Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 2 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Terungkap Begini Kronologi Kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta
Nasional

Terungkap Begini Kronologi Kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: April 29, 2026 5:27 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Barang bukti kekerasan Daycare Little Aresha ditampilkan dalam konferensi pers 27 April 2026.
Barang bukti kekerasan Daycare Little Aresha ditampilkan dalam konferensi pers 27 April 2026. (foto: X/ @DivHumas_Polri)
SHARE

Terungkapnya kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta mengejutkan publik, setelah puluhan balita menjadi korban praktik kekerasan pengasuh yang tidak manusiawi selama sekitar satu tahun lamanya.

Kasus ini terungkap setelah mantan karyawan daycare membuat laporan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta karena merasa tindakan para pengasuh kepada anak-anak tidak manusiawi. 

Selain itu, sejumlah orang tua juga melaporkan perubahan perilaku anak, mulai dari sering menangis, ketakutan saat dititipkan, hingga muncul luka fisik dan keluhan pada area tubuh tertentu.

Untuk lebih detailnya, Owrite.id akan merangkum kronologi kekerasan di aycare Little Aresha, Yogyakarta, dari berbagai sumber, Rabu, 29 April 2026.

Pada Jumat 24 April 2026, polisi melakukan penggerebekan lokasi daycare. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan indikasi perlakuan kasar terhadap anak, termasuk penelantaran anak, dan dugaan pengikatan. Petugas kemudian memasang garis polisi serta mengamankan sekitar 30 orang untuk pemeriksaan.

Setelah gelar perkara pada Sabtu, 25 April 2026, Polresta Yogyakarta menetapkan 13 orang tersangka pada Minggu, 26 April 2026. Tersangka terdiri dari satu ketua yayasan berinisial DK (51), satu kepala sekolah berinisial AP (42) dan 11 pengasuh. Seluruh tersangka diketahui berjenis kelamin perempuan.

Polisi menyebut bentuk kekerasan dilakukan secara terstruktur dan para pengasuh memiliki pola yang sama. Dari keterangan polisi terungkap bahwa pelaku melakukan tindakan tersebut atas arahan dari pimpinan yayasan secara lisan. 

Bentuk kekerasan yang dilakukan meliputi pengikatan tangan atau kaki anak menggunakan kain, melepaskan pakain anak sejak datang, hingga penelantaran anak berupa tidak memberikan makan dan perawatan yang layak. Tindakan ini dilakukan dengan motif untuk mengendalikan anak selama berada di daycare.

Dari total 103 anak yang terdaftar dalam daycare, setidaknya 53 anak diduga menjadi korban kekerasan fisik dan penelantaran. Jumlah ini dinilai akan bertambah seiring dengan adanya pendalaman kasus oleh penyelidik.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyatakan bahwa, motif utama para pelaku diduga berkaitan dengan faktor ekonomi. Pengelola daycare disebut menerima jumlah anak yang melebihi kapasitas ideal demi meningkatkan pemasukan tanpa diimbangi dengan jumlah pengasuh yang memadai.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian juga menuturkan bahwa, praktik kekerasan tersebut telah menjadi kebiasaan yang berlangsung secara turun-temurun di lingkungan pengasuh.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengecam keras peristiwa tersebut dan menyampaikan dukungan terhadap penanganan hukum serta perlindungan terhadap korban. Pemerintah juga dituntut untuk melakukan evaluasi sistem perjanjian dan pengawasan daycare secara nasional.

Sementara itu, Pemerintah Kota Yogyakarta berencana melakukan pemeriksaan terhadap seluruh daycare, khususnya yang belum memiliki izin resmi. Karena, Daycare Little Aresha diketahui belum mengantongi izin operasional sebagai tempat penitipan anak maupun taman kanak-kanak.

Atas tindakannya tersebut, para tersangka dijerat dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan/atau denda hingga Rp100 juta. Polisi menyatakan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan, serta membuka adannya penambahan tersangka.

Tag:Daycare Little AreshaKekerasan anakKronologiYogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Diduga Eksploitasi, Bigmo Dilaporkan Gegara Ajak Anak di Bawah Umur Promosikan Vape
By Rahmat Baihaqi
gambar ilustrasi rokok elektrik (vape)
1
Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi ‘Buah Simalakama’ Penegakan Hukum
By Hardani Triyoga
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
2
Harga BBM Pertamax Cs Kompak Turun Hari Ini, Berikut Rinciannya
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
3
Jangan Hanya Terlalu Fokus Isu Politik, 5 Tarif Baru Ini Senyap Berlaku Mulai 1 Agustus
By Natania Longdong
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
4
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi penyelundupan narkoba via Bandara Soetta.
Nasional

Terungkap! Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Butir Ekstasi Simpan Urine ‘Bersih’ di Tas

Pilot maskapai asing asal Malaysia inisial MSO (39) diduga telah menyiapkan sebuah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
2 menit lalu
Pemerintah RI punya rencana melibatkan Russel Group dalam membangun URI.
Nasional

Mengenal Russell Group, 24 Kampus Riset Elite Inggris yang Dilirik untuk Dukung URI

Pemerintah Indonesia berencana membangun 10 Universitas Republik Indonesia (URI) dalam dua tahun…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
15 jam lalu
Ilustrasi alutsista milik TNI.
Nasional

Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi Aksi Massa Agustus

Markas Besar TNI membantah narasi yang beredar di media sosial terkait keberadaan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
20 jam lalu
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang (kiri) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) menunjukkan seragam pilot milik tersangka saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan ekstasi dan sabu di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).
Nasional

Pilot Malaysia Ditangkap Bawa Puluhan Ribu Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Modus Jalur Khusus

Bea Cukai Soekarno-Hatta membeberkan aksi pilot maskapai asing berinisial MSO (39), warga…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up