Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 21 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dana MBG 2025: Dari Rp85 Triliun Cuma Terserap 60 Persen, Sisanya ke Mana?
Nasional

Dana MBG 2025: Dari Rp85 Triliun Cuma Terserap 60 Persen, Sisanya ke Mana?

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 21, 2026 10:16 am
Rahmat
Adi Briantika
Share
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin. (Owrite.id/Rahmat Baihaqi)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025 mengendap dalam rekening yayasan.

Daftar isi Konten
  • Belum Ada Hasil
  • Potensi Rasuah dan Manipulasi
  • Tidak Tepat Sasaran

Hal itu diungkapkan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin dalam diskusi yang diselenggarakan di kawasan Anyer, Banten, Kamis, 21 Mei 2026. Aminudin menyebut BGN hanya menyerap anggaran 60 persen dari Rp85 triliun. Sementara pada 2026, anggaran MBG melonjak menjadi Rp268 triliun.

“Dari Rp85 triliun yang dianggarkan, yang terserap hanya sekitar sekitar Rp61 triliun. Akhirnya apa? Sisa duit mengendap di rekening yayasan-yayasan seluruh Indonesia yang memiliki SPPG,”

ucap Amin.

KPK menduga dana yang mengendap itu disimpan dalam bentuk giro di tabungan disertai bunganya. Iman berpendapat pendanaan progam MBG menyunat dari sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal tersebut menyebabkan pengampu dari masing-masing sektor itu merasa heran.

KPK menyoroti Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak mendapatkan mandat besar dari Presiden Prabowo Subianto dengan dana jumbo untuk program MBG meski baru resmi dibentuk dan berdiri pada 15 Agustus 2024.

Dengan kondisi tersebut, BGN belum memiliki regulasi yang kuat dan berpotensi pelaksanaannya tidak berada di jalur yang benar. Potensi paling buruk, program MBG bukannya untung malah buntung.

“Lembaga baru berdiri, infrastruktur belum siap, organisasi dan regulasinya juga belum siap (tapi) mendapat amanat cukup besar dengan anggaran jumbo untuk tahun 2025 sekitar Rp85 triliun,”

kata Iman.

“Anggarannya jumbo itu yang menyebabkan KPK masuk karena melekat. Ketika suatu proyek dengan anggaran jumbo maka risiko terjadinya penipuan, terjadinya korupsi pun pasti akan tinggi,”

tambah dia.

Belum Ada Hasil

Selama pelaksanaan program MBG tahun 2025, KPK belum mengeluarkan hasil yang jelas. Sejatinya, program usungan Presiden Prabowo itu ditujukan untuk mengentaskan masalah stunting, khususnya pada masyarakat miskin dan menciptakan generasi emas untuk tahun 2045.

Dalam pelaksanaannya, KPK menjumpai tolok ukur keberhasilan MBG adalah dengan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Jadi rasa-rasanya tidak pas ketika hasilnya diukur dari seberapa banyak jumlah penerima MBG, padahal tujuannya adalah agar orang-orang yang malnutrisi, stunting, ibu-ibu hamil, balita kurang gizi, ibu-ibu menyusui itu dapat asupan gizi yang cukup yang seimbang,”

ucap Iman.

Potensi Rasuah dan Manipulasi

Sejauh ini, menurut Iman, program MBG belum memiliki lembaran cetak biru untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Bahkan belum memastikan capaian. Dampak dari fenomena itu MBG terkesan lemah.

“Tidak ada tolok ukur keberhasilan yang dapat diverifikasi oleh publik termasuk oleh KPK,”

kata dia.

Belum ada hasil yang jelas, KPK memprediksi program MBG berpotensi jadi ladang rasuah. lantaran dinilai terlalu banyak campur tangan dari pemangku kebijakan.

“Adanya ruang diskresi yang terlalu luas dari para pengambil kebijakan yang mengampu program MBG. Ini juga membuka ruang terjadinya transaksional,penipuan, dan korupsi,”

tegas Iman.

Tidak Tepat Sasaran

Komisi Antirasuah pun menyoroti potensi tingginya ketidaktepatan sasaran dalam program MBG. Umpama, masyarakat berekonomi cukup justru mendapatkan MBG. Sebaliknya, masyarakat ekonomi lemah malah luput jadi target penerima manfaat. Maka, seharusnya ada mekanisme tepat dalam pemilihan penerima manfaat.

“Seharusnya dikoneksikan dengan data Kementerian Kesehatan. Mereka punya peta daerah-daerah dengan tingkat stunting tinggi, nilai gizi tinggi dan seterusnya,”

tutur Iman.

Kemudian, dari segi desain kebijakan, program MBG hanya berpangku pada mekanisme bantuan pemerintah. KPK menemukan regulasi pertanggungjawaban BGN terputus setelah menyalurkan dana kepada pihak yayasan.

Padahal pertanggungjawaban BGN masih panjang, misalnya memantau pihak yayasan, SPPG, dapur, hingga bahan baku dari para vendor maupun penyuplai.

“Dalam praktiknya, BGN selesai mempertanggungjawabkan keuangannya ketika duit sudah sampai kepada akun virtual yayasan. Padahal dalam prosesnya bukan cuma sampai di situ,”

ucap dia

Tag:AnggaranBGNfraudGenerasi EmasGiziKorupsiKPKMalnutrisiMBGSPPGStuntingyayasan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Tangis Neymar Pecah, Usai Lolos ke Skuad Brasil Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Penyerang Timnas Brasil, Neymar Jr
1
Dana MBG 2025: Dari Rp85 Triliun Cuma Terserap 60 Persen, Sisanya ke Mana?
By Rahmat
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin.
2
Kenapa Sih Prabowo Minta Purbaya Copot Dirjen Bea Cukai?
By Anisa Aulia
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di lokasi Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
3
Prabowo Ogah Pilih Sosialis atau Kapitalis, Lebih Suka ‘Ekonomi Jalan Tengah’ Indonesia
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
4
Prabowo Sebut Belanda Kaya Raya Gegara Kuasai Indonesia Ratusan Tahun, Benarkah?
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: YT BPMI)
5

BERITA LAINNYA

Forum Wartawan Kebangsaan
Nasional

Harga Kebutuhan Pokok Naik, FWK Minta Pemerintah Benahi MBG dan Tambah Subsidi

Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti janji Presiden Prabowo di DPR untuk membenahi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 jam lalu
Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara, Rabu (6/5/2026).
Nasional

Ini Rentetan Rapor Merah BGN Versi KPK, Bikin MBG Kena Roasting!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyorot soal Badan Gizi Nasional (BGN) yang mendorong pembentukan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
2 jam lalu
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memberikan keterangan kepada media tentang pengagalan distribusi pasir timah ilegal di Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Nasional

9 WNI Ditahan Israel, Menko Polkam Tempuh Jalur Diplomasi Internasional

Pemerintah Indonesia bakal menempuh semua jalur diplomatik untuk membebaskan warga negara Indonesia…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
17 jam lalu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Nasional

Bahlil ‘Senggol’ Gubernur Kaltim yang Viral Gegara Mobil Dinas Rp8,5 Miliar: Kalau Pejabat Tak Viral, Berarti Tak Top

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, berkelakar soal Gubernur…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up