Mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Ferdy Sambo jadi perbincangan setelah mendapat gelar Magister atau S2 di dalam rutan.
Padahal Sambo sedang menjalani masa hukuman atas kasus pembunuhan berencana terhadap anak buahnya sendiri Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J.
Kabar Sambo mendapatkan gelar S2 dibagikan dalam akun media sosial X @Hnirankara. Disebutkan, mantan Jenderal Polri itu mengikuti program pendidikan teologi dan tercatat sebagai mahasiswa Program Magister (S2) di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTGGI).
Dalam tesisnya, Sambo melakukan penelitiannya berjudul ‘Pengaruh Entepreneur Kristen Sebagai Upaya Pencegahan Fraud Risk Management’
Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, membenarkan gelar S2 yang didapuk Sambo. Dijelaskannya, Sambo memiliki hak pendidikan sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan pasal 9 huruf C. Hal itu juga berlaku dengaan semua warga binaan yang ingin mengenyam pendidikan.
Begitu juga di Lapas Cibinong semua warga binaan diberi kesempatan yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan formal, seperti yang saat ini terus berjalan yaitu pendidikan kejar paket A, B dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi,”
kata Rika dikonfirmasi, Kamis, 14 Mei 2026.
Rika menyebut, STGGI khususnya untuk program beasiswa S1 dan S2 Teologi telah menjalin kerjasama dengan Lapas Kelas IIA Cibinong tempat Sambo ditahan.
Salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdi Sambo. Perkulihan dilaksanakan secara online dari dalam Lapas Cibinong,”
ungkapnya.
Rika menambahkan, Lapas Kelas IIA Cibinong tidak ada perlakuan khusus terhadap warga binaan saat memberikan hak pendidikan, termasuk Sambo.
Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,”
tegas dia.
Menurut Rika, Sambo bukan satu-satunya warga binaan yang menempuh jalur pendidikan saat mendekam di balik jeruji.
Sejak tahun 2019 hingga kini, Lapas Pemuda Tangerang juga memberikan akses kuliah bagi warga binaan dengan nama kampus kehidupan bekerjasama dengan beberapa universitas.
Bahkan Lapas pemuda tangerang telah menghasilkan puluhan sarjana-sarjana dari dalam lapas,”
pungkas Rika.




