Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengadaan 25.000 unit motor listrik. Pembelian motor dilakukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan hingga saat ini motor belum didistribusikan kepada pihak terkait. Sebab, harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,”
ujar Dadan dalam keterangannya dikutip Rabu, 8 April 2026.
Dadan menuturkan, proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
Ia menyatakan, terkait isu bahwa jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit adalah tidak benar.
Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,”
katanya.
Lantas berapa harga motor yang dibeli oleh BGN?
Adapun berdasarkan video yang viral di media sosial terlihat ribuan motor listrik bergaya trail tersusun rapi dalam kondisi masih terbungkus plastik dan terdapat logo BGN.
Motor itu diduga kuat merupakan model Emmo JVX GT, yang mana juga sudah tercantum dalam katalog pengadaan pada portal Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Dilansir dari laman resmi Inaproc, motor Emmo JVX GT disediakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal yang berlokasi di Jakarta Barat.
Motor ini dibandrol seharga Rp49,95 juta sudah termasuk PPN 12 persen. Motor ini dijelaskan merupakan Produk Dalam Negeri (PDN), dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 48,5 persen.
Sementara itu, bila melansir laman resmi Emmo, untuk motor listrik Emmo JVX GT dijual seharga Rp56,8 juta.
Motor listrik ini bertenaga hingga 7000 W dengan jarak tempuh 70 km. Kemudian fast charging 30 persen hingga 80 persen dalam waktu 1 jam, dan desain tangguh untuk jalan raya maupun off-road.



