran juga dilakukan di sejumlah wilayah prospektif seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur guna menjaga keberlanjutan cadangan migas nasional.
Langkah ini menunjukkan bahwa periode Lebaran bukan alasan untuk melambatkan produksi, melainkan momentum menjaga stabilitas pasokan.
Selain itu, untuk meminimalkan risiko gangguan, PHE memperkuat kesiapan Emergency Response Organization (ERO) di seluruh unit operasi. Personel siaga non-emergency juga ditugaskan guna memastikan koordinasi tetap berjalan.
Penerapan fit to work (FTW), pengelolaan kelelahan pekerja, serta penguatan logistik pemboran menjadi bagian dari sistem pengamanan operasional.
Dengan skema ini, perusahaan optimistis kontribusi terhadap pasokan energi nasional selama Ramadan dan Idul Fitri tetap terjaga,”
jelasnya.
Komitmen Tata Kelola
Selain menjaga operasi, PHE menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery serta Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.
Dengan kesiapan teknis dan tata kelola tersebut, PHE membidik dua target sekaligus: menjaga produksi tetap stabil dan memastikan transisi menuju swasembada energi berjalan berkelanjutan.
