Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom: ‘Wake-Up Call’ RI Hadapi Krisis Kepercayaan 
Ekonomi Bisnis

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom: ‘Wake-Up Call’ RI Hadapi Krisis Kepercayaan 

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 5, 2026 4:35 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita, mengkritisi jebolnya nilai rupiah yang mencapai Rp18.000 per dolar AS. 

Daftar isi Konten
  • BI Diminta Naikkan Suku Bunga
  • Pemerintah Didesak Perketat APBN dan Subsidi Energi
  • DHE Wajib Dikonversi ke Rupiah
  • Hentikan Penyangkalan, Bentuk Tim Krisis Ekonomi

Menurut Ronny, situasi yang dihadapi RI bukan lagi fluktuasi musiman atau dinamika teknikal biasa. Jebolnya level psikologis rupiah adalah sebuah “wake-up call” yang sangat keras bagi perekonomian nasional. 

Ini merupakan akumulasi dari kombinasi kompleks antara tekanan eksternal, seperti lonjakan harga minyak mentah pasca-eskalasi geopolitik Timur Tengah dan “tren safe-haven rush”, serta krisis kepercayaan domestik akibat ketidakpastian kebijakan fiskal, revisi prospek rating aset-aset finansial nasional, hingga isu independensi Bank Indonesia pasca-amendemen undang-undang oleh parlemen,”

kata Ronny dalam keterangan resmi yang diterima Owrite, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga:
Sosok Pengganti Perry Warjiyo, Indef: Harus Teknokrat dan Mampu Jaga… Usai Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), sosok penggantinya…
Langkah Kaesang Caleg di Jateng V Uji Siapa Lebih Kuat,… Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai, keputusan Ketua Umum PSI Kaesang…
Kaesang Maju di Dapil Puan, PSI Sedang Uji Benteng Terkuat… Direktur Executive Partner Politik Indonesia Abubakar Solissa mengatakan, keputusan Ketua Umum PSI…
  • Sosok Pengganti Perry Warjiyo, Indef: Harus Teknokrat dan Mampu Jaga Independensi BI
  • Langkah Kaesang Caleg di Jateng V Uji Siapa Lebih Kuat, Pengaruh Jokowi…
  • Kaesang Maju di Dapil Puan, PSI Sedang Uji Benteng Terkuat PDIP Jelang…

BI Diminta Naikkan Suku Bunga

Selain itu, menurut Ronny, pasar saat ini tidak hanya kekurangan pasokan dolar, tetapi sedang mengalami krisis ekspektasi yang cukup mendalam. Oleh karena itu, intervensi pasar konvensional menggunakan cadangan devisa hanya menjadi penahan sementara yang berbiaya mahal dan berisiko memicu penurunan rating lebih lanjut jika cadangan terus terkuras habis. 

Untuk menjinakkan rupiah secara struktural dan membangun kembali kredibilitas ekonomi di mata investor global, pemerintah dan otoritas moneter perlu mengambil langkah yang berani, terkoordinasi, dan tanpa kompromi melalui serangkaian kebijakan makro-fiskal yang kuat dan tajam,”

ujarnya.

Adapun langkah pertama dan paling krusial adalah memulihkan jangkar moneter dengan mengembalikan independensi kelembagaan serta menerapkan kenaikan suku bunga taktis. 

Mengingat pasar sangat sensitif terhadap isu tata kelola, presiden, menteri keuangan, dan pimpinan DPR dinilai perlu mengeluarkan maklumat bersama tingkat tinggi yang menegaskan komitmen mutlak bahwa amandemen regulasi oleh parlemen tidak akan mengintervensi independensi Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar.

Secara paralel, Bank Indonesia pun tidak perlu ragu untuk melakukan front-loading rate hike dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 hingga 75 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur terdekat sebagai bentuk shock therapy yang menandakan kesiapan otoritas mempertahankan stabilitas rupiah,”

bebernya.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

Pemerintah Didesak Perketat APBN dan Subsidi Energi

Langkah moneter ini, menurut Ronny juga harus didukung dengan optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) melalui peningkatan imbal hasil, yang kompetitif agar menyerap likuiditas jangka pendek dan memberikan insentif bagi investor asing agar tetap memarkir dananya di pasar keuangan domestik.

Selain itu, langkah kedua akan berfokus pada konsolidasi fiskal yang ketat demi mengendalikan subsidi energi dan menyelamatkan postur APBN, yang mulai dinilai rentan oleh pasar akibat meroketnya harga minyak dunia. 

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj)

Pemerintah, desak Ronny, harus segera melakukan reformasi subsidi energi instan melalui pengetatan kriteria penerima BBM bersubsidi secara digital, dan jika diperlukan dalam kondisi darurat, melakukan penyesuaian harga “administered prices” secara terukur guna memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah ambang batas hukum 3 persen dari PDB.

Untuk memangkas defisit lebih lanjut dan mengurangi tekanan impor barang modal, pemerintah perlu mengumumkan moratorium atau penundaan sementara terhadap proyek-proyek infrastruktur jangka panjang non-mendesak yang memiliki kandungan impor tinggi,”

tekannya.

DHE Wajib Dikonversi ke Rupiah

Selain itu, Kementerian Keuangan harus merilis dokumen tata kelola fiskal yang transparan guna mengklarifikasi risiko entitas pengelola investasi baru seperti Danantara yang sempat memicu “negative outlook” dari lembaga pemeringkat, dengan menegaskan batasan kewajiban kontinjensi negara agar risiko korporasi Danantara tidak diidentikkan langsung sebagai risiko kedaulatan Indonesia.

