Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 10 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Cerita Raihan: Dibully Karena Mikrotia, Sampai Takut Menunjukkan Dirinya Sendiri
Sefruit

Cerita Raihan: Dibully Karena Mikrotia, Sampai Takut Menunjukkan Dirinya Sendiri

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Mei 19, 2026 6:36 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

“Itu si Raihan kenapa telinganya?”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana buat sebagian orang. Tapi buat Raihan, pertanyaan dan tatapan tentang fisiknya jadi sesuatu yang terus membekas sejak kecil.

Selama bertahun-tahun, ia hidup sambil menutupi dirinya sendiri. Mulai dari memakai jaket berkupluk saat SD sampai selalu menggunakan headphone selama SMA hanya supaya orang lain nggak melihat telinganya.

Di balik semua itu, ada satu kondisi yang akhirnya diketahui banyak orang lewat ceritanya yaitu mikrotia.

Apa Itu Mikrotia?

Mikrotia adalah kelainan bawaan lahir ketika telinga tidak berkembang sempurna. Kondisi ini bisa membuat bentuk telinga terlihat lebih kecil atau berbeda dari umumnya, bahkan pada beberapa kasus memengaruhi pendengaran.

Meski termasuk kondisi medis, banyak penyandang mikrotia justru harus menghadapi tantangan lain yang lebih berat: komentar orang, tatapan asing, dan bullying soal fisik.

Dan itu yang juga dialami Raihan sejak kecil.

Dari Kecil Sudah Merasa “Berbeda”

Awalnya Raihan kecil belum terlalu memikirkan kondisi dirinya. Saat TK, ia masih bermain seperti anak-anak lain tanpa merasa berbeda.

Tapi semakin besar, ia mulai sadar kalau orang-orang melihatnya dengan cara yang berbeda.

Ada yang menatap terlalu lama. Ada yang menyentuh telinganya tanpa izin. Ada yang menjadikannya bahan bercandaan.

Salah satu hal yang paling membekas adalah saat dirinya dipanggil “kuping caplang.”

Hal-hal seperti itu akhirnya membuat Raihan mulai menutup diri.

Sampai Takut Menunjukkan Diri Sendiri

Saat SD, Raihan mulai memakai jaket berkupluk untuk menutupi telinganya. Masuk SMA, ia menggantinya dengan headphone karena jaket tidak diperbolehkan.

Bahkan bukan cuma di sekolah, ia juga memakai headphone hampir ke mana-mana karena takut dilihat orang lain.

Yang paling menyakitkan buatnya bukan cuma ejekan, tapi rasa takut bahwa orang hanya akan melihat “kekurangannya.”

Ada satu momen yang sangat membekas saat SMA, ketika ia mendengar orang lain berbisik

“Oh itu kegesek tanah sampai mampus.”

Kalimat itu membuatnya langsung menangis dan kembali membenci dirinya sendiri.

Proses Belajar Menerima Diri

Di tengah rasa takut dan insecure yang terus menghantuinya, Raihan akhirnya mulai mencoba membuka dirinya lewat dunia teater.

Awalnya ia berpikir panggung hanya untuk orang-orang yang “sempurna.” Tapi ternyata, di sana ia justru diterima apa adanya.

Bahkan ia beberapa kali dipercaya menjadi karakter utama.

Dari situlah perlahan ia sadar kalau orang yang tepat akan melihat dirinya lebih dari sekadar fisik.

Raihan bahkan menulis sebuah naskah teater tentang ketidaksempurnaan, terinspirasi dari The Greatest Showman. Di atas panggung, untuk pertama kalinya, ia menunjukkan dirinya tanpa menutupi telinganya lagi di depan ribuan penonton.

Dan respons yang ia terima justru penuh dukungan.

Banyak Orang Relate dengan Cerita Raihan

Cerita Raihan bukan cuma tentang mikrotia.

Banyak orang relate karena pernah merasa takut dinilai dari fisik, takut menunjukkan diri sendiri, atau merasa harus menutupi bagian diri yang dianggap “berbeda.”

Padahal kenyataannya, semua orang punya luka dan rasa insecure masing-masing.

Dan lewat ceritanya, Raihan mengingatkan bahwa penerimaan diri memang bukan proses yang instan, tapi tetap mungkin untuk dijalani.

Kesempurnaan Itu Bukan dari Fisik

Salah satu hal paling menyentuh dari cerita Raihan adalah ketika ia mengatakan bahwa kesempurnaan bukan dilihat dari fisik, tapi dari hati dan cara seseorang memperlakukan orang lain.

Sekarang, ia memang mengaku belum sepenuhnya sembuh dari rasa takutnya. Tapi setidaknya, ia sudah tidak lagi menyembunyikan dirinya sendiri.

Dan mungkin itu bentuk keberanian yang paling besar.

Nonton cerita selengkapnya di sini:

 

Tag:Bullyingbunuh diriDisabilitas
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Melonjak 32 Persen, Harga Pertamax Mulai Hari Ini Dijual Rp16.250 per Liter
By Natania Longdong
BBM Pertamina Jenis Pertamax resmi naik Jadi Rp16.250 per liter. (Sumber: Owrite/Hadi Febriansyah)
1
Intip Profil Sara Botello, Istri Bek Timnas Spanyol Aymeric Laporte
By Ani Ratnasari
Sara Botello
2
Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Ilustrasi saat berwudhu
3
Apa Itu Ghosting? Fenomena Menghilang Tanpa Kabar dalam Hubungan
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Ilustrasi memutus komunikasi tanpa memberikan penjelasan
4
3 Cara Mudah Transfer Uang dari Mandiri ke DANA
By Ani Ratnasari
Proses transfer dari Bank Mandiri ke DANA
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?

Lebih berani bicara langsung daripada kirim chat? Bisa jadi kamu terjebak overthinking…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
5 hari lalu
Sefruit

Kalau Kamu Haus Pujian di Satu Hal Tertentu, Coba Perhatikan Ini

Pernah terpikir kenapa jenis pujian tertentu rasanya jauh lebih berkesan? Berdasarkan riset…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
5 hari lalu
Sefruit

Busy Day vs Productive Day: Banyak Orang Masih Ketuker

Merasa lelah seharian tapi tugas utama tidak selesai? Bisa jadi kamu terjebak…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
5 hari lalu
Sefruit

Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking

Sering meragukan perasaan sendiri karena takut dianggap overthinking? Padahal, tidak semua kecemasan…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up