Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Lelucon Akademik: Sekolah 9 Tahun Cuma Diringkas dalam Hitungan Jam, Hasil TKA 2026 Dikritik
Nasional

Lelucon Akademik: Sekolah 9 Tahun Cuma Diringkas dalam Hitungan Jam, Hasil TKA 2026 Dikritik

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 1, 2026 10:24 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr)
SHARE

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai instrumen baru untuk mengukur capaian belajar siswa secara lebih objektif menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, rata-rata nilai siswa berada pada level belum memuaskan, khususnya pada mata pelajaran Matematika. Kondisi ini memicu perdebatan mengenai relevansi TKA sebagai tolok ukur keberhasilan siswa, sebab kurikulum pendidikan saat ini tidak hanya fokus pada hasil akademik semata.

Konsultan pendidikan, Ina Liem, menilai hasil TKA yang diumumkan pemerintah sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

“Sebetulnya kalau dari saya tidak mengejutkan. (Publik) sudah tahu literasi dan numerasi siswa (Indonesia) memang masih rendah dan itu sudah diketahui selama bertahun-tahun,”

kata Ina kepada Owrite.id

Ia berpendapat persoalan yang perlu menjadi perhatian bukan sekadar angka yang muncul dalam hasil TKA, melainkan tes tersebut digunakan untuk menilai kualitas siswa dan sekolah. Pendidikan seharusnya tidak direduksi hanya menjadi skor yang diperoleh siswa dalam satu kali tes.

Sebab, proses pendidikan selama bertahun-tahun juga mencakup pembentukan karakter, kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keterampilan memecahkan masalah yang tidak seluruhnya dapat diukur melalui ujian akademik.

“Seolah-olah pendidikan selama SD enam tahun dan SMP tiga tahun diringkas menjadi hasil tes yang dikerjakan hanya dalam waktu beberapa jam,”

ujar Ina.

Ia juga mengkhawatirkan kembalinya budaya mengejar nilai di sekolah. Fokus yang berlebihan terhadap hasil TKA dinilai berpotensi mendorong praktik pembelajaran yang hanya berorientasi pada latihan soal dan pencapaian skor tinggi.

“Hasil TKA ini akhirnya jadi sorotan utama. Yang dikhawatirkan adalah (siswa) kembali ke paradigma lama, mengejar nilai dan peringkat,”

tutur Ina.

Kondisi tersebut dapat membuat sekolah lebih sibuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian dibandingkan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.

Baca juga:
Siswa MAN 3 Padang Racik Bom Gegara di-Bully, JPPI Sentil… Kasus dugaan peledakan bom rakitan oleh seorang pelajar di MAN 3 Padang…
Kecelakaan Bus Maut 20 Siswa Tewas, Uganda Resmi Larang Semua… Pemerintah Uganda resmi melarang semua kegiatan wisata sekolah setelah insiden mengerikan tewasnya…
Bisa Picu Sakit Jantung Hingga Demensia, Ahli Gizi UGM Ingatkan… Memasuki tahun ajaran baru, siswa kembali menjalani rutinitas bangun pagi dan berangkat…
  • Siswa MAN 3 Padang Racik Bom Gegara di-Bully, JPPI Sentil Sekolah Sibuk…
  • Kecelakaan Bus Maut 20 Siswa Tewas, Uganda Resmi Larang Semua Kegiatan Wisata…
  • Bisa Picu Sakit Jantung Hingga Demensia, Ahli Gizi UGM Ingatkan Jangan Skip…

Pertanyakan Hasil

Ina mempertanyakan mengapa hasil yang banyak ditampilkan kepada publik hanya berupa capaian akademik siswa. Padahal, dalam sistem evaluasi pendidikan sebelumnya terdapat indikator lain yang tidak kalah penting, seperti survei karakter dan survei lingkungan belajar.

Menurutnya, indikator tersebut justru dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai keberhasilan pendidikan nasional.

“Mana hasil survei lingkungan belajar dan survei karakternya? Bukankah itu lebih penting untuk melihat apakah pendidikan (Indonesia) berhasil atau tidak?”

ujar dia.

Kebutuhan dunia kerja saat ini telah berubah. Selain kemampuan literasi dan numerasi, dunia industri juga membutuhkan lulusan yang memiliki kreativitas, inovasi, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan persoalan yang kompleks.

Karena itu, Ina menganggap hasil TKA sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya parameter untuk mengukur keberhasilan siswa maupun kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Hasil TKA 2026 menunjukkan capaian kemampuan siswa masih relatif rendah, terutama pada mata pelajaran ,atematika. Berdasar data nasional, rerata nilai Bahasa Indonesia pada jenjang SD/MI sederajat mencapai 60,14, sedangkan matematika 43,41; pada jenjang SMP/MTs sederajat, rerata nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,83 dan matematika 40,34.

Tag:KurikulumPendidikanSekolahSiswaTes Kemampuan AkademikTKA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026).
Nasional

Pagu MBG Dipangkas Jadi Rp229 Triliun, BGN Ungkap Strategi Baru Arahan Prabowo

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
28 menit lalu
Ilustrasi tersangka kejahatan dengan tangan terborgol.
Nasional

Terbongkar! 10 WNA Pakai Perusahaan Fiktif demi Kitas RI, Target Akhirnya Ternyata Eropa

Direktorat Jenderal Imigrasi membongkar dugaan penyalahgunaan izin tinggal oleh 10 warga negara…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
47 menit lalu
Libur Sekolah Awal Ramadan
Nasional

RUU Sisdiknas Disorot, Hilangnya Komite Sekolah Dinilai Berbahaya bagi Dunia Pendidikan

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
Nasional

BGN Respons Temuan Kejagung, Dugaan Penyimpangan SPPG Kini Masuk Meja Evaluasi

Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mempelajari temuan kejanggalan di sejumlah Satuan Pelayanan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up