Kemudian, langkah ketiga melibatkan manajemen devisa secara radikal dengan mengevaluasi kebocoran implementasi dan menutup celah hukum pada regulasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru berjalan. 

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi/YU)
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi/YU)

Meskipun PP Nomor 21 Tahun 2026 secara ketat sudah mewajibkan penyimpanan DHE sektor sumber daya alam selama minimal 12 bulan di perbankan dalam negeri, pasar valas domestik dinilai ‘tetap kering’ karena adanya celah spekulasi kurs, di mana eksportir masih diperbolehkan memegang simpanan dalam denominasi dolar AS di rekening khusus tersebut.

Menghadapi situasi darurat ini, pemerintah perlu segera menerbitkan amendemen darurat atas PP Nomor 21 Tahun 2026 dengan menetapkan kewajiban konversi riil (mandatory conversion) sebesar 80 persen dari total DHE yang masuk langsung ke mata uang rupiah, dan hanya menyisakan maksimal 20 persen dalam bentuk valas untuk kebutuhan operasional mereka,”

beber Ronny.

Hentikan Penyangkalan, Bentuk Tim Krisis Ekonomi

Langkah paksaan ini juga dinilai ISEAI sangat krusial agar likuiditas dolar yang selama ini mengendap di bank-bank BUMN segera mengalir membanjiri pasar spot domestik. 

Kebijakan ini juga wajib diperkuat dengan pengetatan pengawasan atas praktik “transfer pricing” ekspor komoditas serta akselerasi transaksi mata uang lokal atau “Local Currency Transaction” (LCT) dengan mitra dagang utama melalui pemberian insentif pajak dan kemudahan bea cukai guna mempercepat de-dollarisasistruktural.

Sementara langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memperbaiki strategi komunikasi pasar agar menjadi lebih kredibel dan mengakhiri segala bentuk penyangkalan terhadap realitas krisis. 

Untuk menghindari kepanikan pasar yang kerap dipicu oleh pernyataan pejabat publik yang tidak sinkron, pemerintah perlu segera membentuk “Crisis Management Team” terpadu yang berisikan Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua OJK, dan Menteri Koordinator Perekonomian yang berbicara dalam satu nada dan satu data.”

Menurut Ronny, tim ini kemudian harus melakukan roadshow global yang jujur ke pusat-pusat keuangan dunia seperti Singapura, Hong Kong, London, dan New York guna menemui para pengelola dana global secara langsung.

Alih-alih menyajikan narasi optimisme normatif, otoritas harus memaparkan data konkret mengenai langkah mitigasi risiko fiskal, realisasi penerimaan negara, dan proyeksi ketahanan eksternal, karena pasar global jauh lebih menghargai transparansi yang diikuti oleh rencana aksi nyata daripada retorika politik,”

jelasnya.

Dalam hemat Ronny, menjinakkan rupiah di level ekstrem ini membutuhkan keberanian untuk mengambil pilihan kebijakan yang pahit namun menyembuhkan demi mengembalikan kepercayaan pasar global ke pelukan perekonomian Indonesia.

Baca juga:
Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS Usai Gubernur BI… Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 27 Juli 2026.…
Pamit Setelah 7 Tahun, Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur… Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).…
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan… Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi besar-besaran pada…
  • Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur, Intip…
  • Pamit Setelah 7 Tahun, Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI
  • Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi…
Tag:Headlinekepercayaan investorKrisisNilai TukarPelemahan RupiahRupiahWake Up Call
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Shin Tae-yong Buka Suara Usai Persija Tumbang dari Persebaya, Singgung Persiapan Singkat
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
1
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
2
Febrie Dikritik Dapat Perlakuan Istimewa, MAKI: Semua Tersangka Harus Diperlakukan Sama!
By Rahmat Baihaqi
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
3
Pria Diduga Karumga Eks Jampidsus Febrie Meninggal Misterius, Polisi Telusuri CCTV
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
4
Kaesang Maju di Dapil Puan, PSI Sedang Uji Benteng Terkuat PDIP Jelang Pemilu 2029
By Rahmat Tunny
Kaesang Pangarep, Anak dari Presiden ke-7 Joko Widodo. (Sumber: IG @kaesangp)
5

BERITA LAINNYA

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Sosok Pengganti Perry Warjiyo, Indef: Harus Teknokrat dan Mampu Jaga Independensi BI

Usai Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), sosok penggantinya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
45 menit lalu
Direktur Eksekutif Celios Bima Yudhistira saat konferensi pers di Cikini, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Celios: Penerimaan Pajak 2025 Shortfall Rp200 Triliun, Publik Mulai Ragu pada Purbaya

Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai masyarakat mulai meragukan kapasitas…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Direktur Eksekutif Celios Bima Yudhistira saat konferensi pers di Cikini, Jakarta. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Ekonomi Bisnis

Bhima Celios Kaget Perry Warjiyo Mundur dari BI, Padahal Fiskal RI yang Tertekan

Center of Economic and Law Studies (Celios) mengaku terkejut dengan keputusan Gubernur…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bakal Temui Pejabat Sementara Gubernur BI, Usai Perry Warjiyo Mundur

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan bertemu dengan Pejabat Sementara Gubernur Bank…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up