Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons terkait keterbatasan kuota produksi tambang nikel di PT Weda Bay Nickel (WBN).
Diketahui, perusahaan tersebut menghadapi pembatasan kuota produksi bijih nikel pada 2026, setelah pemerintah RI hanya menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) awal sebesar 12 juta wet metrik ton (wmt).
Bahlil menegaskan bahwa RKAB bersifat tetap, sehingga tidak serta-merta dilakukan revisi apabila terjadi kekurangan produksi.
Saya sudah kasih RKAB-nya. Kalau kurang, dia harus cari di tambang-tambang sekitarnya,”
kata Bahlil kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Pemerintah Tegas: Tidak Ada Revisi Kuota, Perusahaan Diminta Adaptif
Pernyataan Bahlil menegaskan bahwa perusahaan tambang di kawasan Weda Bay diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk menjalin kerja sama dengan tambang lain di sekitar wilayah operasi untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Bahlil pun tidak secara eksplisit menyebut adanya rencana revisi RKAB dalam waktu dekat. Pemerintah, kata dia, tetap berpegang pada perencanaan produksi yang telah disetujui, sekaligus mendorong efisiensi dan optimalisasi cadangan yang ada.
Sebelumnya, Eramet, selaku pemegang saham terbesar di WBN, menyebutkan bahwa kuota tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni RKAB 2025 sebesar 35 wmt.
PT WBN memperoleh RKAB awal untuk volume produksi dan penjualan tahunan sebesar 12 wmt pada 2026,”
tulis Eramet dalam keterangan resmi, 29 April lalu.
Kuota Terbatas, Produksi Diprediksi Cepat Habis
Akibat keterbatasan kuota ini, produksi yang diizinkan diperkirakan akan habis lebih cepat dari jadwal. Bahkan, perusahaan menyebut target produksi dari kuota awal tersebut akan tercapai dalam waktu dekat.
Produksi berdasarkan RKAB awal tersebut akan tercapai pada pertengahan Mei,”
ujar Eramet.
Selain itu, WBN juga telah mengajukan revisi untuk menaikkan kuota produksi kepada otoritas terkait.
Permintaan revisi peningkatan izin saat ini sedang diajukan oleh PT WBN,”
tulis perusahaan.



