Gelombang kritik terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya belakangan ini memunculkan berbagai tafsir politik di ruang publik.
Di tengah sorotan atas sejumlah pernyataannya yang dianggap kontroversial, publik justru dikejutkan oleh penangkapan dan proses hukum terhadap beberapa pejabat negara dalam waktu yang hampir bersamaan.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi di kalangan sebagian pengamat dan warganet mengenai kemungkinan adanya upaya pengalihan perhatian publik.
Pengamat politik, Hendri Satrio menanggapi fenomena itu dengan nada satire di akun X pribadinya @satriohendri. Ia menyebut, apabila dugaan yang berkembang di publik suatu saat terbukti benar, maka kritik terhadap Teddy justru perlu terus dilakukan.
Bila Premisnya kelak terbukti, maka mari ganggu Mas Teddy terus-terusan,”
tulis Hendri Satrio yang dikutip, Jumat, 5 Juni 2026.
Pernyataan itu dilontarkan sebagai respons atas munculnya persepsi publik, yang menghubungkan ramainya kritik terhadap Teddy dengan serangkaian penindakan hukum terhadap empat pejabat secara bersamaan, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung dan Silmy Karim.
Sekali ganggu Teddy, 4 calon koruptor ditangkap,”
tulisnya lagi.
Menurut Hendri, terlepas dari benar atau tidaknya asumsi yang berkembang, yang terpenting adalah proses penegakan hukum tetap berjalan, dan mereka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Terserah aja buat pengalihan isu kek, apa kek, yang penting ada calon koruptor yang ditangkap,”
tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung (LP), mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya (SS) dan, ditempat lain KPK menahan Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim sebagai tersangka korupsi.


