Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus pada 2025, Pakar Ungkap Penyebabnya
Nasional

Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus pada 2025, Pakar Ungkap Penyebabnya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juli 16, 2026 7:38 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Pengadilan Agama Cibinong
Ilustrasi Pengadilan Agama Cibinong (Foto: screenshot youtobe pa-cibinong.go.id)
SHARE

Angka perceraian di Indonesia kembali meningkat sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perceraian naik dari 394.608 kasus pada 2024 menjadi 438.168 kasus pada 2025, atau meningkat sekitar 11 persen dalam satu tahun. Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya angka pernikahan yang mencapai sekitar 1,48 juta pasangan sepanjang 2025.

Daftar isi Konten
  • Perselisihan dan Pertengkaran
  • Pelatihan Komunikasi bagi Pasangan

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai lonjakan perceraian tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan rumah tangga atau menurunnya komitmen masyarakat terhadap pernikahan.

Menurutnya, peningkatan kasus perceraian merupakan gejala sosial yang menunjukkan masih lemahnya dukungan negara terhadap ketahanan keluarga.

Perceraian memang keputusan personal, tetapi peningkatan kasus secara nasional adalah gejala sosial. Di belakang konflik suami istri terdapat tekanan ekonomi, ketidakpastian kerja, utang rumah tangga, ketimpangan beban pengasuhan, kekerasan, perjudian, serta lemahnya dukungan negara terhadap keluarga,”

ujar Achmad.

Ia mengatakan tingginya angka perceraian bukan sekadar persoalan moral atau kemampuan pasangan menjaga komunikasi. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan belum hadirnya kebijakan keluarga yang komprehensif.

Negara aktif mencatat pernikahan dan memproses perceraian, tetapi sering tidak hadir pada masa paling rentan di antara keduanya,”

katanya.

Perselisihan dan Pertengkaran

Berdasarkan data BPS, sekitar 64 persen perceraian pada 2025 disebabkan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus.

Baca juga:
Otorita IKN Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Perkebunan Penyebab Karhutla Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjatuhkan sanksi administratif kepada satu perusahaan perkebunan…
Kantor BGN Mau Pindah ke Grha Merah Putih, DPR Soroti… Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji menyorot rencana Badan Gizi Nasional (BGN)…
Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap… Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah tidak meremehkan risiko…
  • Otorita IKN Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Perkebunan Penyebab Karhutla
  • Kantor BGN Mau Pindah ke Grha Merah Putih, DPR Soroti Anggaran Rp7…
  • Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap bagi Kelompok…

Sementara itu, faktor ekonomi menjadi penyebab lebih dari 105 ribu kasus perceraian. Selain itu, terdapat kasus akibat salah satu pihak meninggalkan pasangan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga perjudian.

Namun, Achmad menilai kategori “perselisihan dan pertengkaran terus-menerus” tidak selalu menggambarkan akar persoalan.

Menurutnya, konflik rumah tangga sering kali dipicu oleh masalah lain, seperti kehilangan pekerjaan, penghasilan yang tidak menentu, utang termasuk pinjaman daring, perselingkuhan, kecanduan judi daring, hingga pembagian kerja domestik yang tidak seimbang.

Ketika beragam persoalan dimasukkan ke dalam satu kategori besar, pemerintah kehilangan kemampuan merancang intervensi yang tepat,”

ujarnya.

Achmad menjelaskan banyak pasangan muda saat ini membangun rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Sebagian besar bekerja di sektor informal, berstatus kontrak, atau bergantung pada pendapatan harian, sementara harus menghadapi biaya kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan, hingga pengasuhan anak tanpa perlindungan sosial yang memadai.

Pelatihan Komunikasi bagi Pasangan

Karena itu, ia menilai solusi atas tingginya angka perceraian tidak cukup hanya melalui pelatihan komunikasi bagi pasangan.

Komunikasi tidak dapat menggantikan pekerjaan layak, pendapatan stabil, rumah terjangkau, layanan penitipan anak, dan perlindungan sosial,”

katanya.

Di sisi lain, Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2025 menunjukkan sekitar 78 persen perkara perceraian di Pengadilan Agama merupakan cerai gugat yang diajukan oleh istri.

Menurut Achmad, kondisi tersebut bukan karena perempuan semakin mudah mengakhiri pernikahan, melainkan menunjukkan meningkatnya kesadaran hukum dan keberanian perempuan keluar dari hubungan yang tidak aman, termasuk yang diwarnai kekerasan atau penelantaran.

Ia menegaskan kebijakan untuk menekan angka perceraian tidak boleh berubah menjadi tekanan agar perempuan mempertahankan rumah tangga dalam kondisi yang merugikan. Keselamatan korban, terutama dalam kasus KDRT, harus tetap menjadi prioritas.

Angka Perceraian Meledak, Bonus Demografi Bisa Berubah Jadi Beban Nasional

Achmad juga menilai program bimbingan perkawinan bagi calon pengantin yang dijalankan Kementerian Agama merupakan langkah positif, tetapi belum cukup.

Menurutnya, negara perlu menghadirkan pendampingan sepanjang siklus kehidupan keluarga, mulai dari layanan konseling, pengelolaan keuangan, kesehatan mental, pengasuhan anak, hingga deteksi dini kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, ia mendorong pemerintah memperkuat perlindungan bagi anak setelah perceraian, termasuk melalui mekanisme yang memastikan pembayaran nafkah berjalan efektif.

Ketahanan keluarga tidak cukup dibangun lewat nasihat moral. Dibutuhkan pekerjaan yang layak, perlindungan sosial, layanan pengasuhan, konseling profesional, perlindungan dari kekerasan, serta penegakan nafkah pascaperceraian. Keluarga memang dibangun oleh pasangan, tetapi lingkungan yang menentukan apakah keluarga dapat bertahan juga dibentuk oleh kebijakan negara,”

tutupnya.

Tag:Angka Perceraian MeningkatKasus PerceraianPenyebab PerceraianPerceraian di Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Terungkap! 6 Juta Data MBG Ganda, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
1
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. (Sumber: Dok. OIKN)
Nasional

Otorita IKN Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Perkebunan Penyebab Karhutla

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjatuhkan sanksi administratif kepada satu perusahaan perkebunan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 menit lalu
Sejumlah anggota Komisi IX DPR menghadiri rapat kerja dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Nasional

Kantor BGN Mau Pindah ke Grha Merah Putih, DPR Soroti Anggaran Rp7 Triliun

Anggota Komisi IX DPR RI Nuroji menyorot rencana Badan Gizi Nasional (BGN)…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
3 menit lalu
Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026).
Nasional

Bocah Kalimantan Meninggal Diduga Terdampak Karhutla: DPR Peringatkan Bahaya Asap bagi Kelompok Rentan

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah tidak meremehkan risiko…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
42 menit lalu
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono.
Nasional

Geger Pengadaan LED Rp500 Miliar! Kepala BGN: Mengada-ada, Sudah Dibatalkan Sebelum Viral

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut pengadaan LED yang nilainya disebut…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
56 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up