Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, S&P Global Ratings tidak akan mengubah peringkat kredit maupun outlook Indonesia dalam dua tahun ke depan. Kepastian ini disampaikannya usai bertemu dengan jajaran S&P di Amerika Serikat pada beberapa waktu lalu.
Purbaya mengaku, sempat terkejut dengan hasil yang diumumkan oleh S&P. Pasalnya, lembaga internasional itu menjamin peringkat kredit RI pada level BBB dengan outlook stabil.
Intinya apa dia bilang, rating kamu tidak berubah BBB outlook stabil. Wah, saya bilang terima kasih, kan saya kelihatan agak kaget kan. Dia bilang kamu kelihatannya kaget kamu mengharapkan turun ya gitu dia bilang. Enggak, saya bilang terima kasih,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip, Rabu, 22 April 2026.
Adapun dalam pertemuan itu, Purbaya mengatakan bahwa S&P menjamin tidak akan ada perubahan selama dua tahun kedepan. Bahkan, pada bulan Juni 2026, S&P akan berkunjung ke Indonesia.
Terus dia nanya lagi sama saya kamu tahu itu apa artinya? Enggak, saya nggak tahu coba tolong jelaskan kan kita nanya gitu belaga bego. Keluar dari dia, itu artinya selama dua tahun ke depan rating peringkat kamu nggak akan berubah. Tapi Juni saya akan datang ke sini, ke Indonesia ketemu kamu lagi,”
jelasnya.
Namun, dalam pertemuan di Juni mendatang, Purbaya mengatakan bahwa hanya akan melakukan diskusi terkait kondisi perekonomian RI.
Jadi bukan untuk pembaruan, untuk diskusi aja, apakah kita menjalankan apa yang saya ceritakan pada waktu dengan konsisten sampai bulan Juni nanti. Tapi ancaman-ancaman itu nggak ada,”
katanya.
Adapun terkait sorotan S&P, atas rasio bunga utang pemerintah Indonesia terhadap pendapatan yang telah berada di atas 15 persen. Purbaya menyatakan, pemerintah akan melakukan perbaikan agar penerimaan pajak semakin deras.
Saya akan betulin pajaknya. Jadi bentar lagi pajak akan kita gebrak-gebrak lagi supaya performanya lebih bagus, walaupun sekarang lebih bagus,”
terangnya.


