Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Satgas PKH Tegaskan Tugas Gak Mandek

Satgas PKH melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian, dan lembaga lain dalam proses penegakkan hukum untuk memulihkan kawasan hutan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Barita Simanjuntak (kanan) didampingi Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait (kiri) memberikan pernyataan usai Rapat Satgas PKH di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Juru Bicara Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Barita Simanjuntak (kanan) didampingi Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait (kiri) memberikan pernyataan usai Rapat Satgas PKH di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.)

Mundurnya Febrie Adriansyah dari kursi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung otomatis meninggalkan kekosongan pada posisi Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Jubir Satgas PKH Barita Simanjuntak mengatakan kekosongan tersebut akan jadi pembahasan lebih lanjut bersama Kejaksaan Agung.

“Prinsipnya tentu Satgas menghormati proses hukum. Ini ada prinsip-prinsip organisasi, pada saatnya nanti Kejaksaan Agung akan memberikan penjelasan,”

ucap Barita di Kementerian Pertahanan, Senin, 13 Juli 2026.

Satgas PKH melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian, dan lembaga lain dalam proses penegakkan hukum untuk memulihkan kawasan hutan. Meski Febrie terjerat hukum, hal tersebut tidak menghambat tugas dan fungsi Satgas.

Iklan

“Jangan lihat aspek kosong, tetapi tunggu penjelasan dari kejaksaan, ya. Iya (tugas tetap berjalan) karena kami dalam sistem organisasi,” kata dia.

“Semuanya diatur dengan prinsip-prinsip organisasi. Kendali dari pelaksanaan tugas-tugas yang ada di pelaksana dan di pengarah, dilaporkan dan disampaikan kepada Presiden,”

Barita menambahkan.

Janggal

Penyidik Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara tiga kasus korupsi besar ke Kejaksaan Agung. 

Perkara tersebut meliputi karut-marut tata kelola batu bara sejumlah PLTU yang memicu pemadaman massal (blackout), korupsi pengelolaan dana di PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya, serta penyelesaian utang PT Cakrawala Bintang Semesta (CBS) kepada anak usaha PT Krakatau Steel, PT Krakatau National Resources (KNI) periode 2020–2025.

Pada perkara ini Febrie dijerat Pasal 12 huruf e dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Pasal 607 Ayat (1) huruf a dan huruf b KUHP.

Sementara, Don Ritto dijerat Pasal 4 dan/atau Pasal 5 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, serta Pasal 607 Ayat (1) huruf b dan huruf c KUHP.

Meski begitu, hanya Don Ritto yang ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, sedangkan Febrie masih sebatas tersangka saja.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.