Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Wacana Baru DPR: Partai Harus Punya 13 Kursi, Efektif atau Membatasi Demokrasi?
Politik

Wacana Baru DPR: Partai Harus Punya 13 Kursi, Efektif atau Membatasi Demokrasi?

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Mei 7, 2026 12:39 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Suasana rapat kerja Komisi IX DPR bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan
Suasana rapat kerja Komisi IX DPR bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
SHARE

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengusulkan agar jumlah komisi di DPR RI dijadikan acuan untuk menentukan ambang batas partai politik masuk parlemen sekaligus membentuk fraksi.

Daftar isi Konten
  • DPR Dinilai Perlu Didukung Sistem Efektif
  • Dinilai Bisa Membuat Pembahasan Lebih Berkualitas

Dalam skema tersebut, setiap partai politik setidaknya harus memiliki minimal 13 kursi di DPR RI. Jumlah itu disesuaikan dengan total komisi di parlemen yang saat ini berjumlah 13.

Pengamat politik Firman Noor menilai usulan tersebut memiliki sisi positif, terutama dalam meningkatkan efektivitas kerja komisi di DPR RI.

Jadi, saya kira ini berkaitan dengan maksimalisasi kerja komisi. Berdasarkan pengalaman, ada beberapa partai, termasuk PPP waktu itu, yang jumlah kursinya di komisi masih kurang,”

ujar Firman kepada owrite.id, Kamis 7 Mei 2026.

Menurutnya, keterbatasan jumlah anggota membuat sejumlah partai harus membagi personel ke banyak komisi sehingga kerja pengawasan dan pembahasan kebijakan menjadi kurang optimal.

Akibatnya harus wara-wiri, sehingga terkesan seadanya saja. Padahal kerja-kerja komisi itu tentu harus serius dan mendalam, mengingat fungsi komisi sangat penting,”

tambahnya.

DPR Dinilai Perlu Didukung Sistem Efektif

Firman juga menjelaskan bahwa aktivitas di DPR RI sering berlangsung panjang dan kompleks. Karena itu, menurutnya, pengaturan jumlah kursi minimum dapat dipahami sebagai langkah untuk memperbaiki efektivitas parlemen.

Meski begitu, ia menilai usulan tersebut tetap perlu dikaji lebih dalam, terutama terkait mekanisme parliamentary threshold dan konversi suara menjadi kursi.

Itu mungkin menjadi concern beberapa partai. Kalau angka 13 kursi, saya sendiri belum tahu persis dengan aturan yang baru ini, tetapi saya kira itu juga cukup tinggi,”

ujarnya.

Dinilai Bisa Membuat Pembahasan Lebih Berkualitas

Firman menambahkan, keberadaan partai politik di setiap komisi penting agar pembahasan kebijakan berjalan lebih komprehensif dan kaya perspektif.

Oh iya. Saya kira efektivitas dalam konteks komisi adalah bagaimana semua partai diharapkan memiliki pandangan terhadap suatu isu dan juga bisa memberikan masukan dari lebih banyak perspektif. Dengan begitu, hal-hal yang mungkin masih kurang dalam sebuah rancangan undang-undang bisa dilengkapi,”

ujar Firman.

Berarti, untuk membuat masukan maupun kritik terhadap suatu rancangan menjadi lebih komprehensif, perspektifnya juga jadi lebih lengkap, saya kira begitu,”

pungkasnya.

Usulan penyesuaian ambang batas berdasarkan jumlah komisi DPR ini diperkirakan akan memicu perdebatan di kalangan partai politik.

Di satu sisi, kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan efektivitas kerja parlemen.

Namun di sisi lain, aturan itu juga dikhawatirkan memperberat peluang partai kecil untuk membentuk fraksi di DPR RI.

Tag:demokrasiDPRparlemenpartaiyusril ihza mahendra
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Denny Indrayana, Pakar Hukum Tata Negara
Politik

Kontrol terhadap Pemerintah Hilang: Oposisi Mandul, LSM hingga Pengamat Ditekan

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkapkan dua alasan utama yang mendorongnya…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
12 jam lalu
Ilustrasi pembahasan RUU Perampasan Aset
Politik

PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Galak, Tersangka Kabur hingga Meninggal Harta Tetap Bisa Dirampas

Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Denny Indrayana, Pakar Hukum Tata Negara
Politik

Denny Indrayana Bongkar Alasan Surati Prabowo, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkap alasan menulis surat terbuka kepada…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
12 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjalan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Politik

Kebijakan Purbaya Dinilai Ancam Ekonomi Nasional dan Reputasi Indonesia di Mata Dunia

Ekonom Prof. Ferry Latuhihin melontarkan kritik terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up