Nama Dino Patti Djalal mendadak menjadi sorotan setelah dirinya melontarkan kritik terhadap intensitas perjalanan dinas luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto.
Kritikan itu ditanggapi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, ia menyampaikan apresiasi atas masukan Dino yang dinilai cermat dan terstruktur.
Namun, Teddy justru menyinggung masa jabatan Dino yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan saat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014.
Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,”
kata Teddy dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Kabinet.
Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman juga ikut memberi kritik.
Menurutnya, tindakan Dino kurang tepat apabila seseorang menempatkan diri sebagai pihak yang paling memahami persoalan Kementerian Luar Negeri dan diplomasi internasional.
Dulu saat zamannya Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang menjadi orang yang sok paling Kemlu, sok paling tahu urusan luar negeri,”
tandasnya.
Ucapan Habiburokhman ini pun jadi sorotan. Tentu banyak yang penasaran dengan jejak karier Dino yang dikenal sebagai diplomat senior.
Nah kali ini Owrite.id akan merangkum rekam jejak karier Dino Patti Djalal. Berikut ulasannya dari berbagai sumber.
Rekam Jejak Karier Dino Patti Djalal
Pria kelahiran 10 September 1965 seorang diplomat yang cukup berpengaruh dalam dua dekade terakhir. Ia mengawali kariernya di Departemen Luar Negeri tahun 1987, kini ia dikenal sebagai diplomat senior Indonesia Hasjim Djalal.
Sejak saat itu, ia banyak terlibat dalam berbagai isu strategis hubungan internasional Indonesia. Berbagai penugasan penting pernah diemban, antara lain sebagai Jubir Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), Kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri
Juru Bicara Presiden
Nama Dino mulai dikenal luas ketika dipercaya menjadi Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jabatan tersebut diembannya sejak 2004 hingga 2010.
Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, sebelum akhirnya bersama Andi Mallarangeng kemudian ditunjuk sebagai juru bicara Presiden ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia.
Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu wajah diplomasi Indonesia di hadapan media internasional.
Ia kerap menjelaskan kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk berbagai forum internasional yang dihadiri Presiden SBY.
Tahun 2010-2013, dia dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Selama menjabat ia berperan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-AS, termasuk bidang perdagangan, investasi, pendidikan, hingga kerjasama keamanan.
Penugasannya di Washington DC dianggap sebagai salah satu periode penting dalam hubungan Indonesia dan Amerika Serikat yang saat itu tengah berkembang pesat melalui skema Kemitraan Komprehensif.
Pendidikan
Memiliki karier menterengan sebagai diplomat, Dino juga lulusan sekolah yang tak kalah keren. Pendidikannya bermula dari SD dan SMP Al Azhar, kemudian dia melanjutkan pendidikan ke McLean High School, Amerika Serikat.
Dino melanjutkan pendidikan S-1 di Universitas Carleton. Kemudian ia meraih gelar M.A. dari Universitas Simon Fraser di Kanada hingga kemudian meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science.



