Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 1 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan
Nasional

Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Mei 28, 2026 1:49 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Dugaan skandal pemalsuan identitas dan riset
Dugaan skandal pemalsuan identitas dan riset (Foto: threads/ @mandharabrasika)
SHARE

Jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan skandal pemalsuan identitas dan riset palsu yang menyeret sejumlah peneliti asal Indonesia di konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Daftar isi Konten
  • Modus Menggunakan Identitas Palsu
  • Dugaan Gunakan AI untuk Membuat Riset Palsu
  • Kenapa Bisa Lolos?
  • Diduga Bukan Kasus Pertama
  • Nama Indonesia Dipertaruhkan

Kasus ini mencuat setelah penelitian Universitas Udayana, Ida Bagus Madhara Brasika, menggungah dugaan pemalsuan hasil riset dalam konferensi ISPPD 2026 di akun media sosialnya pada 25 Mei 2026.

ISPPD merupakan konferensi internasional bergengsi yang mempertemukan para ahli pneumonia, vaksin, dan kesehatan global dari berbagai negara.

Namun, alih-alih membawa prestasi, beberapa peserta asal Indonesia justru diduga melakukan penipuan akademik dalam sekala besar.

Modus Menggunakan Identitas Palsu

Sementara itu, yang membuat publik tercengang, adanya dugaan penipuan bukan sekadar soal manipulasi data penelitian. Tapi salah satu peserta disebut melakukan pemalsuan identitas secara langsung di lokasi konferensi.

Modusnya dinilai nekat, seorang perempuan diduga mengganti jilbab, memakai nametag berbeda, lalu melakukan presentasi ulang menggunakan identitas lain untuk membawakan penelitian berbeda.

Tak hanya itu, sejumlah nama penelitian yang tercantum dalam paper juga mulai dipertanyakan. Ada dugaan beberapa nama penulis sebenarnya fiktif.

Setelah di telusuri, ternyata nama anggota keluarga seperti ibu dan adik kandung peserta ikut dicantumkan sebagai peneliti dalam karya ilmiah tersebut.

Dugaan Gunakan AI untuk Membuat Riset Palsu

Sejumlah unggahan yang viral di TikTok, Threads, hingga Instagram menyebut penelitian yang dipresentasikan diduga merupakan hasil fabrikasi berbasis Artificial Intelligence (AI).

Data penelitian disebut tidak pernah ada. Gambar, grafik, hingga isi tulisan diduga dibuat menggunakan AI agar terlihat meyakinkan di hadapan peserta konferensi internasional.

Baca juga:
Mengenal Konsep Hygge, Gaya Hidup Sederhana ala Denmark yang Mengutamakan… Belakangan ini, istilah hygge semakin sering dibicarakan, terutama di media sosial dan…
Skandal Riset Palsu Terkuak, Kemdikti Ancam Seret Pelaku ke Ranah… Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, memastikan pemerintah…
Chairman BP Albert Manifold Dipecat Mendadak Usai 8 Bulan Menjabat,… Chairman BP, Albert Manifold diberhentikan dari jabatannya setelah delapan bulan menjabat. Pencopotan…
  • Mengenal Konsep Hygge, Gaya Hidup Sederhana ala Denmark yang Mengutamakan Kenyamanan
  • Skandal Riset Palsu Terkuak, Kemdikti Ancam Seret Pelaku ke Ranah Pidana
  • Chairman BP Albert Manifold Dipecat Mendadak Usai 8 Bulan Menjabat, Ada Skandal…

Beberapa penelitian bahkan dianggap tidak masuk akal karena mengklaim melakukan riset di berbagai negara seperti peru, Ethopia, Bangladesh, Lebanon, hingga Sudan Selatan tanpa kolaborasi lokal maupun rekam jejak penelitian yang jelas.

Nama Rifaldy Fajar, Prihatini, dan Rini Winarti ikut ramai dibicarakan di media sosial terkait dugaan penggunaan identitas berbeda saat presentasi ilmiah.

Warganet juga menemukan sejumlah kejanggalan lain, mulai dari nama penulis yang diduga fiktif hingga afiliasi kampus dan lembaga yang tidak ditemukan keberadaannya.

Ada pula dugaan penggunaan gelar akademik yang belum dimiliki, termasuk pencantuman jurusan yang sebenarnya tidak ada di universitas tertentu.

Salah satu identitas bahkan disebut menggunakan gelar ‘doktor’ meski diduga belum pernah menyelesaikan pendidikan doktoral.

Kenapa Bisa Lolos?

Banyak publik bertanya-tanya bagaimana penelitian yang disebut palsu itu bisa lolos hingga dipresentasikan di konferensi internasional.

