Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 19 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Heboh Wacana Merger, Politikus NasDem Bongkar Maksud Sebenarnya Surya Paloh
Politik

Heboh Wacana Merger, Politikus NasDem Bongkar Maksud Sebenarnya Surya Paloh

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
Last updated: April 14, 2026 9:22 am
Hadi Febriansyah
Dusep Malik
Share
Ilustrasi Merger Partai NasDem dan Partai Gerindra. (Sumber: Dibuat AI)
Ilustrasi Merger Partai NasDem dan Partai Gerindra. (Sumber: Dibuat AI)
SHARE

Wacana mengenai potensi penggabungan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem sempat mencuat dan menarik perhatian publik. Isu tersebut bahkan sempat disinggung oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, dalam rapat bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila pada Senin, 13 April 2026.

Daftar isi Konten
  • Kritik terhadap Narasi “Merger”
  • Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Dinilai Wajar

Namun, Willy kemudian meluruskan bahwa pernyataannya sebelumnya bersifat candaan dan tidak mencerminkan realitas politik yang sebenarnya.

Willy dengan tegas membantah anggapan bahwa NasDem dan Gerindra akan bergabung secara struktural. Ia menjelaskan bahwa gagasan yang dimaksud oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, adalah konsep political block, bukan merger partai.

Gini teman-teman, biar tidak sesat berpikir. Ini kan tentang istilah, tapi istilah itu substansi. Saya bercanda itu harus teman-teman lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang yang concern terhadap apa ya situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik itu political block. Ini orang yang membahas ini miskin, saya katakan miskin literatur politik. Maka dia pakai istilah merger,”

kata Willy kepada wartawan di DPR RI Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Kritik terhadap Narasi “Merger”

Lebih lanjut, Willy menambahkan penggunaan istilah “merger” tidak tepat karena lebih relevan dalam konteks dunia bisnis, bukan politik. Ia juga menyayangkan munculnya narasi tersebut yang dinilai bisa menyesatkan opini publik.

Gunakanlah istilah referensi yang tepat untuk sesuatu hal yang tepat. Jangan kemudian gebyah-uyah. Kalau loe nggak ngerti atau loe ingin mendiskreditkan, itu lain cerita. Saya mau tanya orang yang men-discourse-kan ini sedang mendiskreditkan NasDem dan Gerindra atau dia tidak mengerti tentang literatur politik, yang dia tahu cuma bacot saja,”

ucapnya.

Selain itu Willy menjelaskan konsep political block merupakan bentuk rekayasa politik (political engineering) yang bertujuan menciptakan kerja sama berbasis visi dan kebijakan, bukan sekadar transaksi politik jangka pendek. Ia menilai selama ini kerja sama antarpartai di Indonesia cenderung pragmatis dan minim arah strategis.

Apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political block, blok politik, bukan merger. Apa itu political block? Ini adalah sebuah political engineering, bagaimana perjuangan-perjuangan kebijakan itu menjadi suatu tarikan napas, tidak transaksional. Kan selama ini kan transaksional banget ya,”

lanjutnya.

Willy juga menyinggung bahwa dalam sejarah politik Indonesia memang pernah terjadi fusi partai, namun konteksnya berbeda dengan wacana saat ini. Menurutnya, menyamakan gagasan Surya Paloh dengan fusi atau merger adalah bentuk kesalahpahaman terhadap konsep politik modern.

Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Dinilai Wajar

Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Presiden Prabowo Subianto, Willy menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang normal. Ia menyebut hubungan keduanya sudah lama terjalin dan diskusi yang terjadi justru bersifat konstruktif.

Wajar aja. Dua sahabat bertemu. Teman-teman bisa bayangkan ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia, kami diskusi enam jam tentang banyak hal. Di mana ada hal yang lebih akrab yang lebih intimate untuk bisa berdialektika seperti itu. Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berdiskusi secara equal tentang banyak hal,”

ujar Willy.

Di akhir pernyataannya, Willy mengingatkan agar publik tidak terjebak pada narasi negatif yang cenderung memicu konflik. Ia mendorong munculnya cara pandang baru dalam berpolitik yang lebih konstruktif dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Ini narasinya terlalu negative tone, imajinasi berepubliknya nggak ada, imajinasinya konflik, rusuh. Harusnya kita mengedepankan, memajukan imajinasi berepublik. Apa imajinasi berepublik itu? Political block, dan itu belum pernah di-exercise,”

imbuhnya.

Wacana political block yang diusung NasDem dinilai bisa menjadi alternatif baru dalam membangun kerja sama politik di Indonesia. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan kolaborasi yang lebih solid tanpa harus mengorbankan independensi masing-masing partai.

Tag:DPRmergerPartai GerindraPartai NasDemPolitical BlockprabowoSurya Paloh
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Alphard Tersangka Asep Yusuf Disita, Kejagung Buru Jejak Uang Haram Korupsi MBG
By Rahmat Baihaqi
Mobil mewah jenis Toyota Alphard yang disita Kejaksaan Agung.
1
Kongkalikong Dadan Hindayana-Glory Sihombing: Jual Titik SPPG, Rp100 Juta per Dapur
By Rahmat Baihaqi
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) Glory Harimas Sihombing (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
2
Terkuak! Begini Aliran Uang Panas ke Dadan Hindayana dari Bisnis Titik Dapur MBG
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi.
3
Roy Suryo Ditangkap, Tim Advokasi: Hukum Sudah Melayani Kepentingan Politik Jokowi
By Hardani Triyoga
Pakar telematika Roy Suryo (tengah) bersama ahli Forensik Digital Rismon Sianipar (kiri)
4
Ceko Kena Comeback! Kemenangan di Depan Mata Buyar Usai Afrika Selatan Bangkit
By Hadi Febriansyah
Laga Afsel vs Ceko di Grup A Piala Dunia 2026.
5

BERITA LAINNYA

Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Misteri BEM Bersatu, Satu per Satu Kampus Justru Ramai-Ramai Klarifikasi

Nama aliansi BEM Bersatu mendadak viral setelah menggelar konferensi pers di Jakarta…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Muncul ‘Mahasiswa Tandingan’, Pengamat Curiga Pola Lama Hadapi Gelombang Kritik

Polemik seputar gerakan mahasiswa yang mengkritik pemerintah terus berkembang. Setelah muncul kelompok…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
19 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Di Balik Fenomena BEM Bersatu, Pengamat Soroti Demokrasi Semu Era Prabowo

Munculnya kelompok mahasiswa yang secara terang-terangan mendukung pemerintah, seperti BEM Bersatu dinilai…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
21 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

BEM ‘Mahasewa’ Pro Pemerintah Bermunculan, Pengamat: Waspada Suara Kritis Bisa Tak Didengar

Fenomena munculnya dukungan terbuka sejumlah kelompok mahasiswa kepada pemerintah, seperti BEM Bersatu,…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up