Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 27 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Jika Harga Minyak US$90 per Barel, Subsidi Energi Berpotensi Bengkak Rp260 Triliun
Ekonomi Bisnis

Jika Harga Minyak US$90 per Barel, Subsidi Energi Berpotensi Bengkak Rp260 Triliun

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 26, 2026 10:23 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
SHARE

Konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran telah membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Harga minyak bahkan sudah melebihi asumsi makro 2026 yang dipatok sebesar US$70 per barel.

Pengamat Energi, Bisman Bakhtiar mengatakan jika harga minyak terus bertahan di sekitar US$90 per barel, maka beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi membengkak hingga Rp260 triliun pada tahun ini. Dalam APBN 2026, subsidi dan kompensasi energi dipatok sebesar Rp381,3 triliun.

Jika harga minyak bertahan di sekitar US$90 per barel, maka beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi membengkak lebih kurang Rp260 triliun, dan jika sampai harga US$100 per barel maka subsidi bisa sampai Rp320 triliun,”

ujar Bisman saat dihubungi owrite Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut Bisman, tanpa pengendalian konsumsi maka beban subsidi tahun ini akan melebar. Sehingga menurutnya, ada dua opsi yang bisa dilakukan oleh pemerintah yakni menambah anggaran subsidi atau menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Jadi tanpa pengendalian konsumsi, deviasi dari asumsi APBN akan makin besar. Hanya ada dua opsi, yakni tetap menambah subsidi energi di APBN atau penyesuaian/menaikkan harga BBM,”

tuturnya.

Bisman mengatakan, memang penyesuaian harga BBM subsidi bisa menjadi opsi. Akan tetapi memiliki risiko sosial dan membuat inflasi melonjak.

Penyesuaian harga BBM subsidi bisa menjadi opsi, tetapi berisiko sosial dan inflasi bahkan bisa merembet ke politik sehingga perlu sangat hati-hati,”

tuturnya.

Sementara itu, jika pemerintah memilih opsi menambah subsidi Bisman menilai, kemampuan APBN saat ini justru sangat terbatas. Hal ini karena pemerintah harus membiayai program prioritas salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sedangkan jika terus menambah subsidi kemampuan anggaran APBN sangat terbatas, apalagi dalam kondisi defisit dan tetap harus membiayai program-program prioritas pemerintah. Jadi menambah anggaran subsidi juga akan memberatkan,”

tuturnya.

Dengan demikian, Bisman menilai jalan yang bisa ditempuh pemerintah adalah dengan memperketat sasaran target penerimaan subsidi, pembatasan volume, hingga diversifikasi energi.

Alternatifnya adalah memperketat targeting subsidi, pembatasan volume, serta mendorong efisiensi dan diversifikasi energi. Walaupun pada saat tertentu nanti tidak bisa dihindari untuk penyesuaian harga BBM,”

katanya.

Melansir CNBC, harga minyak naik pada Kamis, setelah Iran memberi sinyal bahwa pihaknya tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Meskipun Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan bahwa usulan AS untuk mengakhiri perang sedang ditinjau oleh pejabat senior di Teheran.

Adapun harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional, naik 1,21 persen menjadi US$103,46 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Amerika Serikat atau West Texas Intermediate (WTI) naik 1,35 persen menjadi US$91,54 per barel.

Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan bahwa dari hitungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) realisasi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) per 11 Maret masih di sekitar US$68 per barel. Sehingga katanya, harga minyak dunia masih berada dalam target asumsi makro 2026 yang sebesar US$70 per barel.

Berdasarkan estimasi kami, realisasi ICP secara average year to date hingga 11 Maret 2026 sekitar US$68 per barel, ini sudah memasukkan kenaikan yang US$120 per barel yang sebentar itu ya. Ini masih dibawa asumsi APBN yang ditetapkan sebesar US$70 dolar per barel,”

ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA.

Purbaya mengatakan, dengan realisasi itu fiskal masih memiliki ruang untuk mengantisipasi risiko kenaikan harga minyak dalam pelaksanaan APBN 2026. 

Kemarin banyak yang nanya tuh harga minyak sudah US$100 per barel, apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya? Belum, karena kalau dari sini sampai kemarin masih US$68 per barel,”

jelasnya.
Tag:APBNAS-Israel vs IranBBMBrentHarga MinyakMBGSubsidi energiWTI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Cek Tol dan Temukan Fakta Ini
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi bus di jalan tol.
1
Demo 27 Agustus 2026 di DPR/MPR: Ini Daftar Aliansi dan Tuntutannya
By Ani Ratnasari
Peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta melakukan aksi damai di depan Gedung Parlemen, Jakarta,
2
Honda Accord Generasi Terbaru Segera Meluncur, Desain Makin Sporty dan Hybrid Lebih Irit
By Hadi Febriansyah
Ilustrasi Honda Accord
3
Asap Karhutla Bikin Palembang Sesak: 9.313 Kasus ISPA Tercatat hingga Agustus 2026
By Syifa Fauziah
Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
4
Saat Bantuan Menipis di Pengungsian: Gempa NTT Buka Borok Penanganan Bencana
By Syifa Fauziah
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ungkap Nasib Pertalite Bakal Dibatasi Buat Desil 9-10, Sistem Lagi Dibuat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait rencana pembatasan pembelian Bahan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
11 jam lalu
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
Ekonomi Bisnis

Himbara Mulai Kekeringan Likuiditas, Calon Deputi Gubernur Senior BI Ungkap Sebabnya

Calon Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengakui…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 jam lalu
Suasana uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) bersama Komisi XI DPR.
Ekonomi Bisnis

Calon Bos BI Destry Ungkap Jurus Baru Jaga Rupiah dan Hadapi Gejolak Pasar Global

Kebijakan Lalu Lintas Devisa atau LLD akan menjadi salah satu perhatian calon…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
Ekonomi Bisnis

Visi Calon Deputi Gubernur Senior, Mau BI Jadi Bank Sentral Terbaik di Negara Berkembang 

Calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengungkapkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up