Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut.
Sebab, dalam forum BoP Trump malah mengibarkan bendera perang bersama Israel melawan Iran.
Dalam pernyataan Anies melalui postingan di akun instagramnya, ia menegaskan Indonesia seharusnya memilih forum yang selaras dengan prinsip membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan memperjuangkan keadilan global.
Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja. Bebas aktif adalah kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita, yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan,”
ujar Anies dalam postingannya dikutip, Sabtu, 7 Maret 2026.
Anies kembali mengingatkan, Indonesia lahir dari penolakan terhadap penjajahan sebagaimana dalam amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan, menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Reputasi Indonesia juga dikenang luas sebagai pelopor solidaritas negara berkembang melalui Konferensi Asia Afrika 1955 serta peran dalam Gerakan Non-Blok, menurut Anies hal itu membuat Indonesia menjadi negara dunia ketiga yang disegani.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mempertanyakan kredibilitas BoP pasca Amerika Serikat dengan Israel melakukan agresi militer terhadap Iran.
Tindakan AS bertentangan dengan mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas kematian pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa, ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia,”
ujar Anies.
Desak Keluar Dari BoP
Lanjut Anies, ia juga mendesak agar Indonesia keluar dari keanggotaan BoP dengan memanfaatkan situasi di Timur Tengah yang saat ini masih berkecamuk.
Menurutnya keluar dari forum tersebut bukan berarti Indonesia bersikap anti-perdamaian.
Keluar dari Board of Peace bukan tindakan anti-perdamaian, melainkan cara kita menunjukkan bebas aktif bukan soal mendekat ke pusat kekuasaan, tetapi soal kesetiaan pada nurani bangsa,”
tambah Anies.

