Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Negara Kehilangan Rp592 Triliun dari Migas-Batu Bara Akibat Skema Penerimaan ‘Jadul’
Ekonomi Bisnis

Negara Kehilangan Rp592 Triliun dari Migas-Batu Bara Akibat Skema Penerimaan ‘Jadul’

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 5, 2026 12:22 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ilustrasi penambangan batu bara. (Sumber: Unsplash/Tatenda Mapigoti)
Ilustrasi penambangan batu bara. (Sumber: Unsplash/Tatenda Mapigoti)
SHARE

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut bahwa penerimaan negara dari sektor minyak dan gas (migas) serta batu bara belum mampu menangkap lonjakan keuntungan (windfall) yang terjadi saat harga energi global meningkat tajam. 

Daftar isi Konten
  • Lebih Dinikmati Korporasi Dibanding Negara
  • Ketimpangan Sistem Energi dan Fiskal RI

Ekonom INDEF Ariyo Irhamna mengatakan, hal tersebut membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan hingga ratusan triliun rupiah selama lebih dari satu dekade terakhir. Ia mengungkapkan bahwa desain fiskal sektor ekstraktif masih terkesan ‘lambat dan jadul’ untuk merespons terhadap dinamika harga komoditas.

Saat harga batu bara naik enam kali lipat, penerimaan negara tidak naik enam kali lipat. Selisihnya menjadi supernormal profit di tangan produsen,”

kata Aryo dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Berdasarkan analisis terhadap data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor sumber daya alam periode 2014–2023, sistem royalti berbasis pendapatan kotor dinilai tidak cukup efektif menangkap lonjakan keuntungan perusahaan. 

Padahal, kontribusi batu bara terhadap PNBP SDA terus meningkat, mencapai 51,7 persen pada 2024, jauh di atas 9,5 persen pada 2009.

Aryo juga menyebut, tanpa instrumen khusus seperti windfall tax, Indonesia kehilangan potensi penerimaan sekitar Rp592 triliun dari sektor migas dan batu bara dalam 12 tahun terakhir.

Simulasi kami menunjukkan bahwa selama 12 tahun tanpa instrumen penangkap windfall, Indonesia kehilangan potensi penerimaan sekitar Rp592 triliun dari sektor migas dan batu bara,”

ujarnya.
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia. (sumber: bumiresources.com)

Lebih Dinikmati Korporasi Dibanding Negara

Sementara itu, peneliti dari Center of Economic and Law Studies, Jaya Darmawan, menyoroti bahwa lonjakan harga energi global justru lebih banyak dinikmati oleh korporasi dibanding negara.

Tidak hanya itu, terdapat “hidden subsidy” melalui belanja perpajakan yang nilainya mencapai Rp143 triliun pada 2026.

Masih banyak korporasi besar termasuk industri fosil menikmati hidden subsidy dari belanja perpajakan. Bahkan angkanya mencapai Rp143 triliun di 2026,”

ujar Jaya.

Dalam simulasi CELIOS, penerapan windfall tax pada sektor batu bara saja berpotensi menambah penerimaan negara hingga Rp66,03 triliun.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap harus menanggung beban subsidi energi yang besar. Pada APBN 2026, alokasi subsidi energi mencapai sekitar Rp381 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat dari dampak kenaikan harga energi global.

Ketimpangan Sistem Energi dan Fiskal RI

Dalam kesempatan yang sama, Direktur program 350.org Indonesia, Sisilia Nurmala Dewi, menilai situasi ini mencerminkan ketimpangan dalam sistem energi dan fiskal nasional.

Krisis ini bukan sekadar statistik, tapi kenyataan sehari-hari yang dirasakan masyarakat, sementara perusahaan energi justru meraup keuntungan besar,”

bebernya.

Mereka pun mendorong pemerintah untuk mereformasi skema penerimaan negara, baik melalui revisi aturan royalti agar lebih adaptif terhadap harga pasar, maupun penerapan pajak tambahan seperti windfall tax.

Langkah itu dinilai penting untuk memastikan lonjakan keuntungan sektor migas dan batu bara dapat lebih optimal dikonversi menjadi penerimaan negara, serta memperkuat ruang fiskal di tengah tekanan subsidi energi dan ketidakpastian global.

Tag:Batu barafiskalHarga energimigasPajakPenerimaan negaraPNBP
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Dapat Saingan Jakarta Jual Surat Utang Rp3,5 T, Purbaya: Kami Lebih Kredibel dari Pemda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir surat utang yang diterbitkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
11 jam lalu
Anggota DPR sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 5,29 Persen Bikin Pemerintah Tak Boleh Cepat Puas, Industri dan Pertanian Mulai Melambat

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bantah Kabar Pemerintah Bakal Hapus Aturan Defisit APBN 3 Persen dari PDB

Pemerintah dikabarkan akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up