Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 24 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / IJTI Tolak Perjanjian Perdagangan RI-AS, Ancaman Pers Nasional dan ‘Karpet Merah’ Big Tech
Nasional

IJTI Tolak Perjanjian Perdagangan RI-AS, Ancaman Pers Nasional dan ‘Karpet Merah’ Big Tech

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 12, 2026 10:12 am
Adi Briantika
Ivan
Share
Gambar ilustrasi aktifitas kerja wartawan/jurnalis (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi aktifitas kerja wartawan/jurnalis (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) merespons draf Perjanjian Perdagangan antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat, perihal Section 3: Digital Trade and Technology.

IJTI menilai kesepakatan tersebut merupakan langkah mundur yang tidak seimbang dan berpotensi menjadi “lonceng kematian” bagi ekosistem media massa nasional.

Berdasar siaran pers yang diterbitkan pada Rabu, 11 Maret 2026, IJTI menilai pasal-pasal dalam perjanjian itu secara sistematis melucuti instrumen perlindungan negara terhadap industri media domestik dan justru memberikan karpet merah bagi dominasi platform global (Big Tech).

Perjanjian ini mencerminkan kegagalan Pemerintah dalam memahami anatomi industri media modern. Dengan membatasi ruang gerak regulasi domestik, pemerintah secara tidak langsung membiarkan pers nasional menjadi objek eksploitasi imperialisme digital platform global,”

kata Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan.

Poin krusial lain yang disorot ialah sebagai berikut:

  1. Imunitas Ekonomi Big Tech: Pasal 3.1 dan 3.5 melarang pajak layanan digital dan bea masuk transmisi elektronik. Hal ini memicu persaingan usaha yang tidak sehat karena saat media nasional patuh pada aturan pajak lokal, platform global justru mendapat imunitas ekonomi. Hal ini menciptakan persaingan usaha tidak sehat.
  2. Hilangnya Kedaulatan Algoritma: Pasal 3.4 melarang pemerintah menuntut akses pada kode sumber (source code) dan algoritma, yang dianggap sebagai penyerahan kedaulatan informasi. Media nasional terancam terus menjadi tawanan algoritma platform global yang kerap meminggirkan berita kredibel demi traffic.
  3. Ancaman terhadap Perpres Publisher Rights: Kesepakatan ini berpotensi memandulkan regulasi Publisher Rights (Perpres Nomor 32 Tahun 2024). Pembatasan instrumen perlindungan ini dapat meruntuhkan kemandirian ekonomi media nasional karena akan kehilangan sumber pendapatan utama di ruang digital.
  4. Risiko Keamanan dan Arus Informasi Unilateral: Kolaborasi keamanan siber dan aliran data lintas batas yang diatur tanpa proteksi kuat bagi industri lokal hanya akan menjadikan Indonesia sebagai pasar data mentah, tanpa ada nilai tambah bagi penguatan ekosistem informasi dalam negeri.

Merespons ancaman tersebut, IJTI mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil sikap tegas. Terdapat empat tuntutan utama yang diajukan:

  1. Moratorium dan Kaji Ulang: Pemerintah dituntut segera mengkaji ulang pasal-pasal dalam Section 3 dan tidak mengorbankan pilar keempat demokrasi demi kepentingan perdagangan jangka pendek.
  2. Jaminan Persaingan Sehat (Level Playing Field): Memastikan setiap perjanjian internasional tetap memberi ruang bagi regulasi afirmatif (seperti pajak digital dan pembagian pendapatan yang adil) untuk melindungi media lokal dari monopoli.
  3. Perlindungan Kedaulatan Informasi: Menempatkan keberlanjutan media nasional sebagai kepentingan nasional yang vital agar arus informasi tidak sepenuhnya dikendalikan oleh entitas asing.
  4. Pelibatan Komunitas Pers: Mengajak Dewan Pers, organisasi profesi jurnalis, dan asosiasi perusahaan media dalam setiap perundingan internasional yang berdampak pada lanskap media digital di Indonesia.

Pers yang sehat adalah syarat mutlak bagi demokrasi yang kuat. Jangan biarkan pers nasional runtuh di bawah kaki raksasa teknologi global demi sebuah perjanjian yang tidak adil,”

tegas Herik.

