Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyorot tingkah Majelis Hakim Pengadilan Militer yang menangani kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Novel bilang perlakuan hakim seakan tidak mempedulikan kondisi korban, bahkan terkesan membela empat terdakwa yang merupakan prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
“Saya prihatin sekali, bagaimana sikap hakim yang tidak memperlihatkan ada kepedulian atau keberpihakan kepada korban. Lebih buruk lagi sikapnya itu justru malah seperti membela atau condong kepada pelaku kejahatan. Ini memprihatinkan sekali,”
ucap Novel di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Maret 2026.
Sebagai seseorang yang juga korban penyiraman air keras, Novel memahami kondisi Andrie yang terdampak dari zat kimia pasti menyakitkan. Dia menegaskan ulah pelaku merupakan tindakan kejahatan yang luar biasa.
Novel berharap masyarakat masih teguh memandang Andrie merupakan sosok yang memperjuangkan kepentingan banyak pihak.
“Jangan sampai kemudian diganggu untuk hal-hal yang kemudian justru malah menghalangi atau menghambat upaya pemulihannya, apalagi terhadap hal yang tidak ada kepentingan terhadap dirinya,” .
ujar Novel
Novel pun berharap Andrie Yunus betul-betul bisa mendapatkan proses pemulihan yang terbaik, bisa lekas sembuh semaksimal mungkin.
“Dan jangan sampai ada langkah atau tindakan yang justru membuat Andrie Yunus semakin disudutkan ataupun tertekan dengan hal-hal yang tidak berpihak kepada korban,”
tambah Novel.
Kondisi Andrie Yunus
Di kesempatan terpisah, pihak RSCM memberikan pembaruan informasi soal kondisi Andrie. Saat ini dia berada dalam fase pemulihan setelah operasi lanjutan dan masih memerlukan evaluasi berkala terhadap proses penyembuhan luka maupun kondisi mata.
Secara keseluruhan, Andrie dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan lebih baik. Akibat inisiden penyiraman tersebut, dia mengalami luka trauma kimia asam. Sejumlah dokter spesialis multidisiplin yakni spesialis bedah plastik rekonstruksi, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga masih terus memantau korban.
Andrie menjalani operasi lanjutan kembali pada 7 Mei 2026. Dokter berfokus pada pembersihan jaringan dan penutupan luka lanjutan dengan tindakan tandur atau cangkok kulit.
Kondisi pasien dipantau ketat di ruang rawat guna memantau kondisi klinis dan evaluasi penyembuhan luka. Mengenai kondisi mata kanan Andrie, masih dalam tahap penanganan lanjutan dengan tindakan penutupan kelopak mata sementara, untuk mendukung proses penyembuhan dan mempertahankan struktur bola mata.




