Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Seskab Teddy Klaim Rombongan Prabowo Ke Luar Negeri Lebih Kecil, Publik Minta Bukti
Politik

Seskab Teddy Klaim Rombongan Prabowo Ke Luar Negeri Lebih Kecil, Publik Minta Bukti

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 3, 2026 10:35 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
SHARE

Pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya yang mengklaim jumlah rombongan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto jauh lebih kecil dibanding era sebelumnya.

Alih-alih memperdebatkan jumlah kursi dalam pesawat kepresidenan, pengamat menilai yang seharusnya diuji adalah manfaat konkret dari frekuensi perjalanan tersebut bagi kondisi ekonomi nasional.

Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Faisal Sallatalohy, mempertanyakan dasar data yang digunakan Teddy ketika menyebut rombongan Presiden saat ini hanya sekitar 50 hingga 60 orang, jauh lebih sedikit dibanding era Dino Patti Djalal saat menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) yang disebut mencapai 107 hingga 120 orang.

Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah

Teddy menyebut, jumlah rombongan yang berangkat berkurang 50%. Di era Dino Patti Djalal sekitar 107-120 orang, di era Prabowo berkurang jadi 50-60 orang,”

kata Faisal kepada Owrite.id, Selasa, 2 Juni 2026.

Namun menurutnya, pernyataan tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi publik.

Siapa yang bisa mempertanggungjawabkan pernyataan ini? Dikatakan tanpa bukti yang mendukung,”

ucapnya.

Faisal menilai, perdebatan mengenai besar atau kecilnya rombongan justru mengaburkan persoalan utama yang sedang dipertanyakan masyarakat.

Efektivitas Kunjungan Dipertanyakan

Baginya, isu sentral bukan jumlah orang yang ikut dalam lawatan, melainkan efektivitas kunjungan luar negeri Presiden yang disebut berlangsung sangat intens dalam satu setengah tahun terakhir.

Terpentingnya, ini bukan soal banyak dan sedikitnya rombongan keberangkatan. Tapi apakah frekuensi kunjungan yg melampaui batas wajar itu diperlukan untuk keperluan diplomasi yang secara langsung memberi manfaat untuk menjawab kebutuhan dalam negeri saat ini,”

tegasnya.

Menurut Faisal, Indonesia saat ini menghadapi sederet persoalan ekonomi yang jauh lebih mendesak dibanding perdebatan soal protokoler kunjungan kenegaraan.

Baca juga:
Saat Bencana Melanda, Presiden Tak Cukup Tangani Teknis tapi Bisa… Presiden Prabowo Subianto dinilai belum optimal menjalankan peran sebagai the Comforter in…
Teddy Berani Geser Mikrofon Prabowo saat Bicara, Wibawa Presiden Hilang Insiden mikrofon Presiden Prabowo Subianto, yang digeser Oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra…
Prabowo Kerap Ulang Diksi dan Isu MBG, Akademisi: Istana Harus… Gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pernyataan kepada publik mendapat sorotan. …
  • Saat Bencana Melanda, Presiden Tak Cukup Tangani Teknis tapi Bisa Hibur Rakyat
  • Teddy Berani Geser Mikrofon Prabowo saat Bicara, Wibawa Presiden Hilang
  • Prabowo Kerap Ulang Diksi dan Isu MBG, Akademisi: Istana Harus Berani Koreksi…

Masalah dalam negeri paling mendesak, paling darurat adalah nilai tukar, defisit APBN, mengembalikan kepercayaan investor, lemahnya pertumbuhan investasi real untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,”

jelasnya.

Ia mempertanyakan hasil nyata dari berbagai lawatan Presiden ke luar negeri, yang diklaim dilakukan demi kepentingan nasional. Hingga kini, menurutnya, belum terlihat kebijakan atau kesepakatan yang mampu menjawab langsung persoalan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia.

Sayangnya, hasil kunjungan, tidak satupun yang menjurus secara konkrit untuk menjawab persoalan tersebut,”

tuturnya.

Faisal bahkan menyinggung salah satu agenda kerja sama yang ramai diberitakan setelah kunjungan Presiden ke Prancis.

Justru yang didengar publik, Prabowo dorong sekolah tanah air terapkan pembelajaran bahasa Prancis. Apa urusannya dengan nilai tukar, defisit APBN, pertumbuhan investasi jangka pendek untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas?,”

tanya Faisal.

Terkait alasan pemerintah bahwa sebagian kunjungan dilakukan secara mendadak karena kebutuhan strategis negara, Faisal mengakui hal tersebut lazim dalam praktik diplomasi internasional. Namun menurutnya, kunjungan mendesak tetap harus memiliki target yang jelas dan hasil yang terukur.

Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Teddy Klaim Deretan Hasil Diplomasi Prabowo 

Memang benar ada kunjungan mendesak. Meskipun begitu, harus dipastikan perencanaannya mapan, prioritas target yang ingin dicapai dan apakah Prabowo siap diterima oleh pemimpin negara tujuan,”

akuinya.

Pada akhirnya, Faisal menilai ukuran keberhasilan diplomasi tidak bisa diukur dari banyaknya negara yang dikunjungi, atau berapa kali Presiden bertemu pemimpin dunia. Ukurannya adalah dampak terhadap kondisi ekonomi nasional.

Sampai hari ini, dari semua kunjungan Prabowo, kita belum melihat adanya hasil yg signifikan untuk memulihkan kondisi Indonesia terkini. Buktinya, IHSG terus jatuh, sell off SBN terus berlanjut, APBN melanjutkan tekanan defisit dan rupiah makin eror,”

pungkasnya.
Tag:Analis Kebijakan PublikFaisal SallatalohyPrabowo SubiantoSeskabTeddy Indra Wijaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
1
Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli
By Rahmat Tunny
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
2
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
3
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
4
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj)
Politik

Anas Urbaningrum Meradang Utang Whoosh Dijadikan Bahan Guyon Purbaya

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berseloroh soal utang proyek Kereta…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
10 jam lalu
Gunung Sinabung menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026). Pusat Vulcanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan pada periode Rabu (2/9) pukul 06:00 WIB aktivitas Gunung Sinabung masih berada di level III atau siaga pada kegempaan Hybrid sebanyak lima kali amplitudo dan vulkanik dalam empat kali amplitudo sehingga masyarakat dan wisatawan agar menjauh dari puncak gunung sinabung. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Politik

DPR Bingung Pemerintah Baru Hadir Saat Korban Bencana Berjatuhan, Tak Ada Mitigasi

Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto meminta pemerintah mengubah paradigma penanggulangan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
10 jam lalu
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
Politik

Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli

Perubahan sistem bagasi Garuda Indonesia dari weight concept menjadi piece concept dinilai…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
10 jam lalu
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Politik

Hensa Beberkan Hitung-hitungan Prabowo di 2029: Gibran Bisa Tersingkir dari Bursa Cawapres

Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai dipanaskan dengan prediksi soal…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up