Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 22,5 Megawatt (MW) resmi beroperasi di kawasan industri Cikarang, Bekasi.
PLTS tersebut mencakup 36.862 panel surya di area seluas 122.783 meter persegi. Secara lingkungan, sistem ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon dioksida (CO₂) lebih dari 26,8 juta kilogram per tahun, yang setara dengan penyerapan sekitar 198.258 pohon.
Dari sisi operasional, pembangkit ini menghasilkan rata-rata 68.500 kWh listrik per hari untuk menopang kebutuhan energi fasilitas produksi yang beroperasi 24 jam.
Diketahui, proyek tersebut digarap oleh PT Mulialass dan PT Muliakeramik Indahraya bersama PT Xurya Daya Indonesia. Mereka mengklaim proyek ini sebagai instalasi PLTS atap terbesar di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Harris, menyatakan implementasi PLTS atap tersebut menjadi bagian penting dalam transisi energi nasional.
“Implementasi PLTS atap kapasitas 22,5 MW ini memperkuat swasembada energi sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca,” kata Harris dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
Efisiensi Energi
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Mulia Industrindo Tbk, Ekman Tjandranegara, mengatakan proyek ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan operasional industri.
PLTS atap ini memperkuat kontinuitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi energi dalam jangka panjang,”
ujar Ekman.
Dari sisi regulator industri, Kementerian Perindustrian menilai proyek ini dapat menjadi model bagi sektor lain.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Emmy Suryandari, menyebut implementasi PLTS atap tersebut sebagai capaian yang patut direplikasi.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa efisiensi energi dan penurunan emisi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan industri,”
katanya.
Menurut Data PT PLN (Persero) menunjukkan, kapasitas terpasang PLTS atap di Indonesia hingga 2026 mencapai sekitar 861,14 MWp, dengan sekitar 81 persen berasal dari sektor industri.
Untuk memastikan standar mutu, instalasi PLTS ini telah melalui proses inspeksi oleh TUV Rheinland Indonesia dan dinyatakan memenuhi standar teknis yang berlaku.
Sementara itu, Managing Director Xurya, Eka Himawan, menilai tren pemanfaatan energi surya di sektor industri semakin meningkat.
Energi surya kini menjadi bagian dari strategi operasional industri skala besar, terutama untuk fasilitas yang beroperasi 24/7,”
imbuhnya.




