Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 11 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Banyak Korban KDRT Sulit Meninggalkan Pasangannya?
Sefruit

Kenapa Banyak Korban KDRT Sulit Meninggalkan Pasangannya?

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
Last updated: Juli 10, 2026 11:55 pm
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
29 detik lalu
Share
SHARE

Banyak orang masih bertanya, “Kalau memang disakiti, kenapa tidak langsung pergi?” Padahal, bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meninggalkan pasangan bukanlah keputusan yang sederhana.

Di baliknya, ada rasa takut, harapan, hingga tanggung jawab yang membuat mereka terus bertahan.

Hal ini juga tergambar dari kisah Inka Kartika yang membagikan pengalamannya dalam sebuah program bernama “Ini Cerita Gue”.

Ia mengaku tetap mempertahankan rumah tangganya meski mengalami KDRT saat hamil dan menghadapi perselingkuhan suami. Salah satu alasan terbesarnya adalah karena memikirkan kedua anaknya.

Aku lagi-lagi mikirin ini aku lagi hamil. Masa enggak ada bapaknya kalau aku enggak mempertahankan rumah tanggaku,”

ungkap Inka.

Fenomena seperti ini ternyata cukup umum terjadi. Banyak korban KDRT tetap bertahan bukan karena mereka lemah atau menerima kekerasan tersebut, melainkan karena ada berbagai faktor yang membuat mereka merasa sulit untuk keluar dari hubungan.

Menurut Lenore E. Walker dalam buku The Battered Woman (1979), korban KDRT sering mengalami cycle of violence atau siklus kekerasan.

Siklus ini biasanya dimulai dari ketegangan, kemudian terjadi kekerasan, lalu diikuti permintaan maaf, penyesalan, atau janji untuk berubah. Fase “bulan madu” inilah yang sering membuat korban kembali berharap bahwa pasangannya akan berubah.

Selain itu, rasa takut juga menjadi faktor yang besar. Banyak korban khawatir kondisi akan semakin buruk jika mereka mencoba pergi. Ada pula yang takut kehilangan tempat tinggal, tidak mampu menghidupi anak, atau mendapat tekanan dari lingkungan sekitar.

Dalam buku Why Does He Do That? Inside the Minds of Angry and Controlling Men (2002), konselor KDRT Lundy Bancroft menjelaskan bahwa pelaku sering menggunakan kontrol emosional, ancaman, hingga manipulasi agar korban tetap bertahan.

Akibatnya, korban perlahan kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak memiliki banyak pilihan.

Tak hanya itu, faktor anak juga sering menjadi alasan utama. Banyak orang tua berharap anak tetap tumbuh bersama kedua orang tuanya, meski hubungan yang dijalani sudah tidak sehat.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang terus-menerus menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga juga berisiko mengalami dampak psikologis, seperti kecemasan, trauma, hingga kesulitan membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Karena itu, meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan bukan sekadar soal keberanian. Dibutuhkan dukungan keluarga, teman, tenaga profesional, hingga lingkungan yang tidak menghakimi agar korban merasa aman untuk mengambil keputusan.

Jika kamu atau orang terdekat sedang mengalami KDRT, ingatlah bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan. Keselamatan diri dan anak-anak harus menjadi prioritas utama.

Kalau kamu penasaran sama ceritanya, kamu bisa cek di sini. Jangan lupa bagikan artikel ini agar semakin banyak orang memahami mengapa korban KDRT tidak selalu bisa “langsung pergi”. Ikuti juga Instagram @sefruitmedia untuk konten lainnya yah!

Tag:KDRTKekerasan PerempuanKeluarga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
AHY Unggul Kompetensi, Gibran Bertumpu pada Kekuatan Finansial dan Pengaruh Jokowi
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
1
Diseret Isu Kasus Blackout, Jampidsus Febrie: Saya Juga Tidak Paham Ada Kaitan dengan Saya
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah beri keterangan pers.
2
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Menangani Deretan Kasus Korupsi Besar di Indonesia
By Ani Ratnasari
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
3
Kasus Asabri Sudah Inkrah, Jampidsus Mendadak ‘Amnesia’ Soal Nasib Hukum Tan Kian
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah keluar dari ruangan untuk menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
4
Kortastipidkor ‘Sikat’ Ruko ke-13 di Cipete, Terpaksa Potong Gembok demi Cari Bukti
By Rahmat Baihaqi
Polisi membawa barang bukti sitaan usai penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sebuah ruko, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta, Jumat (10/7/2026) dini hari.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Preloved Branded vs Barang Baru, Mana yang Lebih Worth It?

Tergiur berburu barang preloved branded yang ramah kantong dan berkelanjutan? Sebelum memutuskan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Sefruit

Mulai Lagi dari Nol Terus, Apa Salah Kalau Sering Ganti Hobi?

Sering ganti hobi dari merajut, fotografi, hingga lari dalam waktu singkat? Jangan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Sefruit

Kerja Bareng AI atau Tersaingi AI? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Apakah AI akan menggantikan pekerjaanmu? Faktanya, masa depan dunia kerja adalah tentang…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Bisa Menyampaikan Cerita Tanpa Bicara, Begini Cara Kerja Pantomim

Bukan sekadar pertunjukan diam dengan riasan putih, seni pantomim ternyata menyimpan makna…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up