Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 29 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part II) Kala Beton Hayam Wuruk Menyimpan Bangkai Deposit: Invasi Sindikat Judol Asing Menggurita di Jantung Ibu Kota
Nasional

(Part II) Kala Beton Hayam Wuruk Menyimpan Bangkai Deposit: Invasi Sindikat Judol Asing Menggurita di Jantung Ibu Kota

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 13, 2026 4:25 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi jaringan judi online (judol) internasional invasi ke Indonesia
Gambar ilustrasi jaringan judi online (judol) internasional invasi ke Indonesia (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Apresiasi 

Bambang Rukminto, pengamat kepolisian dari ISESS, turut mengapresiasi Polri. Dia pun mengingatkan publik bahwa di era siber saat ini, operasi judol lintas negara mengakibatkan aparat penegak hukum sulit bertindak karena beda wilayah yurisdiksi. 

Daftar isi Konten
  • Apresiasi 
  • Cuan Masif 
  • Eksploitasi Anonimitas 

Itu tidak bisa menjadi alasan pemberantasan judol hanya insidental, berkala, dan hanya menyasar pada pelaku atau menutup situs. Situs judol masih terus tumbuh. Judol adalah kejahatan keuangan, jadi pendekatannya juga harus lebih substantif menyangkut transaksi keuangan,” 

kata Bambang kepada owrite.id.

Penegakan hukum harus berubah total, bukan sekadar menangkap operator lapangan, tetapi memutus ekosistemnya. Kuncinya follow the money—bekukan rekening, bongkar nominee, telusuri payment gateway, aset properti, perusahaan cangkang, dan pihak yang melindungi jaringan.

Jika hanya menangkap pekerja teknis tanpa menghancurkan jalur finansial dan aktor pelindungnya, maka penggerebekan besar hanya jadi tontonan periodik, sementara bisnis judi terus hidup dan beregenerasi. 

Pelibatan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pemberantasan judol adalah keniscayaan. Selain itu, hal tak kalah penting ialah transparansi pengungkapan aktor maupun pemilik rekening penampung, termasuk indikasi pencucian uang. 

Tanpa ada transparansi, pengungkapan kasus hanya akan dilihat sebagai seremonial saja. Agar tak memunculkan persepsi seperti itu, Satgas Judol yang dibentuk (kalau masih ada) seharusnya menyampaikan laporan publik secara periodik maksimal 3 bulan sekali,”

ujar Bambang. 

Tak hanya itu, pelibatan Kementerian Imigrasi juga sangat penting bila mengetahui pelaku juga banyak yang merupakan warga negara asing. 

Bareskrim Gulung Sindikat Judol Hayam Wuruk, DPR: Indonesia Jangan Jadi Basis Kejahatan Digital!

Cuan Masif 

PPATK mencatat perputaran uang hasil deposit judi judol tembus hingga Rp40,3 triliun selama kuartal I-2026. Data tersebut berdasarkan 12 hasil analisis yang dilakukan oleh PPATK. Hal ini juga berkaitan dengan kasus Hayam Wuruk. 

Berdasarkan analisis PPATK, data kuartal I-2026 menunjukkan bahwa nilai deposit perjudian online mencapai Rp10,6 triliun dengan perputaran mencapai Rp40,3 triliun,”

ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada owrite.

Perihal jaringan internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing, Ivan menduga korban didominasi berasal dari warga negara yang asalnya serupa dengan pelaku. Selain itu, publik Indonesia juga tidak menutup kemungkinan turut menjadi korban

Rekening milik salah satu warga negara Indonesia yang terlibat dalam komplotan ini pun kini telah dibekukan. Sementara rekening lainnya, PPTAK tengah berkoordinasi dengan Financial Intelligence Unit (FIU). 

Rekening yang ada di Indonesia sudah kami bekukan. Mayoritas rekening ada di luar negeri dan kami sudah kerjasama dengan FIU negara setempat,”

ucap Ivan.

Eksploitasi Anonimitas 

Penggerebekan ini menjadi bukti kejahatan terorganisasi mengeksploitasi anonimitas di ruang urban modern. Sindikat ini berevolusi dan mengemas aktivitas ilegal terlihat seperti entitas bisnis resmi dan profesional. 

Dosen Studi Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rakhmat Hidayat, berpendapat kejahatan yang terorganisasi berkarakteristik rapi dan canggih, tidak lagi beroperasi layaknya kejahatan jalanan. 

Mereka memanfaatkan fasilitas modern seperti gedung perkantoran, hotel, bahkan resor sekalipun. Kamuflase ini menciptakan anonimitas di tengah masyarakat, yakni publik tidak sadar ada kegiatan kriminal di sekitar mereka karena komplotan mengelola operasi dengan sangat tertata. 

Meskipun dia terkelola dengan baik, anonimitas berlangsung, ‘bangkai’ kejahatan lama-lama tercium juga. Ini ada sesuatu, yang meskipun kejahatan terorganisasi tapi kalau dilihat dari segi kuantitatif dia tidak 100 persen terorganisasi. Ada celah-celah yang mungkin 1-3 persen misalnya, yang menyebabkan penggerebekan itu,”

kata Rakhmat kepada owrite.id. 

