Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bhima: Jangan Senang Dulu, Ada Risiko Kurva Terbalik!
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bhima: Jangan Senang Dulu, Ada Risiko Kurva Terbalik!

dusep-malikowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 8, 2026 11:54 am
Dusep
Adi Briantika
Share
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
SHARE

Rilis data pemerintah soal pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen dinilai berada di atas ekspektasi rata-rata pelaku pasar yakni 5,39 persen–5,48 persen dari proyeksi awal. 

Masifnya belanja APBN yang dilakukan pada awal tahun menjadi faktor peningkatan. Angka pertumbuhan tersebut digerakkan oleh faktor musiman yakni Idul Fitri dan tingginya konsumsi belanja oleh pemerintah pusat, bukan konsumsi rumah tangga. 

Kalau konsumsi belanja pemerintah naik terlalu tinggi, berarti ada APBN yang dihabiskan di depan (awal tahun). Hanya untuk mendorong pertumbuhan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan konstruksi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih,”

kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, kepada Owrite.id. 

Hal yang menjadi tantangan selanjutnya–ketika menghadapi kuartal II hingga kuartal IV–adalah apakah pertumbuhan bisa meningkat di atas 5 persen meski dorongan APBN berkurang? Sebab pertumbuhan karena faktor musiman berlaku saat masa Natal dan Tahun Baru yang terjadi Desember mendatang. 

Paket Bundling MBG Saat Libur Lebaran. (Sumber: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
Paket Bundling MBG Saat Libur Lebaran. (Sumber: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)

Bhima menyorot beberapa hal yang membuat pertumbuhan kali ini mencapai 5,61 persen, antara lain:

1. Kualitas Lapangan Kerja dan Fenomena “Makan Tabungan”

Di balik tingginya angka pertumbuhan, Bhima berpendapat persentase pekerja sektor informal justru merangkak naik. Hal ini merupakan bentuk mode bertahan hidup masyarakat. Contohnya, menggunakan tabungan dan pekerjaannya informal atau merupakan korban PHK. Angka pertumbuhan terbilang tinggi, namun tidak mencerminkan kualitas. 

2. Anomali Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Pelemahan Rupiah

Tingginya pertumbuhan ekonomi kuartal ini dinilai bertolak belakang dengan IKK Bank Indonesia. Pada Maret, IKK menyentuh level 122,9 basis poin atau turun dibandingkan Januari yang mencapai 127 basis poin. Bhima juga menyorot nilai tukar Rupiah yang terperosok hingga mencapai Rp17.400 per dolar AS. Seharusnya pertumbuhan ekonomi yang solid, dapat memperkuat nilai tukar rupiah. 

Maka, ada yang tidak selaras antara klaim pertumbuhan ekonomi dengan kepercayaan terhadap kebijakan. 

Performa Rupiah bahkan kalah kuat dibandingkan Ringgit Malaysia, padahal sama-sama mendapat windfall sawit,”

ujar Bhima. 

3.Ketimpangan Wilayah dan Efektivitas Belanja

Hingga saat ini konsentrasi pertumbuhan masih terpusat di Pulau Jawa. Kondisi itu kontras karena pemerintah pusat menggenjot masif perbelanjaan, namun pemerintah daerah harus efisiensi anggaran. Rasio efektivitas alokasi belanja pemerintah saat ini juga jadi tanda tanya. 

Misalnya, dampak jangka panjang belanja infrastruktur seperti MBG yang terdapat masalah tata kelola dan food waste. Bhima berujar uangnya digenjot dari belanja pemerintah tapi rasio efektivitas dipertanyakan. 

Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )

Kurva Terbalik di Akhir Tahun

Bhima memprediksi laju di atas 5 persen memungkinkan dipertahankan pada kuartal kedua hingga Juni ini, karena dorongan belanja pusat masih tersisa. Namun, tantangan yang dihadapi pada semester kedua 2025 yaitu pemerintah bakal menghadapi risiko kebalikan tren.

Jika biasanya serapan anggaran memuncak pada akhir tahun, tapi cara pemerintah pusat “bakar uang” pada awal tahun ini akan menyebabkan kekurangan amunisi. Artinya, garis kurva diproyeksikan menurun hingga akhir 2026. 

Anggaran akan sangat terbatas. (Jika pemerintah) mencari utang dalam kondisi perang (Iran-AS saat ini) akan susah. Sangat mungkin (pertumbuhan hanya) di bawah 5 persen (pada kuartal III dan IV). Jadi jangan senang dulu dengan 5,6 persen di awal,”

terang Bhima.

Situasi makin berat dengan kepercayaan pasar menurun terhadap tata kelola fiskal, yang berdampak langsung pada biaya utang yang mesti ditanggung. 

Pembayaran bunga utang Indonesia tergolong lumayan tinggi. Bisa mencapai Rp1.400 triliun hanya untuk bunga dan pembayaran utang, sementara APBN hanya sekitar Rp2.000 triliun lebih. Itu merupakan risiko “bakar uang” awal tahun. 

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Tapi Rupiah Ambruk, Investor Mulai Tak Percaya Pemerintah?
Tag:APBNbelanja pemerintahfiskalHeadlineIndeks Keyakinan KonsumenPertumbuhan EkonomiRupiahutang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Siap-siap 100 Ribu Motor-Mobil Listrik Bakal Dapat Insentif dari Purbaya, Berlaku Juni 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan, insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) baik untuk sepeda motor dan mobil mulai diterapkan Juni 2026. Insentif ini diberikan untuk menekan konsumsi Bahan…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bebaskan Pajak Merger BUMN hingga 2029, Negara Punya Agenda Apa?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan insentif berupa pembebasan pajak atas transaksi merger dan akuisisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Insentif ini akan diberikan selama tiga tahun atau hingga 2029.…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
KPK kembali memperpanjang masa penahanan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas setelah menjalani pemeriksaan 
Hukum

Kasus Kuota Haji: Eks Menag Gus Yaqut Ditahan KPK 30 Hari Lagi

Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, 8 Mei 2026. Ia tersangkut kasus kuota haji tambahan Kementerian Agama periode…

By
Rahmat
Adi Briantika
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Tangkapan Layar Petugas Bea Cukai Razia warung madura di Tegal. (Sumber: TikTok @salmabram)
Ekonomi Bisnis

Viral Petugas Bea Cukai Razia Warung Madura Malam Hari, Ngapain?

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) buka suara, atas video viral warung…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Ekonomi Bisnis

Kuartal I-2026, Tabungan Orang Kaya Naik 21,6 Persen Terkerek Dana SAL Himbara

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengklaim tabungan orang…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
4 jam lalu
Logo PT Freeport Indonesia.
Ekonomi Bisnis

Freeport Setor Rp4,8 Triliun Keuntungan Bersih 2025 ke Pemerintah Pusat dan Daerah

PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 8 April 2026 telah menyetorkan keuntungan bersih…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
4 jam lalu
Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 8 Mei 2026 Turun, Buyback Ikut Melemah

Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up