Kongres Advokat Indonesia (KAI) memperingati HUT ke-18 dengan menggelar ziarah ke makam para pendiri organisasi di TPU Tanah Kusir, Jakarta pada 30 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah meletakkan fondasi organisasi sekaligus momentum refleksi bagi para advokat dalam menjaga komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan.
Ziarah diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota KAI yang memanjatkan doa serta tahlil. Rombongan mengunjungi sejumlah makam tokoh penting dunia advokat, termasuk pendiri KAI almarhum Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution Presiden pertama KAI almarhum H. Indra Sahnun Lubis.
Tradisi Meneladani Semangat Pendiri KAI
Presiden KAI, Dr. Nasrullah, mengatakan kegiatan ziarah ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri organisasi.
Menurutnya perjalanan KAI hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi para senior yang telah berjuang untuk menegakkan hukum dan keadilan. Karena itu, momentum ziarah menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan profesi advokat.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal KAI, Dr. (C) Antoni, menjelaskan bahwa ziarah ke makam para pendiri dan Presiden pertama KAI telah menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Ulang Tahun organisasi.
Harapan Solidaritas
Kegiatan ziarah ke makam pendiri KAI dinilai menjadi sarana refleksi sekaligus kesempatan bagi anggota untuk meneladani dedikasi para tokoh yang telah membangun dan membesarkan KAI.
KAI juga berziarah ke makam Presiden KAI periode 2019 – 2024, almarhum Erman Umar, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya.
Melalui momentum HUT ke-18 ini, KAI berharap dapat terus memperkuat solidaritas antaranggota serta menjaga komitmen dalam menegakkan integritas profesi advokat dan supremasi hukum di Indonesia.
Di usia ke-18 tahun, KAI tidak hanya mengenang jasa para pendiri dan tokoh organisasi yang telah berpulang, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang mereka wariskan.
Semangat pengabdian, integritas, dan penegakan hukum diharapkan terus menjadi pijakan bagi perjalanan organisasi ke depan.


