Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 1 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • prabowo
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Prabowo Nyanyi Internasionale Bareng Buruh di May Day, Solidaritas atau Manuver Politik?
Nasional

Prabowo Nyanyi Internasionale Bareng Buruh di May Day, Solidaritas atau Manuver Politik?

dusep-malikSyifa Fauziah
Last updated: Mei 1, 2026 3:24 pm
Dusep
Syifa Fauziah
Share
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/nz)
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/nz)
SHARE

Lagu Internasionale kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar setiap 1 Mei. Pada peringatan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto turut melantunkan lagu tersebut bersama para buruh di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Daftar isi Konten
  • Sejarah Lagu Internasionale
  • Lirik Lagu Internasionale Versi Asli
  • Terjemahan Versi Ki Hajar Dewantara

Lagu Internasionale dikumandangkan setelah ia menyelesaikan pidatonya di hadapan massa buruh. Sejumlah pimpinan serikat pekerja yang berada di atas panggung kemudian mengajak Prabowo untuk ikut bernyanyi. Ia pun mengikuti lantunan lagu yang dikenal sebagai simbol perjuangan kelas pekerja tersebut sambil mengepalkan tangan.

Di balik popularitasnya dalam setiap aksi buruh, lagu Internasionale juga memiliki latar sejarah yang kuat dan kerap dikaitkan dengan gerakan komunisme dan sosialisme di berbagai negara.

Untuk lebih jelasnya, Owrite.id akan merangkum tentang sejarah, lirik, dan terjemahan lagu Internasionale, berikut ulasannya dari berbagai sumber, Jumat, 1 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S)

Sejarah Lagu Internasionale

Lagu Internasionale bukan sembarang lagu kelas pekerja, himne gerakan kiri, maupun sosialis, tetapi lagu ini juga merupakan lagu kebangsaan dari gerakan komunis internasional.

Pada tahun 1888, penyelenggara paduan suara Partai Pekerja Prancis (La Lyre des Travailleurs) Gustav Delory meminta komposer Pierre Degeyter untuk menciptakan ritme lagu dari puisi berjudul “L’Internationale“.

Pada tanggal 8 Desember 1896, lagu Internasionale ditetapkan sebagai himne resmi kaum revolusioner. Pada tanggal 8 Desember 1899, semua organisasi sosialis Prancis menetapkan lagu tersebut sebagai himne resmi mereka pada akhir Kongres Umum Pertama di Paris.

Pada tahun 1892, Internasional Kedua mempopulerkannya dan mengadopsinya sebagai lagu resminya. Pada Kongres Internasional di Kopenhagen pada tanggal 3 November 1910, lagu ini menjadi himne yang merepresentasikan semua pekerja di seluruh dunia. 

Pada tahun 1919, Lenin menetapkannya dalam Internasional Ketiga, menjadikannya lagu kebangsaan Uni Soviet hingga tanggal 15 Maret 1944, ketika lagu ini digantikan oleh lagu yang digubah dengan musik oleh Aleksandr Aleksandrov dan lirik oleh Sergei Mikhalkov dan Gabriel El-Registan. 

Pada tahun 1904, setelah digunakan untuk Kongres Internasional Kedua di Amsterdam, lagu ini menjadi himne pekerja yang mencari perubahan radikal di dunia. Lagu ini merupakan lagu resmi sebagian besar organisasi anarkis, Marxis, komunis, dan sosialis.

Pada tahun 1960, Partai Komunis Indonesia (PKI) mengeluarkan terjemahan lagu Internasionale versi resmi mereka. Ada juga versi A. Yuwinu 1970, saduran kolektif Enam Maret, versi Umar Said, dan lain-lain.

Di Indonesia, lagu ini dibuat versi Ki Hajar Dewantara dan banyak dinyanyikan oleh kaum pergerakan awal, termasuk komunis dan sosialis, pada masa pergerakan anti-kolonial hingga pasca kemerdekaan.

