Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 28 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Sentilan Sudirman Said: Pemerintah Sibuk Jaga Suara, Generasi Muda Diwarisi Utang Ratusan Triliun
Politik

Sentilan Sudirman Said: Pemerintah Sibuk Jaga Suara, Generasi Muda Diwarisi Utang Ratusan Triliun

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 31, 2026 3:16 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Sudirman Said dalam Rapat Kerja Wilayah PKS Jawa Tengah, 21 Januari 2018.
Sudirman Said dalam Rapat Kerja Wilayah PKS Jawa Tengah, 21 Januari 2018. (pks.id)
SHARE

Kebijakan pemerintah yang dinilai lebih mengutamakan popularitas ketimbang penyelesaian masalah jangka panjang kembali mendapat sorotan tajam. 

Daftar isi Konten
  • Dibawa ke Mana?
  • Ancaman Mendatang

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengingatkan bahwa praktik politik populis yang terus dimainkan pemerintah berpotensi menimbulkan beban ekonomi besar bagi negara dan generasi mendatang.

Dia berpendapat sejumlah kebijakan yang dipertahankan pemerintah saat ini, termasuk menahan harga BBM di tengah tekanan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah, lebih mencerminkan kepentingan elektoral daripada langkah strategis untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

“Setiap politik populis sebetulnya politik yang mengedepankan aspek elektoral,”

kata Sudirman Said yang dikutip dari akun YouTube @Hendri Satrio, Minggu, 31 Mei 2026.
Baca juga:
Soal Spekulasi Mundur Perry Warjiyo Gegara Purbaya, Airlangga: Saya Nggak… Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto enggan merespons spekulasi terkait mundurnya Perry…
Usai Perry Warjiyo Tinggalkan BI, Destry Damayanti Minta Pasar Tak… Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta agar pasar…
PHE Produksi 935 Ribu BOEPD Semester I 2026, Raih Cadangan… PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mencatat kinerja operasional…
  • Soal Spekulasi Mundur Perry Warjiyo Gegara Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
  • Usai Perry Warjiyo Tinggalkan BI, Destry Damayanti Minta Pasar Tak Panik
  • PHE Produksi 935 Ribu BOEPD Semester I 2026, Raih Cadangan Migas Baru…

Dibawa ke Mana?

Arah kebijakan negara saat ini mulai bergeser dari fungsi utamanya sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat menjadi alat untuk mempertahankan dan memperpanjang kekuasaan politik.

“Sebetulnya negara ini, makin hari, makin bergeser perannya, bukan lagi menjadi alat untuk menyejahterakan masyarakat, tapi menjadi instrumen elektoral untuk memenangkan, memperpanjang kekuasan, memupuk kekuasan sehingga segala macam dikorbankan untuk elektoral itu,”

ucap Sudirman.

Ciri utama politik populis adalah memilih kebijakan yang terlihat menyenangkan masyarakat dalam jangka pendek, namun menyimpan risiko besar yang baru akan dirasakan di kemudian hari. Bisa jadi akan dipilih kebijakan-kebijakan yang menyenangkan rakyat, tapi dalam jangka panjang berisiko serius.

Ia mencontohkan persoalan kompensasi energi yang harus ditanggung negara melalui Pertamina. Bila kewajiban pemerintah kepada BUMN energi terus ditunda, maka tekanan keuangan perusahaan bakal semakin berat karena tetap harus membayar kebutuhan impor minyak dan kewajiban kepada pemasok internasional.

“Coba kalau Pertamina Rp100-an triliun enggak dibayar atau bayarnya ditunda. Dia masih bayar belanja minyak kepada para vendor, misalnya,”

papar Sudirman.

Ancaman Mendatang

Mantan calon gubernur Jawa Tengah itu juga mengingatkan ancaman yang bisa muncul apabila harga minyak global terus naik bersamaan dengan pelemahan rupiah yang semakin dalam.

Ia menyinggung prediksi sejumlah ekonom yang memperkirakan nilai tukar rupiah bisa menembus Rp20.000 hingga Rp25.000 per dolar AS, bila tekanan global semakin memburuk dan konflik geopolitik berkepanjangan.

Dalam kondisi tersebut Indonesia akan menghadapi tekanan ganda sekaligus. Di satu sisi harga minyak dunia melonjak, sementara di sisi lain biaya impor membengkak akibat pelemahan kurs rupiah.

“Harga minyak yang makin tinggi per barel, kena kurs rupiah yang makin rendah harganya, itu menderita dua kali,”

tegas dia.

Bila pola kebijakan seperti itu terus dipertahankan tanpa reformasi yang serius, pemerintah pada akhirnya akan kembali mengandalkan utang untuk menutup berbagai kewajiban yang terus membesar. Bahkan setiap tambahan utang yang diambil hari ini merupakan beban yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Utang artinya kewajibannya generasi mendatang yang akan membayar,”

tutur Sudirman.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan publik mengenai efektivitas berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai lebih berorientasi pada menjaga stabilitas politik jangka pendek, dibanding membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Tag:BUMNESDMKebijakanNilai TukarpertaminaPopulisRupiahSudirman saidutang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
QRIS hingga BI-Fast, Ini Warisan Perry Warjiyo Setelah Tinggalkan Bank Indonesia
By Anisa Aulia
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
1
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Polisi: Hoaks
By Rahmat Baihaqi
Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) dikawal menuju Rutan Cabang KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
2
Terungkap! Ini Alasan John Herdman Nonton Timnas Indonesia dari Tribun saat Lawan Kamboja
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
3
Psikolog Forensik Soroti Kejanggalan Kematian Karumga Eks Jampidsus, Minta Investigasi Mendalam
By Rahmat Baihaqi
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri
4
Soal Spekulasi Mundur Perry Warjiyo Gegara Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
By Anisa Aulia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Ketua Umum DPP PDIP resmikan Monumen Kudatuli, mengenang tragedi 27 Juli 1996.
Politik

Tiga Dekade Kudatuli, PDIP Ingatkan Negara Masih Punya Utang Keadilan kepada Para Korban

Tiga dekade setelah Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, tuntutan agar tragedi tersebut…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto dan Tenaga Ahli KSP Ulta Leverai Nababan. (Sumber: Instagram Ulta Levenia)
Politik

Respons Bakom RI soal ‘Daster Kuning’ UI Melenceng dari Arahan Prabowo

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, gaya komunikasi Plt Deputi…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
21 jam lalu
Ilustrasi Jokowi, Kaesang, Megawati dan Puan Maharani saling bertatapan.
Politik

PSI Tantang PDIP di Jateng, Kaesang Uji Kekuatan Partai Tanpa Bayang-Bayang Jokowi

Direktur Executive Partner Politik Indonesia Abubakar Solissa mengatakan, keputusan Ketua Umum PSI…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
23 jam lalu
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
Politik

Bukan Konflik dengan Prabowo, Ini Sosok yang jadi PenghalangiPDIP Masuk Pemerintahan

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan, keputusan PDI Perjuangan  tetap…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up