Presiden Prabowo Subianto menegaskan penerapan kebijakan ekspor satu pintu untuk seluruh komoditas Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, guna merebut kembali kendali harga pasar global yang selama ini dinilai lebih banyak ditentukan oleh pihak asing.
SDA Indonesia kerap kerap mengalir dan hanya menguntungkan pihak luar negeri. Maka, dia merencanakan investasi besar-besaran dalam sektor industri.
“Sudah terlalu lama SDA mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Periwi. Karena itu pemerintah menentukan ekspor SDA satu pintu, kami juga harus melakukan investasi besar di bidang industrialisasi berdasarkan hilirisasi,”
ucap Prabowo di Gedung Pancasila, Senin, 1 Juni 2026.
Dia pun hendak memastikan penguatan dalam pengelolaan devisa hasil ekspor dengan harapan hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. Tak lupa Prabowo menyinggung ekonomi berbasis Pancasila yang menjadi rancangan para pendahulu, sebagaimana dimandatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi egaliter, ekonomi yang kerakyatan. Ekonomi (Indonesia) berdasarkan rancang bangun yang dibuat oleh pendiri bangsa.”
tegas dia.
“Sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,”
sambung Prabowo.
Bangun Desa
Salah satu upaya pembangunan ekonomi berlandaskan Pancasila yakni memperkuat koperasi hingga mendukung UMKM, serta pemerataan ekonomi tingkat desa.
“Koperasi harus diperkuat, harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha Kecil dan Menengah harus diperkuat dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,”
ucap Prabowo.


