Lagu Internasionale kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar setiap 1 Mei. Pada peringatan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto turut melantunkan lagu tersebut bersama para buruh di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Lagu Internasionale dikumandangkan setelah ia menyelesaikan pidatonya di hadapan massa buruh. Sejumlah pimpinan serikat pekerja yang berada di atas panggung kemudian mengajak Prabowo untuk ikut bernyanyi. Ia pun mengikuti lantunan lagu yang dikenal sebagai simbol perjuangan kelas pekerja tersebut sambil mengepalkan tangan.
Di balik popularitasnya dalam setiap aksi buruh, lagu Internasionale juga memiliki latar sejarah yang kuat dan kerap dikaitkan dengan gerakan komunisme dan sosialisme di berbagai negara.
Untuk lebih jelasnya, Owrite.id akan merangkum tentang sejarah, lirik, dan terjemahan lagu Internasionale, berikut ulasannya dari berbagai sumber, Jumat, 1 Mei 2026.

Sejarah Lagu Internasionale
Lagu Internasionale bukan sembarang lagu kelas pekerja, himne gerakan kiri, maupun sosialis, tetapi lagu ini juga merupakan lagu kebangsaan dari gerakan komunis internasional.
Pada tahun 1888, penyelenggara paduan suara Partai Pekerja Prancis (La Lyre des Travailleurs) Gustav Delory meminta komposer Pierre Degeyter untuk menciptakan ritme lagu dari puisi berjudul “L’Internationale“.
Pada tanggal 8 Desember 1896, lagu Internasionale ditetapkan sebagai himne resmi kaum revolusioner. Pada tanggal 8 Desember 1899, semua organisasi sosialis Prancis menetapkan lagu tersebut sebagai himne resmi mereka pada akhir Kongres Umum Pertama di Paris.
Pada tahun 1892, Internasional Kedua mempopulerkannya dan mengadopsinya sebagai lagu resminya. Pada Kongres Internasional di Kopenhagen pada tanggal 3 November 1910, lagu ini menjadi himne yang merepresentasikan semua pekerja di seluruh dunia.
Pada tahun 1919, Lenin menetapkannya dalam Internasional Ketiga, menjadikannya lagu kebangsaan Uni Soviet hingga tanggal 15 Maret 1944, ketika lagu ini digantikan oleh lagu yang digubah dengan musik oleh Aleksandr Aleksandrov dan lirik oleh Sergei Mikhalkov dan Gabriel El-Registan.
Pada tahun 1904, setelah digunakan untuk Kongres Internasional Kedua di Amsterdam, lagu ini menjadi himne pekerja yang mencari perubahan radikal di dunia. Lagu ini merupakan lagu resmi sebagian besar organisasi anarkis, Marxis, komunis, dan sosialis.
Pada tahun 1960, Partai Komunis Indonesia (PKI) mengeluarkan terjemahan lagu Internasionale versi resmi mereka. Ada juga versi A. Yuwinu 1970, saduran kolektif Enam Maret, versi Umar Said, dan lain-lain.
Di Indonesia, lagu ini dibuat versi Ki Hajar Dewantara dan banyak dinyanyikan oleh kaum pergerakan awal, termasuk komunis dan sosialis, pada masa pergerakan anti-kolonial hingga pasca kemerdekaan.
Setelah peristiwa G30S 1965, yang menandai bangkitnya Orde Baru, lagu Internasionale mulai dilarang. Meski direpresi, Internasionale tidak mati. Ia terus hidup di ruang-ruang kecil, seperti di kampus, dalam diskusi sejarah gerakan kiri, atau di lingkaran aktivis buruh.
Di era reformasi, lagu ini mulai muncul kembali dalam aksi mahasiswa, buruh, petani, dan kelompok marjinal lainnya.
Lirik Lagu Internasionale Versi Asli
Ouvriers, paysans, nous sommes
Le grand parti des travailleurs
La terre n’appartient qu’aux hommes
L’oisif ira loger ailleurs
Combien de nos chairs se repaissent
Mais si les corbeaux, les vautours
Un de ces matins disparaissent
Le soleil brillera toujours.
REFRAIN (2×)
Terjemahan Versi Ki Hajar Dewantara
Bangunlah kaum yang terhina
Bangunlah kaum yang lapar
Kehendak yang mulia dalam dunia
Senantiasa bertambah besar
Lenyapkan adat dan faham tua
Kita rakyat, sadar, sadar!
Dunia sudah berganti rupa
Untuk kemenangan kita




