Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 27 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Tanda Kamu Terlalu Sering Nyalahin Diri Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya
Sefruit

Tanda Kamu Terlalu Sering Nyalahin Diri Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Mei 27, 2026 12:37 am
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Pernah nggak sih, ada sesuatu yang sebenarnya bukan salah kamu tapi entah kenapa kamu tetap merasa guilty?

Orang lain berubah sikap sedikit aja, kamu langsung mikir “gue salah ngomong ya?”. Ada teman bad mood, kamu merasa jadi penyebabnya. Bahkan saat disakitin orang lain pun, kamu masih sibuk nyari salah di diri sendiri.

Kalau relate sama ini, bisa jadi kamu terlalu sering menyalahkan diri sendiri tanpa sadar.

Kamu Minta Maaf Bahkan untuk Hal-Hal Kecil

Salah satu tanda paling umum adalah terlalu sering bilang maaf. Bahkan untuk hal yang sebenarnya nggak perlu minta maaf.

Contohnya minta maaf karena cerita terlalu banyak, minta maaf karena butuh bantuan, minta maaf karena punya perasaan sendiri, atau minta maaf hanya karena takut merepotkan orang lain.

Dilansir dari Psychology Today (2023), kebiasaan over-apologizing sering muncul dari rasa takut ditolak, fear of conflict, atau kebutuhan untuk menjaga orang lain tetap nyaman.

Akhirnya seseorang jadi terbiasa merasa dirinya “masalah” bahkan ketika tidak melakukan kesalahan besar.

Kamu Selalu Menganggap Emosi Orang Lain Tanggung Jawab Kamu

Saat orang lain marah, kecewa, atau menjauh, kamu langsung merasa harus memperbaiki semuanya. Padahal belum tentu itu salah kamu.

Tapi entah kenapa kamu selalu merasa “gue harus bikin semuanya balik baik-baik aja.”

Dikutip dari buku Codependent No More karya Codependent No More oleh Melody Beattie (1986), orang yang terlalu terbiasa memikul emosi orang lain sering kehilangan batas sehat antara empati dan tanggung jawab pribadi.

Mereka jadi merasa harus menjaga semua orang tetap bahagia agar dirinya merasa aman.

Kamu Sulit Marah ke Orang Lain, Tapi Gampang Nyalahin Diri Sendiri

Banyak orang yang terlalu self-blaming sebenarnya bukan nggak punya rasa kecewa. Mereka cuma terbiasa mengarahkan semuanya ke diri sendiri.

Jadi saat disakiti, respons pertamanya bukan “dia salah.” Tapi “apa gue yang kurang baik ya?”

Dilansir dari Verywell Mind (2024), self-blame yang berlebihan bisa membuat seseorang mengalami kecemasan, overthinking, dan self-esteem yang rendah karena terus merasa bertanggung jawab atas hal-hal di luar kendalinya.

Kamu Takut Mengecewakan Orang

Kamu sering merasa harus selalu ada, selalu mengerti, selalu jadi “baik,” dan selalu menjaga hubungan tetap aman.

Karena jauh di dalam diri, kamu takut kalau mengecewakan orang mereka akan pergi. Makanya kamu jadi terlalu keras sama diri sendiri.

Dikutip dari penelitian di American Psychological Association (APA) oleh Brené Brown tentang shame dan vulnerability, rasa takut ditolak sering membuat seseorang terus-menerus mencari kesalahan pada dirinya sendiri demi mempertahankan hubungan sosial.

Kamu Jarang Memberi Empati ke Diri Sendiri

Ironisnya, orang yang paling pengertian ke orang lain sering jadi orang yang paling keras ke dirinya sendiri. Kamu bisa memahami semua orang, tapi saat giliran diri sendiri salah sedikit aja, kamu langsung menghukum diri habis-habisan.

Padahal manusia memang nggak mungkin selalu sempurna. Dilansir dari Harvard Health Publishing (2024), self-compassion atau kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan lebih lembut terbukti membantu menurunkan stres, rasa malu berlebihan, dan kecenderungan self-blame.

Kadang Kamu Nggak Salah, Kamu Cuma Terbiasa Merasa Bersalah

Dan mungkin itu yang paling capek. Karena lama-lama kamu jadi merasa semua hal buruk pasti ada hubungannya sama diri kamu.

Padahal kenyataannya nggak semua konflik adalah tanggung jawab kamu. nggak semua emosi orang lain harus kamu perbaiki. dan nggak semua hubungan gagal karena kamu kurang baik.

Kadang kamu bukan orang yang salah. Kamu cuma terlalu terbiasa menyalahkan diri sendiri supaya semua orang lain tetap nyaman.

Kalau kamu relate dengan ini jangan lupa follow instagram @sefruitmedia untuk konten lainnya yaa

 

Tag:KepribadianOverthinking
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rupiah ‘Berkurban’ Jadi Paling Loyo se-ASEAN, Tembus Rp17.834 per Dolar
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
1
TNI Makin Dalam ke Ranah Sipil, DPR Dituding Gagal Jadi Penjaga Demokrasi
By Ani Ratnasari
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pasukan pengamanan peringatan Hari Buruh di kawasan Monas, Jakarta
2
Batal Berhaji, Purbaya Rogoh Kocek Pribadi Boyong Sapi 1 Ton ke Ciganjur
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
3
BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 27 Mei 2026 Didominasi Cerah Berawan
By Ivan
Ilustrasi Berawan
4
Setelah Bawa Juara Tiga Kali Beruntun Bojan Hodak Pilih Mundur dari Persib, Ada Apa?
By Hadi Febriansyah
Bojan Hodak berpisah dengan Persib Bandung usai mebawa hattrick juara
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Tipe-Tipe Orang Pas Idul Adha, Kamu yang Mana?

Idul Adha selalu punya cerita unik dan tipe-tipe orang yang muncul setahun…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
14 jam lalu
Sefruit

Self-Love Bombing: Saat Kamu Terlalu Cepat Jatuh Cinta Sama Potential Seseorang

Pernah jatuh cinta sama “potential” seseorang? Kenali fenomena self-love bombing, saat kita…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
14 jam lalu
Sefruit

Kenapa Passion Rasanya Susah Banget Ditemuin?

Masih bingung passion kamu apa? Tenang, banyak Gen Z mengalami hal yang…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
15 jam lalu
Sefruit

Slow Living Buat Orang yang Hidupnya Masih Berantakan, Emang Bisa?

Masih bingung passion kamu apa? Tenang, banyak Gen Z mengalami hal yang…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up