Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menyoroti bahwa kondisi geopolitik global saat ini mulai berdampak pada sektor energi nasional. Tekanan tersebut terlihat dari terganggunya pasokan energi serta kenaikan harga energi di pasar internasional yang ikut memengaruhi kondisi dalam negeri.
Di tengah situasi yang tidak menentu, Dony menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menggunakan energi secara bijak dan efisien.
Tapi dari pihak pengguna juga masyarakat, marilah kita mencoba berhemat. Kalau tidak perlu kemana-mana lebih baik kita di rumah saja supaya penggunaan energi bisa kita kurangi,”
ujar Dony saat meninjau di Lokasi Terminal LPG Tanjung Sekong, Kamis, 2 Maret 2026.
Dony juga mengingatkan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor energi, baik dalam bentuk bahan bakar maupun minyak mentah. Kondisi ini membuat sektor energi nasional rentan terhadap gejolak global, termasuk konflik di kawasan strategis seperti Timur Tengah.
Kita harus jujur bahwasannya memang dampak dari geopolitik ini atau perang yang terjadi di Timur Tengah ini membuat tersendatnya pasokan dari energi bagi negara kita hari ini,”
tegasnya.
Dampak Ganda: Pasokan dan Harga Energi
Menurut Dony, dampak dari situasi global tidak hanya dirasakan dari sisi ketersediaan energi, tetapi juga lonjakan harga. Fluktuasi harga energi dunia secara langsung memberikan tekanan pada harga energi di dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga energi, khususnya untuk jenis yang mendapatkan subsidi seperti BBM dan LPG. Kebijakan ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa mengakses energi dengan harga yang terjangkau.
Terutama BBM yang bersubsidi dan juga LPG yang bersubsidi. Ini pemerintah supaya masyarakat jadi tenang dan ini juga pemerintah menahan harga itu dalam posisi yang saat ini ada harganya,”
jelas Dony.
Harga Energi Non-Subsidi Ikuti Pasar Global
Dony menambahkan bahwa harga energi non-subsidi memang mengikuti mekanisme pasar internasional. Oleh karena itu, perubahan harga minyak dunia akan berdampak langsung pada harga di dalam negeri.
Kita harus sadar bahwa BBM yang non-subsidi memang sudah setiap saat harganya naik turun karena mengikuti harga pasar dunia,”
pungkas Dony.
Dengan kondisi global yang dinamis, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional. Penggunaan energi yang hemat dan efisien dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pasokan dan menjaga stabilitas di masa mendatang.


