Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / ‘Ekonomi Alternatif’: Mengapa Anak Muda Rentan Terjerumus Komplotan Begal?
Ekonomi Bisnis

‘Ekonomi Alternatif’: Mengapa Anak Muda Rentan Terjerumus Komplotan Begal?

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 6:45 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Polda Metro Jaya bersama polres jajaran mengungkap 127 laporan polisi terkait kejahatan jalanan pada periode 1 Mei hingga 22 Mei 2026 serta menetapkan 173 tersangka.
Polda Metro Jaya bersama polres jajaran mengungkap 127 laporan polisi terkait kejahatan jalanan pada periode 1 Mei hingga 22 Mei 2026 serta menetapkan 173 tersangka. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.)
SHARE

Publik resah lantaran marak begal beberapa waktu belakangan. Faktor ekonomi diduga menjadi salah satu pendorong meningkatnya aksi kriminalitas tersebut.

Daftar isi Konten
  • Bertahan Hidup
  • Perkuat Strategi

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita mengatakan dari sisi ekonomi meningkatnya kerentanan masyarakat akibat tekanan biaya hidup, melemahnya daya beli, dan ketidakpastian pendapatan bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian orang masuk ke aktivitas kriminal. 

“Ketika kebutuhan dasar semakin sulit dipenuhi sementara peluang ekonomi terbatas, sebagian individu menjadi lebih rentan mengambil jalan pintas yang destruktif,”

ujar Ronny saat dihubungi Owrite.id, Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga:
Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah rupanya terlibat…
Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang… Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden Prabowo…
Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta… Direktur Utama I.League Ferry Paulus meminta agar seluruh pihak ikut menjaga agar…
  • Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan
  • Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang Program
  • Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta Jakmania Jangan…

Namun, Ronny menegaskan bahwa kemiskinan tidak otomatis melahirkan kejahatan. Sebab, mayoritas masyarakat yang hidup susah tetap memilih jalan yang jujur. Hal yang perlu diperhatikan adalah kombinasi antara kemiskinan, ketimpangan, dan hilangnya harapan ekonomi.

Begal tumbuh bukan hanya lantaran orang miskin, melainkan lahir karena rasa frustasi sosial.

“Dalam banyak kasus, begal tumbuh bukan hanya karena orang miskin, tetapi karena muncul rasa frustasi sosial ketika mereka melihat kesenjangan yang sangat lebar antara kelompok yang memiliki akses ekonomi dengan yang tertinggal,”

jelas Ronny.

Dia berpendapat pada era media sosial saat ini kontras gaya hidup semakin terlihat. Sementara sebagian anak muda menghadapi kenyataan sulit seperti mendapatkan pekerjaan layak, penghasilan stabil, atau mobilitas sosial. 

“Ketika aspirasi tinggi tetapi akses ekonomi sempit, maka potensi penyimpangan sosial akan ikut meningkat,”

ujar Ronny.

Bertahan Hidup

Kelahiran begal juga karena sulitnya lapangan kerja. Tingginya angka pengangguran, terutama di kalangan usia muda dan pekerja informal, menciptakan kelompok masyarakat yang berada dalam situasi rentan. 

“Dalam kondisi seperti itu, sebagian mudah dipengaruhi lingkungan negatif, kelompok kriminal, atau ekonomi ilegal yang menawarkan uang cepat tanpa keterampilan tinggi. Ini yang berbahaya, karena kriminalitas berubah bukan hanya menjadi tindakan spontan, tetapi bisa berkembang menjadi ekonomi alternatif di tengah lemahnya kesempatan kerja formal,”

terang dia.

Ronny menilai tekanan ekonomi pasca berbagai gejolak global beberapa tahun terakhir membuat biaya hidup naik lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan sebagian masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok, transportasi, dan biaya pendidikan meningkat, sementara pendapatan stagnan, maka tekanan sosial di lapisan bawah ikut membesar. 

“Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan keamanan publik, maka potensi kriminalitas jalanan akan terus meningkat,”

tegas dia.

Perkuat Strategi

Sebagai solusi menghadapi maraknya begal tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan dan penindakan hukum, Ronny menawarkan cara agar pemerintah perlu memperkuat strategi ekonomi yang menyentuh akar persoalan. 

“Seperti membuka lapangan kerja produktif, memperluas pelatihan keterampilan anak muda, memperkuat UMKM, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu saja. Sebab kriminalitas akhirnya sering menjadi cermin dari tekanan sosial-ekonomi yang tidak terselesaikan dengan baik,”

jelas dia.
Tag:begalBerita PentingDaya BeliKebutuhan PokokKemiskinanKriminalitaslapangan kerjaPekerjaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
1
Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli
By Rahmat Tunny
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
2
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
3
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
4
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bantah Anggaran Buka Rekening Massal Rp11 Triliun, Begini Alasannya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggaran untuk pembukaan rekening bank secara…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Persiapan PLN untuk Gelaran MotoGp Mandalika 2026. (Sumber: PT PLN)
Ekonomi Bisnis

PLN Siapkan Pembangkit Khusus 4 MW untuk MotoGP Mandalika 2026

PT PLN (Persero) menyiapkan pembangkit dengan total daya mampu pasok 4 megawatt…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (kiri), didampingi Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus (kedua kanan), Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat (kedua kiri), dan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten (kanan) memberikan keterangan terkait langkah penyelesaian terpadu atas permasalahan hukum dan situasi wilayah operasi PT Timah Tbk di Belitung seusai rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Perpres 79/2026 Terbit: Bisnis Timah Babel Dibenahi, Jalur Ilegal Siap Digulung

Pemerintah resmi merombak total lanskap bisnis pertambangan timah di Bangka Belitung lewat…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
8 jam lalu
Dongkrak pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023.
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus Lagi US$100 per Barel, Purbaya Klaim APBN 2026 Masih Kuat

Harga minyak dunia jenis Brent kini sudah menembus level US$101,84 per barel.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up