PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melakukan kontrak jumbo terkait pasokan liquefied natural gas (LNG) senilai sekitar Rp360 triliun hingga 2047.
Kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan sejumlah perjanjian jual beli gas dan LNG dalam ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Kontrak jangka panjang itu mencakup tambahan pasokan LNG sebesar 48,5 juta ton atau setara sekitar 840 kargo LNG untuk mendukung kebutuhan energi primer pembangkit listrik PLN Group pada periode 2027-2047.
Transisi Energi Berbasis Gas
Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto mengatakan, penandatanganan kontrak LNG tersebut menjadi strategi perusahaan dalam memastikan keandalan pasokan energi primer sekaligus mendukung transisi energi nasional berbasis gas.
Penandatanganan kedua kontrak jual beli LNG jangka panjang ini memastikan adanya tambahan 48,5 juta ton atau sekitar 840 kargo LNG untuk periode 2027-2047 dalam mendukung transisi dan ketahanan energi nasional,”
kata Rakhmad dalam keterangannya, Kamis, 22 Mei 2026.

Pasokan LNG Berasal dari Proyek Masela dan Kalimantan
Sebagai informasi, PLN EPI menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan South Hub LNG untuk pasokan LNG yang berasal dari wilayah kerja Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal. Kontrak tersebut berlaku untuk periode 2027-2037 dengan total volume mencapai 11 juta ton atau sekitar 190 kargo LNG.
Selain itu, PLN EPI juga menandatangani HoA LNG dengan Masela PSC Contractor Parties untuk kontrak berdurasi 15 tahun sejak proyek mencapai Commercial Operation Date (COD) sekitar 2032. Total volume LNG dari proyek tersebut mencapai 37,5 juta ton atau setara 640 kargo LNG.
Rakhmad berharap bahwa kesepakatan tersebut dapat mendukung pengembangan lapangan gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan perkiraan nilai transaksi sebesar Rp360 triliun, kesepakatan ini akan menjadi salah satu pembuka jalan pengembangan lapangan gas baru baik di Masela yang ada di Maluku maupun lapangan gas Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal dan West Ganal di Kalimantan Timur,”
bebernya.

PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Industri Gas Nasional
Selain kontrak LNG, PLN EPI juga menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Saka Indonesia Pangkah Limited untuk memasok gas ke PLTGU Gresik sebesar 7-10 MMSCFD untuk periode 2026-2029.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN terus mendukung pengembangan lapangan gas nasional melalui peran sebagai pembeli jangka panjang.
PLN terus mendukung pengembangan lapangan gas dengan menjadi pembeli jangka panjang untuk memastikan keekonomian hulu migas terpenuhi. Keberlangsungan industri gas menjadi sangat penting dalam memastikan penyediaan listrik yang andal, efisien dan lebih hijau,”
tutup Darmawan.


