Jaringan filantropi global Open Society Foundations (OSF) milik miliarder George Soros tercatat menyalurkan jutaan dolar Amerika Serikat kepada sejumlah organisasi, media, lembaga riset, hingga kelompok advokasi di Indonesia sepanjang 2020-2024.
- 1. Kurawal Foundation
- 2. Yayasan Celios Pencerah Bangsa
- 3. Trend Asia Foundation
- 4. Watchdoc Media Mandiri
- 5. PT Celios Riset Pratama
- 6. PT Info Media Digital
- 7. UKK PPM Asia Research Centre Universitas Indonesia
- 8. Perkumpulan Sindikasi Pemilu dan Demokrasi
- 9. Transparency International Indonesia
- 10. Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI)
- 11. Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia
- 12. The Conversation Indonesia
- 13. Association of Indonesia Judicial Research Society
Dana hibah tersebut diberikan untuk berbagai program, mulai dari dukungan operasional organisasi, riset energi dan iklim, penguatan demokrasi, pendidikan hukum, pelatihan jurnalisme investigasi, hingga produksi film dokumenter dan media edukasi.
Jika dijumlahkan, total hibah dalam daftar ini mencapai sekitar US$10,6 juta atau setara lebih dari Rp180 miliar dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.
Berikut beberapa organisasi Indonesia yang tercatat menerima hibah dari jaringan OSF.
1. Kurawal Foundation
Kurawal Foundation menjadi salah satu penerima hibah terbesar dari jaringan Open Society Foundations di Indonesia. Total dana yang diterima mencapai sekitar US$6,19 juta yang berasal dari beberapa kali pendanaan, yakni US$3,2 juta pada 2023, US$945 ribu dan US$245 ribu pada 2022, serta masing-masing US$900 ribu pada 2021 dan 2020.
Kurawal Foundation merupakan lembaga filantropi yang bergerak di bidang demokrasi, pendidikan politik, advokasi sosial, penguatan masyarakat sipil, serta pendanaan program sosial. Sebagian besar hibah diberikan untuk dukungan operasional organisasi atau general support selama beberapa tahun.
2. Yayasan Celios Pencerah Bangsa
Yayasan Celios Pencerah Bangsa menerima total hibah sekitar US$2,57 juta. Dana tersebut terdiri dari hibah US$2 juta pada 2024, US$400 ribu pada 2023, dan US$175 ribu pada 2023.
Lembaga ini bergerak di bidang riset ekonomi, kebijakan publik, transisi energi, dan isu keadilan ekonomi. Dana hibah diberikan untuk mendukung operasional lembaga dan pengembangan riset terkait ekonomi nasional serta kebijakan publik di Indonesia.
3. Trend Asia Foundation
Trend Asia Foundation menerima hibah sebesar US$350 ribu pada 2022. Organisasi ini dikenal aktif mengkampanyekan isu transisi energi, energi terbarukan, dan lingkungan hidup.
Dana hibah tersebut digunakan untuk mendukung program demokratisasi energi di wilayah Indonesia timur selama dua tahun.
4. Watchdoc Media Mandiri
Watchdoc Media Mandiri memperoleh hibah sebesar US$251.983 pada 2022. Watchdoc dikenal sebagai rumah produksi film dokumenter investigatif yang kerap mengangkat isu lingkungan, sosial, energi, dan kebijakan publik.
Dana hibah dimaksudkan untuk memproduksi materi edukasi berupa laporan dan film dokumenter, melatih media dan jurnalis, serta mendukung pelaporan investigatif kolaboratif untuk melawan disinformasi dan membantu kelompok rentan.
5. PT Celios Riset Pratama
PT Celios Riset Pratama menerima hibah sebesar US$186.092 pada 2022. Perusahaan riset ini bergerak di bidang penelitian ekonomi, kebijakan publik, dan isu perubahan iklim.
Pendanaan diberikan untuk mendukung penelitian mengenai keadilan ekonomi dan keadilan iklim di Indonesia.
6. PT Info Media Digital
PT Info Media Digital menerima total hibah sekitar US$277 ribu pada 2020. Perusahaan media ini mendapatkan hibah US$160 ribu untuk pelatihan jurnalis lingkungan, pelaporan investigatif kolaboratif, dan pengembangan model storytelling baru.
Selain itu, perusahaan ini juga menerima hibah US$117.272 untuk proyek Tempo Witness, yaitu program pelatihan komunitas adat dan kelompok marjinal agar mampu membuat laporan visual dan media publik terkait isu di komunitas mereka.
7. UKK PPM Asia Research Centre Universitas Indonesia
UKK PPM Asia Research Centre Universitas Indonesia menerima hibah sebesar US$150.001 pada 2023. Lembaga riset di bawah Universitas Indonesia ini bergerak di bidang penelitian energi, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Dana hibah ditujukan untuk penelitian mengenai proyek energi di Indonesia, investasi energi, transisi energi berkeadilan, serta tata kelola perubahan iklim.
8. Perkumpulan Sindikasi Pemilu dan Demokrasi
Perkumpulan Sindikasi Pemilu dan Demokrasi menerima hibah sebesar US$132.963 pada 2020. Organisasi ini bergerak di bidang demokrasi dan pemilu.
Pendanaan ini digunakan untuk mendukung program penguatan integritas pemilu di Indonesia selama dua tahun.
9. Transparency International Indonesia
Transparency International Indonesia memperoleh hibah sebesar US$127.726 pada 2020. Organisasi ini dikenal fokus pada isu antikorupsi dan transparansi pemerintahan.
Dana hibah ditujukan untuk mendukung reformasi pendanaan politik di Indonesia.
10. Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI)
PBHI menerima hibah sebesar US$120 ribu pada 2022. Organisasi bantuan hukum dan advokasi HAM ini mendapatkan pendanaan untuk program pendidikan paralegal berbasis komunitas serta pelatihan pembela keadilan iklim.
Program tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap bantuan hukum dan keadilan sosial.
11. Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia
Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia menerima hibah sebesar US$97.625 pada 2020. Yayasan ini bergerak di bidang perfilman dokumenter dan edukasi sosial.
Dana hibah tersebut untuk mendukung program yang mendorong budaya berpikir kritis melalui film dokumenter.
12. The Conversation Indonesia
The Conversation Indonesia memperoleh hibah sebesar US$60 ribu pada 2020. Media berbasis artikel akademik dan penelitian kampus ini mendapatkan pendanaan untuk pelaporan dan pendataan kematian Covid-19 yang tidak tercatat di berbagai wilayah Indonesia.
13. Association of Indonesia Judicial Research Society
Association of Indonesia Judicial Research Society menerima hibah sebesar US$59.987 pada 2021. Lembaga ini bergerak di bidang penelitian hukum dan sistem peradilan.
Dana hibah ditujukan untuk penelitian mengenai disparitas hukuman dalam kasus narkotika di Indonesia.
Dengan adanya data hibah tersebut menunjukkan bahwa pendanaan dari jaringan OSF di Indonesia tidak hanya mengalir ke lembaga riset dan organisasi masyarakat sipil, tetapi juga media, kelompok advokasi hukum, hingga institusi pendidikan.
Program yang didanai pun beragam, mulai dari isu demokrasi, transisi energi, perubahan iklim, bantuan hukum, pelatihan jurnalisme, sampai produksi film dokumenter dan penguatan literasi publik.



