Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 5 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom: ‘Wake-Up Call’ RI Hadapi Krisis Kepercayaan 
Ekonomi Bisnis

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Ekonom: ‘Wake-Up Call’ RI Hadapi Krisis Kepercayaan 

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 5, 2026 4:35 pm
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita, mengkritisi jebolnya nilai rupiah yang mencapai Rp18.000 per dolar AS. 

Daftar isi Konten
  • BI Diminta Naikkan Suku Bunga
  • Pemerintah Didesak Perketat APBN dan Subsidi Energi
  • DHE Wajib Dikonversi ke Rupiah
  • Hentikan Penyangkalan, Bentuk Tim Krisis Ekonomi

Menurut Ronny, situasi yang dihadapi RI bukan lagi fluktuasi musiman atau dinamika teknikal biasa. Jebolnya level psikologis rupiah adalah sebuah “wake-up call” yang sangat keras bagi perekonomian nasional. 

Ini merupakan akumulasi dari kombinasi kompleks antara tekanan eksternal, seperti lonjakan harga minyak mentah pasca-eskalasi geopolitik Timur Tengah dan “tren safe-haven rush”, serta krisis kepercayaan domestik akibat ketidakpastian kebijakan fiskal, revisi prospek rating aset-aset finansial nasional, hingga isu independensi Bank Indonesia pasca-amendemen undang-undang oleh parlemen,”

kata Ronny dalam keterangan resmi yang diterima Owrite, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga:
Dugaan Jual-Beli Sertifikat Halal MBG Terkuak, Kejagung Harus Sikat Semua… Analis Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, menilai aparat penegak hukum perlu memperluas penyelidikan,…
Said Didu Bongkar Dugaan Kudeta Senyap di Lingkaran Prabowo, Bahaya… Aktivis senior, Muhammad Said Didu melontarkan peringatan serius, terkait dinamika politik yang…
Canda Purbaya Soal 'Out' dari Kabinet Merah Putih: Saya Orangnya… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah, isu terkait dirinya mundur dari posisi…
  • Dugaan Jual-Beli Sertifikat Halal MBG Terkuak, Kejagung Harus Sikat Semua Pemainnya
  • Said Didu Bongkar Dugaan Kudeta Senyap di Lingkaran Prabowo, Bahaya Orang Dalam
  • Canda Purbaya Soal 'Out' dari Kabinet Merah Putih: Saya Orangnya Nggak Suka…

BI Diminta Naikkan Suku Bunga

Selain itu, menurut Ronny, pasar saat ini tidak hanya kekurangan pasokan dolar, tetapi sedang mengalami krisis ekspektasi yang cukup mendalam. Oleh karena itu, intervensi pasar konvensional menggunakan cadangan devisa hanya menjadi penahan sementara yang berbiaya mahal dan berisiko memicu penurunan rating lebih lanjut jika cadangan terus terkuras habis. 

Untuk menjinakkan rupiah secara struktural dan membangun kembali kredibilitas ekonomi di mata investor global, pemerintah dan otoritas moneter perlu mengambil langkah yang berani, terkoordinasi, dan tanpa kompromi melalui serangkaian kebijakan makro-fiskal yang kuat dan tajam,”

ujarnya.

Adapun langkah pertama dan paling krusial adalah memulihkan jangkar moneter dengan mengembalikan independensi kelembagaan serta menerapkan kenaikan suku bunga taktis. 

Mengingat pasar sangat sensitif terhadap isu tata kelola, presiden, menteri keuangan, dan pimpinan DPR dinilai perlu mengeluarkan maklumat bersama tingkat tinggi yang menegaskan komitmen mutlak bahwa amandemen regulasi oleh parlemen tidak akan mengintervensi independensi Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar.

Secara paralel, Bank Indonesia pun tidak perlu ragu untuk melakukan front-loading rate hike dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 hingga 75 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur terdekat sebagai bentuk shock therapy yang menandakan kesiapan otoritas mempertahankan stabilitas rupiah,”

bebernya.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

Pemerintah Didesak Perketat APBN dan Subsidi Energi

Langkah moneter ini, menurut Ronny juga harus didukung dengan optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) melalui peningkatan imbal hasil, yang kompetitif agar menyerap likuiditas jangka pendek dan memberikan insentif bagi investor asing agar tetap memarkir dananya di pasar keuangan domestik.

Selain itu, langkah kedua akan berfokus pada konsolidasi fiskal yang ketat demi mengendalikan subsidi energi dan menyelamatkan postur APBN, yang mulai dinilai rentan oleh pasar akibat meroketnya harga minyak dunia. 

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj)

Pemerintah, desak Ronny, harus segera melakukan reformasi subsidi energi instan melalui pengetatan kriteria penerima BBM bersubsidi secara digital, dan jika diperlukan dalam kondisi darurat, melakukan penyesuaian harga “administered prices” secara terukur guna memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah ambang batas hukum 3 persen dari PDB.

Untuk memangkas defisit lebih lanjut dan mengurangi tekanan impor barang modal, pemerintah perlu mengumumkan moratorium atau penundaan sementara terhadap proyek-proyek infrastruktur jangka panjang non-mendesak yang memiliki kandungan impor tinggi,”

tekannya.

DHE Wajib Dikonversi ke Rupiah

Selain itu, Kementerian Keuangan harus merilis dokumen tata kelola fiskal yang transparan guna mengklarifikasi risiko entitas pengelola investasi baru seperti Danantara yang sempat memicu “negative outlook” dari lembaga pemeringkat, dengan menegaskan batasan kewajiban kontinjensi negara agar risiko korporasi Danantara tidak diidentikkan langsung sebagai risiko kedaulatan Indonesia.

