Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang RI dari stabil menjadi negatif.
Salah satu penyebabnya karena rendahnya potensi pendapatan negara pada 2026 dan 2027 dibandingkan negara-negara peers.
Adapun Fitch Ratings memproyeksikan rasio pendapatan pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 dan 2027 sebesar 13,3 persen.
Kami memperkirakan rasio pendapatan pemerintah terhadap PDB akan rata-rata 13,3 persen pada tahun 2026 dan 2027, di tengah ketidakhadiran upaya mobilisasi pendapatan yang signifikan,”
tulis Fitch dalam keterangannya Kamis, 5 Maret 2026.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, ia tidak bisa memberikan respons terkait hal tersebut. Namun, ia mengatakan penerimaan pajak pada awal 2026, yakni Januari-Februari.
Besok akan disampaikan secara detail oleh Pak Menteri, tapi saya akan spill sedikit Januari performance net revenue pajak itu 30,6 persen naik dari Januari berbeda sama tahun lalu year on year. Brutonya itu naik 7 persen, nah di Februari ini net revenue year on year, kalau Januari 30,6 persen, Februari itu 30,2 persen kenaikannya, sementara gross-nya (bruto) 19 persen,”
ujar Bimo dalam taklimat media di Kantor DJP, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Bimo menuturkan, dengan capaian realisasi tersebut pihaknya optimis kinerja pajak akan membaik kedepannya.
Ia berharap, target penerimaan pajak tahun ini bisa mencapai target, yang mana target penerimaan pajak 2026 dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun.
Tentu strateginya kami tidak hanya berburu di kebun binatang yang selalu dikritisi oleh teman-teman media maupun para pengamat gitu ya. Dengan adanya performance yang terbukti di Januari dan Februari tersebut sebagai basis yang bagus untuk kuartal I, ini memang kami sudah masuk ke intensifikasi dan ekstensifikasi,”
jelasnya.

