Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 16 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Politik Agar Tak Ambruk
Nasional

(Part I) Harga BBM Stabil Bukan untuk Rakyat, Tapi Pencitraan Politik Agar Tak Ambruk

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: April 14, 2026 11:24 am
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026.
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah melalui surat edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sejak awal April 2026 telah menetapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan biosolar maksimal 50 liter per hari yang berlaku hingga akhir Mei 2026. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym)
SHARE

Keputusan pemerintah menahan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan fiskal, gejolak harga energi global, memantik tafsir yang lebih luas dari sekadar kebijakan ekonomi.

Daftar isi Konten
  • Menaikkan Harga BBM dan Risiko Politis
  • Stabilitas Semu

Di ruang publik, terutama media sosial, beredar narasi bahwa harga BBM yang terkesan stabil di Indonesia hanya terjadi pada era Presiden Prabowo Subianto. Narasi tersebut seolah menjadi penanda keberhasilan kepemimpinannya menjaga daya beli rakyat. 

Narasi yang bergulir seperti bola liar itu juga berkembang cepat, membentuk persepsi bahwa pemerintah saat ini mampu menahan beban hidup masyarakat tanpa konsekuensi berarti bagi anggaran negara.

Setidaknya, pemerintah dapat menjaga psikologis masyarakat, dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang mulai kelimpungan dengan harga BBM yang melonjak dan stok yang minim.

Meski demikian, di balik kebijakan yang tampak populis itu, sejumlah pengamat melihat adanya dimensi politik yang tidak bisa diabaikan.

Penahanan harga BBM dinilai bukan semata soal menjaga inflasi atau stabilitas sosial, melainkan bagian dari strategi membangun citra kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. 

Kebijakan energi, dalam konteks ini menjadi instrumen komunikasi politik yang efektif,  sederhana dipahami publik, langsung dirasakan dampaknya, dan mudah dikapitalisasi dalam narasi keberhasilan pemerintahan.

Pertanyaannya kemudian, apakah stabilitas harga BBM ini murni kebijakan ekonomi rasional, atau justru investasi politik jangka pendek yang dibayar mahal oleh fiskal negara di masa mendatang.

Jika kita bandingkan dengan negara seperti Filipina, Malaysia, India, Thailand, terlebih Singapura, Indonesia satu-satunya negara yang memilih untuk tidak menaikan harga BBM.

Sekilas kebijakan ini berpihak pada rakyat, namun tidak sedikit pertanyaan yang muncul di kalangan pakar dan pengamat mengenai seberapa lama negara dapat menanggung beban subsidi? Apalagi, harga minyak dunia terus melonjak akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Meski ada kesepakatan gencatan senjata, dunia tetap tidak tahu langkah politik Presiden Donald Trump, yang mungkin bisa saja sewaktu-waktu mampu melonjakan harga minyak lagi ke posisi tertingginya. 

Menaikkan Harga BBM dan Risiko Politis

Menurut Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), bahwa pihaknya melihat adanya kecenderungan pemerintah dalam menahan harga BBM bukan karena pertimbangan ekonomi rasional, tetapi juga sebagai instrumen menjaga stabilitas politik di tengah situasi yang sensitif. 

Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik diwarnai oleh meningkatnya kritik terhadap arah kebijakan prioritas pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KPDM), termasuk sorotan terhadap isu kebebasan sipil pasca kasus penyiraman aktivis KontraS. 

Kebijakan menaikan harga BBM menjadi sangat berisiko secara politis karena akan bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat luas dan memiliki dampak psikologis maupun reaksi sosial yang cepat,”

kata Peneliti IDEAS Muhammad Anwar saat dihubungi Owrite, Kamis 9 April 2026.

Pemerintah, menurut Anwar, sepertinya menyadari bahwa kenaikan harga BBM hampir selalu menjadi pemicu mobilisasi sosial yang luas, karena efeknya langsung terasa pada harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, dan tekanan terhadap pendapatan rumah tangga. 

Dalam situasi di mana kepercayaan publik sedang diuji oleh berbagai isu sensitif, menjaga stabilitas harga energi menjadi semacam ‘buffer politik’ untuk menghindari eskalasi keresahan yang lebih besar. Dengan kata lain, kebijakan ini berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan stabilitas sosial sekaligus merawat legitimasi kekuasaan,”

ujar Anwar.

Meski demikian, pilihan kebijakan menahan kenaikan harga BBM ini mengandung konsekuensi yang tidak sederhana. Tekanan fiskal yang dihadapi negara saat ini tidak ringan, terutama di tengah tren harga minyak global yang cenderung tinggi dan volatil.

Ketika harga BBM domestik ditahan, selisih antara harga pasar dan harga jual harus ditutup melalui subsidi dan kompensasi. 

Beban ini secara langsung menggerus ruang fiskal APBN, yang seharusnya juga dialokasikan untuk kebutuhan strategis lain seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur yang lebih produktif. Dalam jangka pendek, kebijakan ini memang menjaga daya beli, tetapi dalam jangka menengah dapat menciptakan tekanan anggaran yang membatasi kapasitas negara,”

beber Anwar.

Stabilitas Semu

Lebih jauh, ketergantungan pada kebijakan penahanan harga juga berisiko menciptakan apa yang bisa disebut sebagai “stabilitas semu”. Selama tekanan global masih berlangsung, kemampuan negara untuk terus menahan harga memiliki batas. 

Jika ruang fiskal semakin tertekan, maka opsi penyesuaian harga di masa depan menjadi sulit dihindari, dan potensi guncangan yang muncul bisa jauh lebih besar karena bersifat tertunda.

