Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah FBP (16), seorang siswi SMK di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, diduga mengalami kehilangan ingatan usai menyantap makanan program tersebut.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid berpendapat kasus yang dialami remaja itu tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan keracunan makanan.
“MBG semakin tidak layak untuk diteruskan. Hentikan! Kasus kehilangan ingatan seorang siswi di Kabupaten Karo yang jatuh sakit usai menyantap MBG sangat memilukan. Ini adalah kegagalan negara melindungi hak asasi anak dan menunjukkan betapa buruk program tersebut. Siswi berprestasi itu kini harus menjalani perawatan medis yang memiliki konsekuensi panjang di tengah keterbatasan ekonomi keluarga,”
kata Usman dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026.
Tragedi Kemanusiaan
Kasus tersebut bermula ketika FBP dilaporkan jatuh sakit setelah menyantap menu MBG di sekolahnya pada 13 Agustus 2026. Berdasarkan laporan, korban sempat mengalami pusing, muntah, kehilangan kesadaran, kejang, hingga gangguan bicara.






