Bank Indonesia (BI) merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini. Ekonomi dunia diproyeksi melambat ke 3 persen, dan inflasi naik ke 4,2 persen akibat memburuknya perang di Timur Tengah.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan memburuknya perang di Timur Tengah telah memangkas prospek perekonomian global. Ia menyoroti, kenaikan harga minyak dunia yang diikuti dengan disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara yang semakin dalam.
Prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2026 makin melambat menjadi 3 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,1 persen,”
ujar Perry dalam konferensi pers Rabu, 22 April 2026.
Selain itu, Perry memproyeksi inflasi global pada 2026 akan lebih tinggi menjadi 4,2 persen, dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,1 persen. Kondisi ini katanya, akan semakin mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter global.






