Nilai tukar rupiah kembali terperosok terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis pagi, 28 Mei 2026. Rupiah melemah sebesar 0,31 persen atau 56 poin ke level Rp17.856 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan melemahnya mata uang garuda ini dipengaruhi oleh sentimen penyerangan baru yang dilakukan AS ke Iran.
Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Kamis, 28 Mei 2026.
Sentimen Sentralisasi Ekspor oleh PT DSI
Lukman mengatakan, dari sisi domestik melemahnya rupiah juga masih berasal dari sentimen domestik yang buruk. Beberapa hal yang disoroti investor adalah lambatnya keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate hingga kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Tentu, sentimen domestik sendiri masih menekan rupiah,”
jelasnya.
Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran Rp17.750-Rp17.900.

Terlemah di ASEAN
Bila dilihat dari data perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah dibandingkan mata uang negara lainnya menjadi yang terlemah melawan dolar AS. Ringgit Malaysia (MYR) tercatat melemah 0,25 persen, baht Thailand (THB) melemah sebesar 0,20 persen terhadap dolar AS.
Kemudian peso Filipina (PHP) melemah sebesar 0,18 persen melawan dolar AS, dan dolar Singapura (SGD) melemah 0,15 persen terhadap dolar AS.




