Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Banyak Korban KDRT Sulit Meninggalkan Pasangannya?
Sefruit

Kenapa Banyak Korban KDRT Sulit Meninggalkan Pasangannya?

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
Last updated: Juli 10, 2026 11:55 pm
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
SHARE

Banyak orang masih bertanya, “Kalau memang disakiti, kenapa tidak langsung pergi?” Padahal, bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meninggalkan pasangan bukanlah keputusan yang sederhana.

Di baliknya, ada rasa takut, harapan, hingga tanggung jawab yang membuat mereka terus bertahan.

Hal ini juga tergambar dari kisah Inka Kartika yang membagikan pengalamannya dalam sebuah program bernama “Ini Cerita Gue”.

Ia mengaku tetap mempertahankan rumah tangganya meski mengalami KDRT saat hamil dan menghadapi perselingkuhan suami. Salah satu alasan terbesarnya adalah karena memikirkan kedua anaknya.

Aku lagi-lagi mikirin ini aku lagi hamil. Masa enggak ada bapaknya kalau aku enggak mempertahankan rumah tanggaku,”

ungkap Inka.

Fenomena seperti ini ternyata cukup umum terjadi. Banyak korban KDRT tetap bertahan bukan karena mereka lemah atau menerima kekerasan tersebut, melainkan karena ada berbagai faktor yang membuat mereka merasa sulit untuk keluar dari hubungan.

Menurut Lenore E. Walker dalam buku The Battered Woman (1979), korban KDRT sering mengalami cycle of violence atau siklus kekerasan.

Siklus ini biasanya dimulai dari ketegangan, kemudian terjadi kekerasan, lalu diikuti permintaan maaf, penyesalan, atau janji untuk berubah. Fase “bulan madu” inilah yang sering membuat korban kembali berharap bahwa pasangannya akan berubah.

Selain itu, rasa takut juga menjadi faktor yang besar. Banyak korban khawatir kondisi akan semakin buruk jika mereka mencoba pergi. Ada pula yang takut kehilangan tempat tinggal, tidak mampu menghidupi anak, atau mendapat tekanan dari lingkungan sekitar.

Dalam buku Why Does He Do That? Inside the Minds of Angry and Controlling Men (2002), konselor KDRT Lundy Bancroft menjelaskan bahwa pelaku sering menggunakan kontrol emosional, ancaman, hingga manipulasi agar korban tetap bertahan.

Akibatnya, korban perlahan kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak memiliki banyak pilihan.

Tak hanya itu, faktor anak juga sering menjadi alasan utama. Banyak orang tua berharap anak tetap tumbuh bersama kedua orang tuanya, meski hubungan yang dijalani sudah tidak sehat.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang terus-menerus menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga juga berisiko mengalami dampak psikologis, seperti kecemasan, trauma, hingga kesulitan membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Karena itu, meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan bukan sekadar soal keberanian. Dibutuhkan dukungan keluarga, teman, tenaga profesional, hingga lingkungan yang tidak menghakimi agar korban merasa aman untuk mengambil keputusan.

Jika kamu atau orang terdekat sedang mengalami KDRT, ingatlah bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan. Keselamatan diri dan anak-anak harus menjadi prioritas utama.

Kalau kamu penasaran sama ceritanya, kamu bisa cek di sini. Jangan lupa bagikan artikel ini agar semakin banyak orang memahami mengapa korban KDRT tidak selalu bisa “langsung pergi”. Ikuti juga Instagram @sefruitmedia untuk konten lainnya yah!

Tag:KDRTKekerasan PerempuanKeluarga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
1
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Langit Berabu Vulkanik, LRT Jabodebek Pastikan Tetap Beroperasi Normal
By Syifa Fauziah
Rangkaian kereta LRT Jakarta Manggarai-Kelapa Gading berhenti di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Rambut Panjang atau Pendek? Begini Cara Tahu Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu

Memilih antara rambut panjang atau pendek ternyata tidak hanya soal mengikuti tren…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?

Awal September 2026 diprediksi membawa energi positif bagi zodiak Taurus, Gemini, dan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Orang Tua Narsistik Itu Seperti Apa? Kenali Cirinya

Perilaku egois orang tua tidak serta-merta menunjukkan gangguan kepribadian narsistik (NPD) karena…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Punya Teman Kerja Kayak Gini? Fix, Kamu Butuh Kesabaran Ekstra

Perilaku tidak sopan di kantor (workplace incivility) seperti gemar menyindir atau melempar…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up