Celah tersebut bisa saja berasal dari pihak eksternal atau pihak internal yang terlibat membocorkan. Pihak “persen minoritas” itu tidak masuk ke dalam lingkaran utama dari kejahatan terorganisasi tersebut, maka terjadilah penggerebekan.

Upaya hukum dinilai tak cukup bila tidak diimbangi dengan pendekatan sosiologis. Rakhmat menekankan langkah simultan kepolisian dan pemerintah. Aparat dituntut untuk tetap meningkatkan profesionalisme dan kecanggihan memetakan pergerakan sindikat kelas kakap, sementara pemerintah haram mengabaikan pendekatan sosial seperti edukasi kepada masyarakat. 

Bila ekosistem ekonomi ilegal seperti judol terus dibiarkan melebur dalam aktivitas ekonomi formal, dampaknya terhadap tatanan masyarakat bakal sangat destruktif secara ekonomi dan non ekonomi. 

Sindikat Judol Hayam Wuruk: Anonimitas Gedung dan Kejahatan Terorganisasi Berkedok Bisnis

Contoh dampak yakni judol menciptakan siklus adiksi. Ketika kalah, pemain akan eksploitasi ekonominya sendiri dengan cara berutang. Sehingga ujungnya mereka akan lari ke pinjol. Bila ini masif terjadi, maka masyarakat bakal terseret jatuh ke jurang kemiskinan personal hingga kemiskinan struktural akut. 

Dampak lain yaitu secara sosiologis judol merusak cara pandang publik. Mereka tergiur oleh budaya instan dan jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan tanpa perlu bekerja keras atau berpendidikan tinggi. 

Masyarakat akan lemah dan rapuh dalam nilai dan norma. Karena merasa tidak perlu pendidikan, keluarga, religiositas. Judol ini antitesis dari nilai agama, nilai sosial, nilai masyarakat. Dalam jangka panjang berikutnya, masyarakat akan tercerabut dari nilai-nilai tersebut dan itu menjadi masalah yang sangat besar bagi sistem sosial Indonesia,”

terang Rakhmat. 
Tag:indonesiaJakartajudi onlinejudolKambojaSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala Kerbau Tuai Tafsir, Pengamat: Perang Politik Lawan PDIP!
By Rahmat Tunny
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat menghadiri prosesi adat di Lampung. (Sumber: Istimewa)
1
Malam Reuni Bareng SBY-JK, Pagi Roy Suryo Langsung Jalani Sidang Gugat Kapolda Metro Jaya
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo gugat Kapolda Metro dan Jaksa Agung terkait penangkapan paksa dirinya kasus pencemaran nama baik Presiden Ke-7 Joko Widodo ke PN Jaksel.
2
Batu Bara RI Tembus 790 Juta Ton Tapi Masih Byarpet: Kenapa PLN Masih Krisis Pasokan?
By Natania Longdong
Warga menggunakan senter untuk berangkat menuju masjid saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
3
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan 1.300 Nyawa, WHO Sebut Ancaman Belum Berakhir
By Ani Ratnasari
Ilustrasi cuaca panas ekstrem di Eropa.
4
Alarm Bahaya Brasil, Jepang Siap Tebar Teror dan Paksa Favorit Juara Angkat Koper
By Hadi Febriansyah
Pemain Brasil saat laga melawan Skotlandia di grup C Piala Dunia. (Foto: FIFA).
5

BERITA LAINNYA

Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

RUU Keamanan Siber Mulai Dibahas, DPR Akui Banyak Celah Berbahaya

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan pemerintah resmi memulai pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 menit lalu
Mufli Budi Ananda (Sumber foto: Threads @gisalamri)
Nasional

Profil Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad yang Kini Jadi Komisaris PT Krakatau Posco

Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi sorotan publik setelah tercantum dalam jajaran…

Hilwa UrwatulAmin-Suciady-Owrite
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Amin Suciady
2 jam lalu
Sejumlah pengemudi ojek online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia sepakat untuk menurunkan potongan atau komisi aplikator menjadi sebesar delapan persen untuk pengemudi ojek online yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026, sebelumnya angka potongan atau komisi yang diterapkan oleh aplikator itu sekitar 20 persen yang artinya para pengemudi hanya mendapatkan 80 persen dari jasa layanan transportasi itu. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijay
Nasional

Cancel Fee Gojek Bikin Heboh, Pelanggan Protes Kena Biaya Meski Driver Tak Respons

Kebijakan baru Gojek yang mengenakan biaya pembatalan (cancel fee) kepada pelanggan dalam…

Hilwa UrwatulAmin-Suciady-Owrite
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Amin Suciady
3 jam lalu
Pekerja Migran Indonesia inisial AJ mengaku alami perlakuan tak menyenangkan saat bekerja di Libya.
Nasional

Tangis PMI Asal Cianjur di Libya Viral! Kemlu Pastikan AJ Selamat, Kronologi Masih Didalami

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI angkat suara terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up