Suara Dewan

Tak hanya itu, Dewan Pers pun merespons dampak penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat ini.

Melalui Surat Pernyataan Nomor: 04/P-DP/III/2026 yang diterbitkan pada 11 Maret 2026, instansi itu menyoroti dua pasal yang berpotensi mematikan keberlangsungan pers nasional.

Poin pertama yang disoroti oleh Dewan Pers perihal ketentuan investasi asing yang diatur dalam Pasal 2.28 perjanjian ART.

Pasal ini meminta Indonesia untuk mengizinkan investasi asing dari Amerika Serikat tanpa adanya pembatasan kepemilikan di beberapa sektor, yang salah satunya adalah penerbitan.

Dengan ketentuan ini, maka modal asing untuk sektor media akan dibuka hingga 100 persen dan khusus bagi investor asal Amerika Serikat. Hal ini tidak sejalan dengan sejumlah regulasi di Indonesia.

Pasal 17 Undang Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran membolehkan modal asing di lembaga penyiaran maksimal adalah 20 persen. Kemudian, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga membuka peluang adanya modal asing di media melalui pasar modal, namun kepemilikannya tidak boleh mayoritas,”

kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

Poin kedua yang menjadi sorotan adalah Pasal 3.3 ART yang mengatur relasi antara platform digital Amerika Serikat dengan media di Indonesia.

Klausul ini meminta Pemerintah Indonesia “menahan diri” dari mewajibkan penyedia layanan digital asal AS untuk mendukung organisasi berita lokal melalui lisensi berbayar, model bagi hasil, maupun berbagi data pengguna.

Ketentuan ini dinilai secara langsung menganulir Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Pasal 5 dan Pasal 7 dalam Peraturan Presiden tersebut secara tegas mewajibkan platform digital untuk bekerja sama dengan perusahaan pers melalui lisensi berbayar, bagi hasil, dan berbagi data agregat.

Tag:Ancaman Pers NasionalijtiIndustri Media DomestikMedia MassaPerjanjian Perdagangan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pusat wisata sekaligus memantau persiapan pengamanan arus balik di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa, 24 Maret 2026.
Nasional

Tinjau Arus Balik di Bali, Kapolri Instruksikan Mitigasi Cuaca Ekstrem

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan optimal dan memitigasi potensi cuaca ekstrem selama periode arus balik Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolri usai meninjau…

By
Adi Briantika
Ivan
4 Min Read
Ilustrasi mudik lebaran dengan kereta (sumber: PT KAI)
Nasional

Arus Balik Membludak: Tiket KA Jarak Jauh Ludes, Penumpang Tembus 101% dari Kapasitas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sebanyak 4.195.627 tiket sudah terjual pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk Kereta Api Jarak Jauh tiket yang terjual mencapai 3.616.273 tiket…

By
Anisa Aulia
Dusep
4 Min Read
Alat mengecek darah tinggi.
Kesehatan

Waspada! Penyakit Mengintai Usai Lebaran, Kolesterol dan Gula Darah Melonjak

Lebaran identik dengan hidangan berlemak, bersantan, dan tinggi gula. Pola makan yang berubah drastis selama hari raya, ditambah kebiasaan makan berlebihan, membuat tubuh perlu beradaptasi kembali ke ritme normal. Kondisi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Rekayasa One Way Lokal di Tol Semarang-Kalikangkung Diberlakukan

Kepadatan mulai terjadi pada arus balik di Jalan Tol Semarang pada Selasa,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
59 menit lalu
Warga mengarak Ogoh-ogoh jelang Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali
Nasional

Konflik Global Ancam Devisa Pariwisata Hingga Rp184 Miliar Sehari, Kemenpar Siapkan Langkah Ini

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 jam lalu
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Nasional

Macet Horor 45 Km di Gilimanuk, Pemerintah Didesak Perluas Mudik Gratis ke Jawa Timur

Pelaksanaan mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Gilimanuk di Bali mengalami kelumpuhan parah dengan…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
5 jam lalu
Pengendara melintasi jalan Tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin (23/3/2026).
Nasional

Puncak Arus Balik 2026 Diprediksi Padat, Menhub Siapkan Cara Ini Lancarkan Lalin

Menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi dalam beberapa gelombang…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up