Peta politik Indonesia memasuki babak baru. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, resmi bergabung ke lingkaran Istana setelah ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal memimpin aksi demonstrasi buruh, kini memilih memperjuangkan aspirasi pekerja dari dalam pemerintahan.
Said Iqbal tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin sore, dengan mengenakan jas hitam, kopiah hitam, dan dasi biru. Ia mengonfirmasi langsung jabatan baru yang akan diembannya.
Pada hari ini ya saya dapat undangan semalam dari Letkol Teddy untuk pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang ketenagakerjaan. Kalau menurut Perpres Nomor 137 Tahun 2024 atau 106 Tahun 2025, kedudukan setingkat dengan menteri,”
kata Said di Istana Kepresidenan, Senin, 8 Juni 2026.
Masuknya Said Iqbal ke pemerintahan dinilai sebagai langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk merangkul kelompok buruh yang selama ini menjadi salah satu kekuatan politik dan sosial terbesar di Indonesia.
Tak ingin sekadar menjadi simbol, Said langsung membeberkan agenda yang akan menjadi fokus perjuangannya dari dalam Istana. Salah satunya adalah mendorong lahirnya Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja.
Keputusan bergabung dengan pemerintahan, kata Said, bukan keputusan pribadi semata. Langkah itu telah melalui pembahasan panjang bersama organisasi buruh yang selama ini menjadi basis perjuangannya.
Bagi kami setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam, karena secara platform perjuangan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan, menjaga keseimbangan,”
ujar Said Iqbal.
Meski kini menjadi bagian dari pemerintahan, Said menyampaikan dirinya tak akan berubah menjadi pendukung yang sekadar mengangguk terhadap seluruh kebijakan negara.
Ia memastikan gerakan buruh tetap memiliki ruang untuk bersikap kritis terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan yang muncul.
Saya memberanikan diri berikhtiar, berijtihad, bahwa saya juga harus memberikan keseimbangan terhadap apa apa yang ingin diperjuangkan oleh kaum buruh. Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan,”
tuturnya.
Dilantik Bareng Nanik S Deyang
Pelantikan Said Iqbal di Istana dibarengi dengan pengangkatan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden Prabowo melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN. Lalu, Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Masuknya Said Iqbal dalam lingkaran Istana menambah daftar tokoh buruh yang selama ini aktif memperjuangkan isu ketenagakerjaan.
Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said Iqbal dikenal luas sebagai figur aktivis dan pemimpin gerakan buruh.
Usai merampungkan pendidikan di SMAN 51 Jakarta pada 1987, Said Iqbal melanjutkan studi di Politeknik Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI). Karir pendidikannya berlanjut dengan meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya.
Tak berhenti sampai di sana, Said Iqbal juga menyelesaikan pendidikan Magister Ekonomi di UI. Meski memiliki bekal akademik yang menunjang, ia lebih memilih menapaki jalan pengabdian melalui gerakan pekerja.
Karier Said Iqbal sebagai aktivis dimulai pada 1992. Saat itu, ia bekerja sebagai staf di salah satu perusahaan elektronik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dengan pengalaman di lingkungan industri membuatnya paham terkait persoalan yang dihadapi pekerja.
Berawal dari itu, Said Iqbal mulai aktif terlibat dalam gerakan buruh. Rekam jejaknya tercatat pernah mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Di FSPMI, karier Said Iqbal berkembang dari posisi sekretaris jenderal hingga dipercaya menjadi Presiden FSPMI.
Pun, figur Said Iqbal makin mencuat dikenal publik saat memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Status KSPI merupakan salah satu organisasi pekerja atau buruh terbesar di Tanah Air.


