PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan perkembangan penanganan korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, per Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.
Merujuk data penanganan terhadap 106 korban, 76 orang kini telah kembali ke rumah, sementara 24 orang masih dirawat di rumah sakit.
Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba berujar perhatian utama saat ini adalah memastikan setiap pelanggan dapat melalui masa pemulihan dengan pendampingan yang cukup.
“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,”
ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu, 3 Mei 2026.
KAI terus membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026 sebagai ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga. Melalui posko ini, layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga trauma healing dilakukan secara bertahap agar setiap proses dapat dilalui dengan lebih terarah.
Di sisi lain, layanan pengembalian barang pelanggan masih berlangsung. Hingga 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat 115 barang telah ditemukan (57 barang telah diserahkan kepada pemilik; sementara 58 lainnya masih dalam proses verifikasi). KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur.
Dalam proses pendampingan, KAI juga memberikan perhatian pada keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Dukungan berupa jaminan pendidikan diberikan kepada anak dari pelanggan yang meninggal dunia, agar harapan tetap terjaga dan masa depan dapat terus dilanjutkan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan keselamatan.
“Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan,”
kata Bobby.
Insiden tersebut terjadi saat KRL Commuter Line sedang berhenti kemudian ditabrak KA Argo Bromo relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dari belakang, sekitar pukul 20.55 WIB, Senin, 27 April. 16 orang tewas dalam tragedi ini.