Kemudian, langkah ketiga melibatkan manajemen devisa secara radikal dengan mengevaluasi kebocoran implementasi dan menutup celah hukum pada regulasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru berjalan. 

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi/YU)
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi/YU)

Meskipun PP Nomor 21 Tahun 2026 secara ketat sudah mewajibkan penyimpanan DHE sektor sumber daya alam selama minimal 12 bulan di perbankan dalam negeri, pasar valas domestik dinilai ‘tetap kering’ karena adanya celah spekulasi kurs, di mana eksportir masih diperbolehkan memegang simpanan dalam denominasi dolar AS di rekening khusus tersebut.

Menghadapi situasi darurat ini, pemerintah perlu segera menerbitkan amendemen darurat atas PP Nomor 21 Tahun 2026 dengan menetapkan kewajiban konversi riil (mandatory conversion) sebesar 80 persen dari total DHE yang masuk langsung ke mata uang rupiah, dan hanya menyisakan maksimal 20 persen dalam bentuk valas untuk kebutuhan operasional mereka,”

beber Ronny.

Hentikan Penyangkalan, Bentuk Tim Krisis Ekonomi

Langkah paksaan ini juga dinilai ISEAI sangat krusial agar likuiditas dolar yang selama ini mengendap di bank-bank BUMN segera mengalir membanjiri pasar spot domestik. 

Kebijakan ini juga wajib diperkuat dengan pengetatan pengawasan atas praktik “transfer pricing” ekspor komoditas serta akselerasi transaksi mata uang lokal atau “Local Currency Transaction” (LCT) dengan mitra dagang utama melalui pemberian insentif pajak dan kemudahan bea cukai guna mempercepat de-dollarisasistruktural.

Sementara langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memperbaiki strategi komunikasi pasar agar menjadi lebih kredibel dan mengakhiri segala bentuk penyangkalan terhadap realitas krisis. 

Untuk menghindari kepanikan pasar yang kerap dipicu oleh pernyataan pejabat publik yang tidak sinkron, pemerintah perlu segera membentuk “Crisis Management Team” terpadu yang berisikan Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua OJK, dan Menteri Koordinator Perekonomian yang berbicara dalam satu nada dan satu data.”

Menurut Ronny, tim ini kemudian harus melakukan roadshow global yang jujur ke pusat-pusat keuangan dunia seperti Singapura, Hong Kong, London, dan New York guna menemui para pengelola dana global secara langsung.

Alih-alih menyajikan narasi optimisme normatif, otoritas harus memaparkan data konkret mengenai langkah mitigasi risiko fiskal, realisasi penerimaan negara, dan proyeksi ketahanan eksternal, karena pasar global jauh lebih menghargai transparansi yang diikuti oleh rencana aksi nyata daripada retorika politik,”

jelasnya.

Dalam hemat Ronny, menjinakkan rupiah di level ekstrem ini membutuhkan keberanian untuk mengambil pilihan kebijakan yang pahit namun menyembuhkan demi mengembalikan kepercayaan pasar global ke pelukan perekonomian Indonesia.

Baca juga:
Insentif Harian Rp6 Juta Untuk Yayasan Diduga Jadi Sumber Utama… Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga ada penyalahgunaan insentif harian oleh Mantan Kepala Badan…
Rupiah Loyo Jadi Rp18.062, Isu Copot Purbaya Bikin Investor 'Hore' Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07 persen atau 13 poin ke level…
KPK Bongkar Kode Rahasia Pembagian Uang Haram di Imigrasi, Ada… Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada kode khusus hingga penggunaan istilah personel…
  • Insentif Harian Rp6 Juta Untuk Yayasan Diduga Jadi Sumber Utama Korupsi MBG…
  • Rupiah Loyo Jadi Rp18.062, Isu Copot Purbaya Bikin Investor 'Hore'
  • KPK Bongkar Kode Rahasia Pembagian Uang Haram di Imigrasi, Ada 'Malaikat' Siapa?
Tag:Headlinekepercayaan investorKrisisNilai TukarPelemahan RupiahRupiahWake Up Call
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis yang meliput isu internasional, energi, dan lingkungan. Selama lebih dari empat tahun berkarier, ia banyak mengulas geopolitik, diplomasi, kebijakan publik, transisi energi, pertambangan, ketenagakerjaan, serta dinamika bisnis yang berdampak pada masyarakat. Melalui reportase lapangan dan wawancara mendalam, ia berupaya menghadirkan perspektif yang tajam terhadap berbagai isu strategis di Indonesia maupun global.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Bukan Selamat Biasa, Ada Udang di Balik Surat ‘Hadiah Indah’ Eks Wakil BGN Sony Sanjaya
By Rika Pangesti
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
1
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Tanpa Rem, Istana Cuma Bilang Begini
By Anisa Aulia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
2
Giliran Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung, Bakal Dipanggil Jadi Saksi Korupsi MBG?
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Saatnya Prabowo Stop Sementara MBG?
By Rika Pangesti
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
4
Siap Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Bakal ‘Kicau’ Nama Besar
By Rahmat Baihaqi
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (kanan) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Canda Purbaya Soal ‘Out’ dari Kabinet Merah Putih: Saya Orangnya Nggak Suka Mundur

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah, isu terkait dirinya mundur dari posisi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Kantung Kanan Kosong, Kantung Kiri Kebobolan: Sengkarut APBN yang Siap Disuntik ke Danantara

Pemerintah berpeluang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperkuat holding…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Belanja Negara Masih Ngebut, APBN 2026 Defisit Rp180,4 Triliun dalam Lima Bulan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) menyampaikan Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Perketat Ekspor SDA Lewat DSI: Danantara Jamin Kontrak Aman, Tapi Sikat yang Curang!

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan kontrak ekspor komoditas sumber…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up