Setelah peristiwa G30S 1965, yang menandai bangkitnya Orde Baru, lagu Internasionale mulai dilarang. Meski direpresi, Internasionale tidak mati. Ia terus hidup di ruang-ruang kecil, seperti di kampus, dalam diskusi sejarah gerakan kiri, atau di lingkaran aktivis buruh.

Di era reformasi, lagu ini mulai muncul kembali dalam aksi mahasiswa, buruh, petani, dan kelompok marjinal lainnya.

Lirik Lagu Internasionale Versi Asli

Ouvriers, paysans, nous sommes

Le grand parti des travailleurs

La terre n’appartient qu’aux hommes

L’oisif ira loger ailleurs

Combien de nos chairs se repaissent

Mais si les corbeaux, les vautours

Un de ces matins disparaissent

Le soleil brillera toujours.

REFRAIN (2×)

Terjemahan Versi Ki Hajar Dewantara

Bangunlah kaum yang terhina

Bangunlah kaum yang lapar

Kehendak yang mulia dalam dunia

Senantiasa bertambah besar

Lenyapkan adat dan faham tua

Kita rakyat, sadar, sadar!

Dunia sudah berganti rupa

Untuk kemenangan kita

Agenda utama 1 Mei: singalong internasionale bersama Pemimpin Gemoy Revolusi.

HIDUP BURUH! HIDUP BURUH! HIDUP INDONESIA!

HIDUP JO….

😍😍😍 pic.twitter.com/tBFMwZV7f4

— Kementerian Kegelapan (@kemgelapan) May 1, 2026
Tag:BuruhInternasionaleKomunismay dayPKIprabowososialisUni Soviet
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi aktifitas kerja wartawan/jurnalis (Gambar dibuat oleh AI)
Nasional

May Day 2026: Ironi Jurnalis Menulis Kebenaran tapi Dibayar Ketidakpastian

Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi pengingat bahwa pekerja pers juga masih menghadapi persoalan kesejahteraan dan kepastian kerja. Ketua Umum Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) Irfan Kamil, menyoroti masih ada…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 Min Read
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nasional

Prabowo Tanya Manfaat MBG Saat May Day, Jawaban Buruh di Luar Dugaan

Peringatan Hari Buruh Internasional yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat 1 Mei 2026, dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Saat berpidato Prabowo menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi…

By
Amin Suciady
2 Min Read
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat membahas soal BBM Nonsubsidi yang naik. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

Bahlil ‘Sesumbar’ Sebut Indonesia Jadi Negara Terbaik Kedua soal Ketahanan Energi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia dinilai sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, meski dinamika kondisi geopolitik global yang saat ini terjadi. Di tengah (kondisi) geopolitik…

By
Iren Natania
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi daycare
Nasional

Dampak Kekerasan di Daycare Terhadap Anak Bisa Akibatkan Trauma Seumur Hidup

Psikolog Meity Arianty, menyebut dugaan kekerasan yang dialami anak-anak di daycare (Taman…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
3 jam lalu
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kelima kanan) bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (keempat kanan) memberikan keterangan pers usai memimpin audiensi bersama Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Nasional

DPR Kejar UU Ketenagakerjaan Baru Rampung 2026, Dasco: Buruh Dilibatkan Penuh

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa pemerintah bersama DPR…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
3 jam lalu
Pengendara sepeda motor melintas di perlintasan sebidang kereta api ,Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, pada 2026 tercatat 40 kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan 57,5 persen atau 23 kejadian terjadi di perlintasan tanpa palang pintu dan 42,5 persen atau 17 kejadian di perlintasan berpalang pintu.
Nasional

1.903 Perlintasan KA Ternyata ‘Yatim Piatu’, Menhub Dudy Gercep Pasang Skala Prioritas

Kementerian Perhubungan akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang di semua titik. Hal ini…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
4 jam lalu
Gambar ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)
Nasional

Tak Lagi Bergantung Listrik, Industri Cikarang Nyalakan PLTS Raksasa 22,5 MW

Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 22,5 Megawatt (MW) resmi…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up