Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Absen di Hari Pancasila Picu Spekulasi, Jokowi Takut Ditanya soal Warisan Ekonomi yang Hancur?
Politik

Absen di Hari Pancasila Picu Spekulasi, Jokowi Takut Ditanya soal Warisan Ekonomi yang Hancur?

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 2, 2026 4:44 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden.
Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden. (gorontalo.antaranews.com/)
SHARE

Absennya Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Upacara Kementerian Luar Negeri, Jakarta, terus memunculkan beragam tafsir politik. 

Setelah muncul penjelasan dari ajudan, bahwa Jokowi tidak menerima undangan dari Istana, kini berkembang spekulasi lain yang mengaitkan ketidakhadiran tersebut dengan sorotan terhadap kondisi ekonomi nasional.

Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, spekulasi yang berkembang di masyarakat tidak bisa begitu saja diabaikan. Meski belum tentu benar, menurutnya tafsir tersebut memiliki dasar yang membuat publik terus mempertanyakannya.

Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?

Saya kira berdasar, tapi spekulasi kan belum tentu benar, namanya juga spekulasi tetapi sangat berdasar,”

kata Emrus saat dihubungi Owrite.id, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut dia, salah satu alasan mengapa spekulasi itu berkembang adalah karena banyak pihak mengaitkan kondisi ekonomi saat ini dengan kebijakan yang dijalankan selama dua periode pemerintahan Jokowi.

Kenapa saya katakan berdasar? Sebenarnya persoalan ekonomi itu dampak daripada pemerintahan Jokowi dalam 10 tahun terakhir,”

ujarnya.

Emrus menyoroti peningkatan utang negara dan maraknya kasus korupsi yang menurutnya menjadi bagian dari persoalan struktural ekonomi nasional.

Dampaknya apa? utang kita kan membengkak di masa pemerintahan beliau, lalu korupsi juga semarak. Artinya korupsi itu bagian dari perusak ekonomi kan. Kita lihat satu contoh, dugaan megakorupsi di Pertamina hampir Rp 1000 triliun dan korupsi-korupsi lainnya,”

paparnya.

Karena itu, ia menilai jika ada pihak yang menghubungkan ketidakhadiran Jokowi dengan keengganan menghadapi pertanyaan mengenai kondisi ekonomi, spekulasi tersebut muncul dari persepsi publik terhadap warisan kebijakan ekonomi masa lalu.

Baca juga:
Komisi IX Desak Evaluasi Total MBG Usai Nanik Mundur dari… Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pergantian Kepala Badan…
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatannya…
Pengusutan Korupsi BGN dan Eks Jampidsus Perlihatkan Penegakan Hukum Amburadul Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menilai, penanganan dugaan korupsi yang melibatkan petinggi…
  • Komisi IX Desak Evaluasi Total MBG Usai Nanik Mundur dari BGN
  • Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
  • Pengusutan Korupsi BGN dan Eks Jampidsus Perlihatkan Penegakan Hukum Amburadul

Jadi artinya, jika ada orang yang berspekulasi seperti yang disampaikan soal menghindari pertanyaan terkait hancurnya ekonomi, saya kira sangat berdasar, karena pembangunan ekonomi kita masa Jokowi, ekonominya berbasis kepada utang,”

tegasnya.

Emrus berpendapat fondasi ekonomi akan jauh lebih kuat apabila bertumpu pada produktivitas nasional, peningkatan penerimaan negara, serta inovasi yang mampu menghasilkan nilai tambah.

Kalau produktivitas semua, misalnya hasil pajak, hasil ekspor, barang dan jasa, dan yang di ekspor itu adalah hasil inovasi, saya kira bangunan ekonomi kita akan kuat,”

jelasnya.

Namun, menurut pandangannya, pola pembangunan yang terlalu bergantung pada pembiayaan utang justru menciptakan kerentanan jangka panjang.

Tapi karena masa pemerintahan Jokowi pembangunan itu bersumber dari utang yang membengkak, maka bangunan ekonomi kita masa Jokowi rapuh. Akibatnya seperti yang kita tanggung saat ini,”

ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah menghadapi kewajiban pembayaran pokok utang dan bunga yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

Dalam waktu dekat kita harus membayar pokok utang, angsuran pokok utang dan bunga yang akan segera jatuh tempuh. Bukankah kejadian ini akan membuat ekonomi kita tidak stabil?,”

ucapnya.

Menurut Emrus, salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut, Hanya US$89 Juta pada April 2026

Salah satu di antaranya nilai dolar bertengger tinggi, sementara rupiah kita hancur. Untuk itu, ekonomi masa pemerintahan Jokowi harus kita akui, suka tidak suka adalah bangunan ekonomi yang rapuh sehingga kondisi ekonomi kita saat ini semakin hancur,”

katanya.

Karena itu, ia menilai spekulasi yang berkembang mengenai alasan ketidakhadiran Jokowi tidak muncul tanpa sebab.

Dan semua ini terjadi sebagai bagian dari rapuhnya bangunan ekonomi masa pemerintahan Jokowi selama 10 tahun memimpin. Jadi wajar ada spekulasi dia tidak hadir di Upacara Hari Lahir Pancasila karena takut ditanya soal hal itu, yakni ekonomi yang hancur dan utang yang membengkak,”

pungkas Emrus.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Jokowi yang mengaitkan ketidakhadirannya dengan isu ekonomi. 

Penjelasan yang beredar dari pihak ajudan menyebut absennya mantan presiden tersebut karena tidak menerima undangan untuk menghadiri upacara kenegaraan tersebut.

Tag:EkonomiEkonomi bangsaEmrus SihombingHeadlineJokowipancasilaPengamat PolitikPrabowo SubiantoRupiah anjlok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
1
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
2
PDIP Kritik Keras Wacana Libatkan Babinsa Urus Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
By Rika Pangesti
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Doc: IG SekjenPDIP.
3
Nanik Bocorkan Penggantinya di BGN, Sebut Adik yang Bisa ‘Dijewer’ Jika Menyimpang
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
4
Menkes Budi Bagikan Lima Tips Atasi Craving Tanpa Mengganggu Pola Makan Sehat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi makanan sehat.
5

BERITA LAINNYA

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Doc: IG SekjenPDIP.
Politik

PDIP Kritik Keras Wacana Libatkan Babinsa Urus Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan Negara

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengkritik keras wacana pelibatan Bintara…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya saat membuka pameran seni memperingati peristiwa Kudatuli di TIM.
Politik

Megawati Tegur Pramono! Minta TIM Dikembalikan Jadi Rumah Seniman, Bukan Kaum Borjuis

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pembukaan pameran peringatan Kuda Tuli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Politik

Megawati Kritik Polri: Seperti Tidak Ada Wibawanya Lagi

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melontarkan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
15 jam lalu
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Politik

Heboh Pengawasan Pajak Libatkan Babinsa, DPR Ingatkan Kepercayaan Publik Bisa Turun

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up