Saat ditanya mengenai adanya konflik kepentingan antara agenda politik pemerintah dan kebutuhan sektor energi, khususnya dalam penentuan harga BBM, IDEAS melihatnya dengan sangat jelas.

Menurut Anwar, terdapat konflik kepentingan antara agenda politik pemerintah yang menuntut stabilitas dan kebutuhan objektif sektor energi.

Pada satu sisi, agenda politik pemerintah menuntut stabilitas. Dalam konteks meningkatnya kritik terhadap program prioritas seperti MBG dan KPDM, serta sorotan terhadap isu kebebasan sipil, maka menjaga ketenangan sosial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,”

ungkapnya.

Di sisi lain, sektor energi memiliki logika yang berbeda, lebih teknokratis, berbasis biaya, dan sangat dipengaruhi dinamika global.

Ketika harga minyak dunia naik, secara rasional harga domestik perlu menyesuaikan atau setidaknya subsidi harus didesain secara sangat tepat. 

Jika tidak, masalah lain akan muncul seperti konsumsi tidak terkendali, beban fiskal membengkak, dan sinyal harga menjadi tidak sehat bagi transisi energi.

Dalam konteks ini, menahan harga BBM terlalu lama justru bertentangan dengan kebutuhan reformasi energi yang lebih berkelanjutan.

Kebijakan harga BBM yang sarat pertimbangan politik pada dasarnya memiliki efek ganda terhadap kepercayaan publik. Dalam jangka pendek, keputusan menahan harga dapat meningkatkan kepercayaan karena masyarakat merasakan langsung perlindungan daya beli di tengah tekanan ekonomi. Di saat ruang publik diwarnai kritik terhadap berbagai kebijakan dan isu sensitif maka stabilitas harga BBM berfungsi sebagai “penyangga sosial” yang meredam keresahan. Hal ini membuat pemerintah terlihat responsif dan hadir dalam melindungi kebutuhan dasar masyarakat,”

ujarnya.

Namun, dalam jangka menengah, kebijakan ini berpotensi mengikis kredibilitas jika publik mulai melihat adanya ketidaksesuaian antara keputusan ekonomi dan realitas fiskal.

Ketika harga terus ditahan tanpa transparansi mengenai beban subsidi dan risiko ke depan, muncul persepsi bahwa kebijakan lebih didorong oleh kalkulasi politik dibanding rasionalitas ekonomi.

Hal ini dapat memicu keraguan, terutama di kalangan kelas menengah dan pelaku ekonomi, terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi secara disiplin dan berkelanjutan.

Lebih jauh, jika kebijakan ini menciptakan ekspektasi harga yang terlalu stabil, maka penyesuaian di masa depan berisiko menimbulkan guncangan kepercayaan yang lebih besar.

Ketika kenaikan akhirnya tidak terhindarkan, publik bisa merespons lebih keras karena merasa ada inkonsistensi kebijakan. 

Kepercayaan tidak hanya bergantung pada harga yang murah, tetapi pada keadilan, transparansi, dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa itu, upaya menjaga stabilitas hari ini justru bisa mengorbankan kredibilitas pemerintah di masa depan,”

imbuhnya.

Tag:APBNBBMHeadlinepencitraanPolitikPrabowo SubiantoPresidenSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Perwira Pertamina di Kilang Cilacap. (Sumber: Pertamina Patra Niaga)
Ekonomi Bisnis

Pertamina Produksi Avtur 45 Ribu Barel dari Limbah Minyak Jelantah

Pertamina Patra Niaga mencatat produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan melalui kilang Cilacap, yang berbasis limbah minyak jelantah/UCO (Used Cooking Oil) untuk keperluan komersial. Pada bulan…

By
Iren Natania
Dusep
2 Min Read
Ilustasi Bendera Partai Gerindra dan Nasdem
Politik

Akrobat Politik Nasdem-Gerindra Sulit Diikuti Partai Lain

Upaya Partai Nasdem yang menginisiasi blok politik dengan Partai Gerindra dinilai sebagai manuver yang tidak mudah diikuti partai-partai lain.  Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza berpendapat, partai lain memiliki daya…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read
Psikolog Rose Mini Agoes Salim
Nasional

Psikolog Soroti Kasus Dugaan Pelecehan 16 Mahasiswa FHUI: Minim Moral dan Empati

Psikolog Rose Mini Agoes Salim menilai kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) tidak memiliki moral, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang baik…

By
Syifa Fauziah
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Rismon dan kuasa hukumnya Jamhada Girsang mengatakan Polda Metro Jaya telah menerbitkan surat SP3 kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.
Nasional

Isu Dana Fantastis Rp50 Miliar dari JK Kembali Dibantah, Rismon Ngotot Video yang Beredar Hasil AI

Pakar digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar, secara tegas menyatakan pernyataan Wakil Presiden…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
1 jam lalu
Calon haji tertua Marsiah (kedua kanan) berbincang dengan petugas saat mengikuti upacara pelepasan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Nasional

Bea Cukai Ingatkan Jemaah Haji, Bawa Uang Tunai Jangan Melebihi Rp100 Juta

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan, para calon…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
3 jam lalu
Pelayanan BPJS Kesehatan
Nasional

Data BPS Terbaru: Penyakit Katastropik Bisa Hancurkan Ekonomi Keluarga

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap sejumlah temuan penting dari proses pengecekan lapangan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
6 jam lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Meski Dinonaktifkan, 11 Juta Peserta BPJS Tetap Bisa Berobat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up