Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons beredarnya video Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang diduga memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla (GSF).
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya masih mendalami keaslian video tersebut.
Sebagai informasi, video itu pertama kali diunggah Ben-Gvir melalui akun resmi X miliknya. Dalam video tersebut, tentara Israel terlihat mengikat tangan para aktivis dan memerintahkan mereka menunduk dengan dahi menempel ke lantai.
Kalau terkait video-video itu, kami masih belum memastikan apakah video tersebut benar atau tidak. Namun demikian, kami akan terus mencari tahu kebenaran dari video-video tersebut,”
kata Heni di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Komunikasi dengan WNI Masih Terhambat


Heni mengatakan komunikasi langsung dengan para relawan masih terhambat setelah penangkapan oleh militer Israel. Meski begitu, berdasarkan kontak terakhir dengan sekretariat kelompok terkait, para WNI dilaporkan dalam kondisi baik.
Pagi tadi kami masih berjumpa dengan sekretariat dari GPCI, dan terakhir mereka berkomunikasi pada 19 Mei lalu. Semua masih dalam keadaan baik,”
ungkapnya.
Ia menjelaskan, sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut telah dibawa militer Israel menuju Pelabuhan Ashdod setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional.
Kemungkinan setelah ini mereka akan dibawa ke detensi imigrasi,”
ujarnya.
Kemlu Maksimalkan Jalur Diplomasi


Lebih lanjut, Kemlu RI menegaskan pihaknya terus mengerahkan seluruh perwakilan diplomatik di kawasan serta mengupayakan jalur diplomasi melalui pihak ketiga guna membuka akses komunikasi dengan Israel.
Kemlu masih terus melakukan verifikasi mengenai posisi, kondisi, dan akses komunikasi terhadap para WNI. Hingga saat ini, sebagaimana disampaikan Ibu Jubir, semua kanal komunikasi kami maksimalkan untuk memastikan keberadaan para WNI kita,”
tutup Heni.
























