Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Anette Mau, mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibuat oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program MBG tersebut merupakan bagian dari mengembalikan modal politik.
Jelas memang Ini adalah proyek untuk mengamankan posisi penguasa saat ini untuk pertarungan 2029 yang sebenarnya menjadi jelas di mata rakyat bahwa mereka tidak bekerja untuk kesejahteraan rakyat,”
ujar Anette kepada owrite.id.
Anette mengatakan pemerintah yang baru berjalan sejak 2024 lalu masih ingin mengamankan posisi untuk 2029. Padahal menurutnya, setelah menang dipilih rakyat harus kerja yang benar.
Seharusnya menang 2024 kerja dulu nih yang bener sampai 2029, punya modal untuk jualan lagi, istilah kata menjual ide, menjual gagasan gitu di 2029, ini nggak, jadi ini memang upaya untuk mengamankan (posisi),”
jelasnya.
Ia pun dengan tegas mendesak pemerintah untuk secara serius mempertimbangkan untuk menghentikan MBG dan mengevaluasi ulang moratorium total seluruh proses tata kelola dan pelaksanaan MBG.
Jika memang masih mau dilanjutkan, harus rombak total dalam arti jangan top down, bukan sistemnya siapa punya modal lalu buka dapur, tapi lakukanlah ini sebagai satu program yang akan menggerakkan ekonomi sirkular masyarakat.
Manfaatkan para penyuluh posyandu puskesmas yang digandeng ada kelurahan, kecamatan, pemda setempat. Prosesnya bisa dievaluasi di rumah sakit umum setempat, sehingga daerah itu ekonominya hidup,”
tandasnya.



