Fenomena El Nino “Godzilla” kembali menjadi sorotan karena dampaknya yang tidak hanya memicu kekeringan ekstrem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat secara luas.
Peningkatan suhu yang signifikan dan berkurangnya curah hujan membuat kualitas udara menurun, memperbesar risiko gangguan pernapasan, dehidrasi, hingga heatstroke, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Ahli Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman, M.Sc.PH potensi El Nino Godzilla ini sangat berdampak pada kesehatan karena berhubungan langsung dengan fase pancaroba yang disebut dengan stress thermal atau heat stress akibat suhu tinggi mengakibatkan dehidrasi.
Juga menyebabkan heat stroke dan tentu akan berdampak pada penurunan produktivitas dan gangguan fungsi kardiovaskuler risiko meningkat, terutama pada lansia, anak, khususnya di bawah 5 tahun dan juga pekerja di ruang bebas, di jalan seperti polisi, petugasbersih, atau bahkan pekerja-pekerja lain yang di luar ruangan,”
ujar dr Dicky kepada owrite, Jumat 27 Maret 2026.
Selain itu, lanjut dr Dicky, fenomen ini juga berdampak pada perubahan pola penyakit infeksi karena perubahan suhu dan kelembapan, yang mempengaruhi faktor nyamuk.
Munculnya penyakit yang berkaitan dengan nyamuk dan lalat akan menjadi lebih mudah terjadi. Adanya fluktuasi hujan, ini yang juga meningkatkan breathing site, atau tempat berkembang biaknya dari nyamuk,”
ujarnya.
Dokter Dicky menambahkan dampak lainnya adalah penurunan kualitas udara sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan juga peparan dari PM2.5. Artinya polutan dan berdampak langsung ke penyakit kronik.
Adanya gangguan sistem imun yang juga bisa terjadi karena fluktuasi suhu ekstrem ini menurunkan respon imun mukosa dan juga akan memicu peningkatan infeksi saluran nafas,”
jelasnya.
Sementara itu, masalah kesehatan yang banyak muncul saat ini dari pola epidemiologi pancaroba yang dominan adalah penyakit infeksi, influenza, ISPA, atau DBD. Kasus DBD meningkat terutama saat hujan.
Jadi selain tadi penyakit infeksi, ada juga penyakit terkait panas. Terkait panas ini ada bentuk heat exhaustion ataupun heat stroke dan ada dehidrasi akut. Dan juga exacerbasi penyakit jantung,”
ucapnya.
Untuk itu, dr Dicky mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan beberapa langkah saat menghadapi cuaca panas.
Masyarakat bisa manahemen paparan panas, hindari aktivitas di luar ruangan khususnya di jam 10 sampai jam 3 sore.
Gunakan sunscreen dan pelindung seepertu topi, baju lengan panjang yang menyerap keringat,”
katanya.
Jangan lupa untuk konsumsi air putuh 2-2,5 liter per hari. Dengan begitu tubuh tetap terhidrasi dan tidak menyebabkan penyakit lain.

