Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 8 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Riset Bongkar ‘Bom Waktu’ Pemilu 2029, Kecurangan Disebut Bisa Dimulai dari Sini
Politik

Riset Bongkar ‘Bom Waktu’ Pemilu 2029, Kecurangan Disebut Bisa Dimulai dari Sini

Rika PangestiSyifa Fauziah
Last updated: Juni 8, 2026 6:59 pm
Rika Pangesti
Syifa Fauziah
Share
Diskusi peluncuran hasil riset oleh Themis Indonesia
Diskusi peluncuran hasil riset oleh Themis Indonesia (Foto: Rika Pangesti)
SHARE

Penundaan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dinilai tidak hanya berdampak pada kepastian regulasi menjelang Pemilu 2029. Kondisi tersebut disebut berpotensi mengganggu profesionalitas dan akuntabilitas lembaga penyelenggara pemilu.

Peringatan itu disampaikan dalam hasil riset Yayasan Dewi Keadilan dan Themis Indonesia bertajuk ‘Awal Mula Kecurangan Pemilu 2029: Mempermainkan Waktu Revisi UU Pemilu’.

Dalam riset tersebut, penyelenggara pemilu disebut sebagai “jantung” yang menentukan apakah pemilu dapat berjalan secara jujur dan adil.

Baca juga:
'Siasat Mepet Waktu' Revisi UU Pemilu: Ada Desain Kontestasi 2029… Hasil riset Yayasan Dewi Keadilan dan Themis Indonesia mengingatkan potensi penyimpangan terhadap…
Pemilu 3 Tahun Lagi, Jokowi Mulai Safari Politik: Demi Muluskan… Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebut akan bersafari politik ke…
Jokowi Gak Betah Diam, Kandang Banteng PDIP Wajib Mulai Siaga… Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan kembali aktif berkeliling daerah dalam…
  • 'Siasat Mepet Waktu' Revisi UU Pemilu: Ada Desain Kontestasi 2029 Gak Adil?
  • Pemilu 3 Tahun Lagi, Jokowi Mulai Safari Politik: Demi Muluskan Jalan Gibran?
  • Jokowi Gak Betah Diam, Kandang Banteng PDIP Wajib Mulai Siaga Satu?

Karena itu, segala aspek yang berkaitan dengan kelembagaan penyelenggara pemilu dinilai harus dipersiapkan secara matang dan tidak dilakukan secara terburu-buru.

Terus ditundanya pembahasan UU Pemilu akan menimbulkan persoalan yang serius terhadap penyelenggara pemilu,”

demikian isi riset tersebut, dikutip Owrite.id pada Senin, 8 Juni 2026.

Persoalan yang Muncul Bila Revisi UU Pemilu Ditunda

Peneliti mengidentifikasi sedikitnya tiga persoalan besar yang berpotensi muncul apabila revisi UU Pemilu terus tertunda.

Pertama, terkait rekrutmen penyelenggara pemilu. Jika revisi UU Pemilu tak kunjung disahkan, proses seleksi anggota KPU dan Bawaslu akan tetap mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2017.

Kondisi itu dinilai berpotensi membuat pergantian komisioner KPU provinsi maupun kabupaten/kota kembali terjadi di tengah tahapan pemilu berlangsung.

Rekrutmen penyelenggara pemilu, khususnya KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak akan terjadwal dengan baik,”

tulis laporan tersebut.

Kedua, riset itu menyoroti syarat komisioner KPU dan Bawaslu serta mekanisme pembentukan tim seleksi yang dinilai masih menyisakan persoalan.

Menurut peneliti, jika tidak ada revisi aturan, pola rekrutmen yang selama ini dikritik berpotensi terus berulang, termasuk dugaan politisasi dalam proses seleksi.

