Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part II) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?
Nasional

(Part II) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 25, 2026 4:51 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). GoTo berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan menggelar program mudik gratis, GoMudik yang memfasilitasi mitra pengemudi Gojek dan keluarga untuk pulang kampung dengan lima kota tujuan dan diikuti sekitar 4 ribu peserta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc)
SHARE

Perubahan Pola Pemesanan

Di sisi lain, salah satu perusahaan ojek online terbesar di Indonesia, Gojek memberi tanggapan terkait ‘Krisis ojol’ yang belakangan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya.

Daftar isi Konten
  • Perubahan Pola Pemesanan
  • Bisnis Kapitalis!
  • Perpres Lemah, Pemerintah Harus Turun Tangan

Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan mengatakan, pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, pihaknya mendapati adanya perubahan pola pemesanan atau lonjakan tingkat permintaan pada jam-jam sibuk, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta.

Jam sibuk dimulai lebih awal dibanding hari-hari lainnya di luar bulan Ramadan, yakni sejak pukul 15.30, hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB.

Sedangkan pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,”

ujar Bambang.

Dijelaskannya, data internal Gojek pada tahun 2025 menunjukkan bahwa para mitra kembali beraktivitas secara bertahap dalam minggu pertama hingga kedua setelah Hari Raya Idulfitri, seiring dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat usai masa libur. 

Di luar hal-hal tersebut, faktor eksternal seperti cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan Mitra Driver.

Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,”

ujar Bambang dalam keterangan resminya.
(Part I) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya menghimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan proses pemesanan maupun perencanaan perjalanan.

Dari sisi mitra driver, pihaknya akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra.

Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu.

Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idulfitri. Gojek senantiasa berkomitmen untuk memastikan kemudahan dan kenyamanan pengguna saat menggunakan layanan kami, serta di saat yang sama menawarkan ekosistem yang memberikan kesempatan bagi mitra driver mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan,”

tutur Bambang.

Bisnis Kapitalis!

Sementara itu, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno memberikan tanggapan keras terkait ‘krisis ojol’ selama Ramadan. Ia pun mewajari tindakan yang dilakukan oleh para pengemudi ojol karena potongan biayanya yang sangat besar,

Miris, itu bisnis kapitalis,”

tegas Djoko.

Djoko mengatakan, sejak awal ia tidak setuju dengan adanya aplikasi ojek online yang dikelola oleh swasta. Menurutnya, tidak wajar ketika perusahaan mengambil keuntungan hingga 40 persen.

Dari dulu nggak setuju, sampai sekarang nggak ada aplikasi, nggak punya aplikasi online, karena saya menentang, karena itu bisnis kapitalis,” 

tegas Djoko.

Di tengah ‘krisis ojol’ ini, menurut Djoko masyarakat sudah sangat ketergantungan. Padahal masih bisa mengandalkan angkutan umum, apalagi angkutan umum saat ini sudah bagus dan terintegrasi hingga ke kampung-kampung.

Saran Djoko, di tengah ‘krisis ojol’ ini masyarakat sebaiknya menggunakan angkutan umum. Pasalnya sudah banyak angkutan umum yang sudah terintegrasi dan bagus. Menurutnya kehadiran ojek online justru sudah merusak kota Jakarta.

Di Jakarta tuh orang (driver ojol) tidur di tepi jalan, kan kasihan. Ya habis gimana, lapangan pekerjaan nggak diciptakan,”

ucapnya. 

Perpres Lemah, Pemerintah Harus Turun Tangan

Terkait Perpres Ojol yang diajukan oleh pihak asosiasi ojek online, Djoko justru pesimis untuk diterbitkan oleh pemerintah. Pasalnya menurut Djoko benturannya sangat banyak dan dasar hukumnya tidak kuat.

Nggak usah Perpres-perpresan udah, pemerintah ambil alih aja. Kalau cuma Pepres nggak mempan, nanti kalau Perpres itu digugat lagi, bubar nggak kuat lho pemerintah, karena ini kan online, online ini cuma cara, nggak punya kekuatan hukum,” 

kata Djoko.

Menurut Djoko, salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah terkait ‘krisis ojol’ ini adalah pemerintah mengambil alih aplikasi tersebut. Dengan begitu, pemerintah bisa melakukan pembatasan dengan tidak semua orang bisa menjadi pengemudi ojek online.

Kalau sekarang kan cuma bikin aplikator senang, dia yang penting anggota, tapi bagi pengemudi engap-engapan, harus dibatasilah. Kalau pemerintah kan bisa melakukan pembatasan, nanti daerah yang atur,”

ucapnya.

Menurut Djoko, dengan adanya ‘krisis ojol’ ini, menjadi peringatan untuk perusahaan ojek online agar tidak semena-mena memotong tarif. Menurutnya, paling tidak tarif yang dipotong maksimal 10 persen.

Mereka bilang mau kasih uang Lebaran, paling berapa sih Rp50 ribu. Dan harus ada pembatasan. Negara juga nggak boleh menganggap ojek online ini sebagai lapangan pekerjaan, bukan, itu sampingan. Kecuali ditata dengan baik jumlahnya sekian, ini kan nggak bisa mensejahterakan. Kasihan aja, ini kerjaan sementara aja,”

tandasnya.

Tag:EditorialgojekGrabmaximojek onlineOjolSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
1
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
2
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
3
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil.
Nasional

Bahas TKD 2027, Banggar DPR: Wilayah 3T Sering Disebut Tapi Tak Terpetakan 

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti penanganan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
7 jam lalu
Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

DPR Bongkar Fakta Mengejutkan! Hanya 30 Persen Daerah di Indonesia yang Fiskalnya Kuat

Skema Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) kembali jadi sorotan di Gedung parlemen,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Nasional

Prabowo Sebut Ada Tambang Ilegal Beroperasi 8 Tahun, Negara ke Mana?

Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pertambangan ilegal yang masih marak terjadi di…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
8 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan kesepakatan penerapan tarif komisi baru untuk layanan transportasi roda dua
Nasional

Komisi Ojol Resmi Ditekan Delapan Persen, Efektif Mulai 1 Juli 2026

Polemik potongan komisi pengemudi ojek online akhirnya menemui titik terang. Wakil Ketua…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up