Salah satu warga dengan akun Tiktok @ceo.keycil yang pernah mengikuti konferensi internasional menjelaskan bahwa, banyak forum akademik global pada tahap awal seleksi hanya meminta abstrak penelitian saja, bukan full paper lengkap.

Akibatnya, verifikasi mendalam terhadap data penelitian sering kali belum dilakukan sebelum presentasi berlangsung.

Selain sebagai forum akademik, konferensi internasional juga dikenal sebagai ajang networking profesional bukan forum audit penelitian ilmiah.

Celah inilah yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk membawa penelitian palsu masuk ke forum dunia.

Dalam unggahannya, salah satu nama pelaku bahkan diklaim melakukan lebih dari 200 penerbangan dalam dua tahun terakhir untuk menghadiri berbagai konferensi internasional.

Jika dihitung rata-rata, berarti setidaknya ia melakukan penerbangan tiga hari sekali.

Angka itu memicu pertanyaan publik mengenai kapan penelitian dilakukan jika aktivitas perjalanan begitu padat.

Diduga Bukan Kasus Pertama

Sejumlah akademisi dan peserta konferensi internasional mengaku sebenarnya pernah menemukan kejadian mencurigakan serupa di forum ilmiah global.

Ada peserta yang datang ke konferensi tetapi mendadak tidak melakukan presentasi dengan alasan data tertinggal atau penelitian belum siap, namun tetap mengikuti seluruh agenda wisata dan networking.

Fenomena semacam ini memunculkan dugaan bahwa sebagian orang memanfaatkan konferensi internasional bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan demi perjalanan luar negeri, pendanaan, atau membangun citra akademik.

Di kalangan mahasiswa sendiri, praktik mengejar lomba, hibah, dan konferensi demi fasilitas atau perjalanan disebut bukan hal baru.

Namun publik menilai kasus kali ini sudah melewati batas karena menyangkut pemalsuan identitas dan fabrikasi penelitian ilmiah.

Nama Indonesia Dipertaruhkan

Kasus ini memantik kekhawatiran besar karena dampaknya tidak hanya menyeret individu yang terlibat, tetapi juga reputasi peneliti Indonesia secara keseluruhan.

Di tengah jumlah ilmuwan Indonesia yang masih relatif sedikit di panggung riset dunia, kasus seperti ini dinilai bisa membuat kredibilitas akademisi Indonesia dipandang negatif oleh komunitas internasional.

Tak sedikit warganet yang khawatir peneliti Indonesia akan semakin sulit mendapat kepercayaan, kolaborasi internasional, hingga peluang konferensi dan pendanaan riset di masa depan.

Kasus ini juga menjadi alarm keras tentang bagaimana teknologi AI dapat disalahgunakan untuk memalsukan data dan identitas akademik jika tidak diimbangi integritas.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari panitia ISPPD 2026 terkait dugaan tersebut. Namun polemik ini terus berkembang dan mulai menjadi perhatian luas di media sosial internasional.

Jika seluruh dugaan itu terbukti benar, kasus ini bisa menjadi salah satu skandal akademik terbesar yang pernah mencoreng nama Indonesia di forum ilmiah dunia.

Tag:DenmarkKonferensi InternasionalRifaldy FajarRini WinartiRiset Palsuskandal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Mulai 1 September Harga BBM Pertamina Naik: Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
By Natania Longdong
Pengendara sepeda motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertamax 92 di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026).
1
Viral Warga Bogor Segel Alfamart Minta Bangunan Dialihfungsikan Jadi Kopdes Merah Putih, Netizen: Emang Bakal Laku?
By Ani Ratnasari
Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor
2
Muktamar NU Tuntas, Gus Ipul Bongkar Isu Intervensi Istana hingga Terpilihnya Gus Kikin
By Rika Pangesti
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di DPR.
3
Isu Reshuffle Menguat Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Layak Evaluasi Menteri
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
4
Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Akhirnya Pensiun dari Timnas Argentina
By Hadi Febriansyah
Lionel Messi kenag sulitnya lawan Swiss di Piala Dunia 2014
5

BERITA LAINNYA

Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus.
Nasional

Anak Terancam Gagal Dapat Beasiswa Karena Data Desil, DPR Desak Pemerintah Bertindak

Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus menyoroti persoalan data desil…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Nasional

Polisi Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus, Ada Anak di Bawah Umur hingga Pembawa Golok

Polda Metro Jaya menetapkan 49 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan yang…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Gunung Sinabung menyemburkan abu vulkanis saat erupsi di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).
Nasional

Sinabung Erupsi, Status Naik Jadi Siaga: Abu Vulkanik Mengarah ke Berastagi

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengalami erupsi pada Senin, 31…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
16 jam lalu
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 31 Agustus 2026.
Nasional

Menhan Sjafrie: Penanganan Karhutla Bergantung pada Rakyat

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berujar penyelesaian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up