Politisasi rekrutmen penyelenggara pemilu, khususnya di DPR tidak akan terselesaikan,”

tulis riset tersebut.
Baca juga:
RUU Pemilu Bikin PDIP Panas, Pemerintah Pilih Pasif Tunggu DPR… Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menegaskan,…
Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap…
Gaya 'Mikromanajer' Prabowo Berpotensi Pecahkan Koalisi dalam Pemilu 2029 Peneliti dari Citra Institute, Efriza, berpendapat Presiden Prabowo akan mempertahankan gaya mikromanajemen…
  • RUU Pemilu Bikin PDIP Panas, Pemerintah Pilih Pasif Tunggu DPR Bergerak
  • Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok
  • Gaya 'Mikromanajer' Prabowo Berpotensi Pecahkan Koalisi dalam Pemilu 2029

Peneliti juga mengingatkan adanya potensi penetrasi kelompok kepentingan tertentu ke dalam tubuh penyelenggara pemilu apabila mekanisme seleksi tidak diperbaiki.

Persoalan ketiga menyangkut perencanaan tahapan Pemilu 2029. Keterlambatan pembahasan revisi UU Pemilu disebut akan menyulitkan KPU menyusun desain tahapan secara matang. Mulai dari syarat partai politik peserta pemilu, pendaftaran pemilih hingga pengaturan kampanye.

Semakin terlambat pembahasan UU Pemilu, akan semakin sulit KPU merencanakan tahapan dengan profesional dan berkualitas,”

demikian temuan riset tersebut.

Yayasan Dewi Keadilan dan Themis Indonesia menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai masalah administratif semata.

Menurut mereka, pembiaran terhadap keterlambatan revisi UU Pemilu justru dapat menjadi pintu masuk munculnya potensi kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2029.

Jika potensi masalah yang akan dihadapi oleh penyelenggara pemilu tidak dipahami sebagai bagian dari potensi kecurangan di dalam penyelenggaraan pemilu, artinya memang tidak ada political will dari pemerintah dan DPR untuk memperbaiki kualitas pemilu,”

tulis laporan itu.

Karena itu, kedua lembaga mendesak pemerintah dan DPR segera memulai pembahasan revisi UU Pemilu, termasuk penyusunan naskah akademik dan draf regulasi baru.

Peneliti mengingatkan, apabila hingga semester pertama 2026 pembahasan revisi UU Pemilu belum dimulai, kekhawatiran bahwa keterlambatan tersebut menjadi bagian dari awal mula kecurangan Pemilu 2029 semakin sulit untuk ditepis.

Kekhawatiran akan keterlambatan pembahasan UU Pemilu sebagai awal mula dari kecurangan pemilu menjadi sangat beralasan,”

tulis riset tersebut.

Tag:Pemilu 2029riset yayasan dewi keadilanRUU Pemilu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
1
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Amien Rais Kritik Gaya Pidato Prabowo: Jangan Gebrak-gebrak, Meja Itu Tak Bersalah!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
4
Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$144,9 Miliar Imbas Stabilisasi Rupiah dan Bayar Utang
By Anisa Aulia
Gedung Bank Indonesia.
5

BERITA LAINNYA

Said Iqbal usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Presiden di Istana Kepresidenan.
Politik

Said Iqbal Tancap Gas, Menteri yang Abaikan Buruh Siap Dilaporkan ke Prabowo

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengirim pesan…

rahmat-tunnyHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Serikat Buruh Menolak UMP DKI Jakarta Ditetapkan sebesar Rp5,7 juta.
Politik

Dari Pabrik ke Istana, Begini Perjalanan Said Iqbal hingga Jadi Penasihat Presiden

Peta politik Indonesia memasuki babak baru. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)…

rahmat-tunnyHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Doc: IG Badan Gizi Nasional.
Politik

Tradisi Istana Dikritik: Stop Penghargaan Negara, Ada Penerima Terseret Dugaan Korupsi

Mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal melontarkan kritik tajam terhadap tradisi pemberian…

rahmat-tunnyHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto beri keterangan pers kepada awak media. (Foto: Dok. PDIP).
Politik

BEM SI Ancam Reformasi Jilid II, Hasto PDIP Soroti Nasib Rupiah dan Kepercayaan Publik

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto merespons ancaman bakal adanya aksi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up